https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4286574/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor?_ga=2.127012426.692550650.1541344758-1169173376.1541344758
Minggu, 04 Nov 2018 08:55 WIB
Jagung Surplus 12 Juta Ton, Kok Mau Ada
Impor?
Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4286574/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor?_ga=2.127012426.692550650.1541344758-1169173376.1541344758#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4286574/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor?_ga=2.127012426.692550650.1541344758-1169173376.1541344758#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4286574/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor?_ga=2.127012426.692550650.1541344758-1169173376.1541344758#>
90 komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4286574/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor?_ga=2.127012426.692550650.1541344758-1169173376.1541344758#komentar>
Halaman 1 dari 4
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4285763/setelah-beras-kini-pemerintah-mau-impor-jagung-100000-ton>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4286574/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor/2>
Foto: Kementan Foto: Kementan
*Jakarta* - Rapat koordinasi terbatas yang dilakukan oleh Menteri
koordinator bidang perekonomian, menteri pertanian, menteri perdagangan,
menteri badan usaha milik negara (BUMN) dan Perum Bulog memutuskan untuk
mengimpor jagung maksimum 100.000 ton tahun ini.
Menko perekonomian Darmin Nasution menjelaskan impor jagung dilakukan
atas rekomendasi dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Padahal
Kementerian Pertanian mencatat Indonesia masih surplus produksi jagung
hingga jutaan ton.
Lalu kenapa masih ada keinginan untuk impor? Berikut berita
selengkapnya: *(kil/zlf)*
impor jagung <https://www.detik.com/tag/impor-jagung/> jagung
<https://www.detik.com/tag/jagung/> pakan ternak
<https://www.detik.com/tag/pakan-ternak/>
============
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4287178/petani-jagung-bicara-soal-rencana-impor-100000-ton
Minggu, 04 Nov 2018 19:01 WIB
Petani Jagung Bicara Soal Rencana Impor
100.000 Ton
Moch Prima Fauzi - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4287178/petani-jagung-bicara-soal-rencana-impor-100000-ton#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4287178/petani-jagung-bicara-soal-rencana-impor-100000-ton#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4287178/petani-jagung-bicara-soal-rencana-impor-100000-ton#>
0 komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4287178/petani-jagung-bicara-soal-rencana-impor-100000-ton#komentar>
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
*Jakarta* - Kalangan petani membaca keputusan pemerintah mengimpor 100
ribu ton jagung pakan sebagai kepentingan orang-orang tertentu saja.
"Impor ini menurut saya lebih banyak digaungkan di kalangan elit. Orang
yang punya kepentingan-kepentingan sesaat begitu. Dijadikan menggoreng
isu impor ini menjadi sesuatu yang sangat penting," demikian pendapat
Direktur Eksekutif Petani Centre Entang Sastraatmadja, Minggu (4/11/2018).
*Baca juga: *RI Mau Impor Jagung 100.000 Ton, Kementan: Sampai Harga
Turun
<https://finance.detik.com/read/2018/11/04/143119/4286993/4/ri-mau-impor-jagung-100000-ton-kementan-sampai-harga-turun>
Entang mendasarkan pendapatnya pada kenyataan, bahwa sebagian petani di
Pulau Jawa adalah petani gurem dan buruh tani. Hanya sebagian kecil yang
memiliki lahan di atas 2 hektar.
"Nah kalau kita lihat mereka, mereka tidak terlalu peduli dengan impor
atau tidak. Yang penting bisa bekerja, bisa menyewa sawahnya, supaya
kebutuhan hidup kesehariannnya terpenuhi," kata Entang.
Menurutnya penting untuk meyakinkan pada petani, bahwa ekspor impor
adalah hal biasa dalam dunia perdagangan internasional, bukan sesuatu
yang harus di heboh-hebohkan.
"Hanya kan pertanyaannya, masa sih kita punya potensi, punya kekuatan
kok tiba-tiba harus melakukan impor. Tinggal sekarang bagaimana kita
menggenjot supaya produksi kita terus meningkat sekalipun kita
berhadapan dengan kondisi-kondisi alam yang memang sulit untuk kita
lawan," tambahnya.
Diskusi seputar impor komoditas pertanian kembali mengemuka, menyusul
keputusan impor 100 ribu ton jagung pakan oleh Pemerintah melalui rapat
koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution
Jumat (2/11/2018) lalu. Keputusan ini diambil mencermati perkembangan
harga jagung pakan, yang memberatkan peternak ayam mandiri.
Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin mengaku
khawatir keputusan pemerintah ini akan menurunkan semangat petani.
Sebagian besar petani jagung di sentra produksi memasuki masa tanam.
Sementara sejumlah lokasi di Jawa Timur, seperti Jember, Tuban, Kediri,
Jombang, dan Mojokerto sekitar dua pekan mendatang justru akan melakukan
panen.
"Kalau ada yang menyebut impor perlu dilakukan karena stok menipis, kami
bisa mentahkan itu. Saat ini pabrik pengering kami di Lamongan saja,
masih ada stok 6.000 ton. Di Dompu juga masih stok banyak karena di sana
masih ada panen," terang Sholahuddin.
Ia memperkirakan impor jagung baru akan terealisasi di bulan Januari.
Momen itu bertabrakan dengan musim panen raya.
"Kalau impor masuk saat panen, petani sudah bisa membayangkan harga
jagung mereka akan anjlok," jelasnya.
Dengan kondisi tanam dan panen yang bervariasi, Sholahuddin optimistis
produksi jagung hingga akhir tahun bisa mencapai target yang ditetapkan
pemerintah. Apalagi panen di tahun ini mencakup lahan yang luas.
"Pertanaman jagung Bulan September mencapai 5,86 juta hektar tersebar di
wilayah Indonesia, dan sampai Bulan Oktober produksi jagung diperkirakan
mencapai 25,97 juta ton. InsyaaALLAH dengan semangat petani untuk
menanam, target 30,05 juta ton jagung di 2018 bisa tercapai. Semangat
petani itu yang perlu kita jaga," pungkasnya.
*Baca juga: *Jagung Surplus 12 Juta Ton, Kok Mau Ada Impor?
<https://finance.detik.com/read/2018/11/04/081908/4286574/4/jagung-surplus-12-juta-ton-kok-mau-ada-impor>
Terlebih mengingat sejak tahun 2017, produksi jagung dalam negeri sudah
mencukupi kebutuhan pakan ternak.
"Seharusnya tahun politik menjadi kesempatan pemerintah untuk semakin
menunjukkan keberpihakannya kepada petani," tutup Sholahudin. *(ega/zlf)*