Iyaa aneh juga, sulit bisa dibayangkan kalau dengan gaji 150 ribu dan
sudah bekerja lebih 30 tahun ternyata guru itu diusia 60 th, masih bisa
bertahan hidup. TIDAK MATI pelahan-lahan, ... Suatu keajaiban yang
ANEEH! Kok bisa, ya???
Atau ada tunjangan lain, ... dan penghasilan lain? Entahlah. Lalu
bagaimana pula dengan guru-guru kebanyakan lainnya?
Namun tentu sangat disayangkan kalau RI sudah merdeka lebih 73 tahun,
masih juga ada guru yang dibayar hanya 150ribu/bulan! Padahal di
Tiongkok sekarang yang masih terus gencarkan *"MERAH dan AHLI!"* selalu
lebih utamakan dan menekankan GURU-GURU yang mendidik anak bangsa
deengan sebaik-baiknya! Lebih dahulu harus menjamin kehidupan guru lebih
baik dan sebaik-baiknya, ...! Karena bagaimana haridepan bangsa ini,
sangat tergantung dari mutu, kwalitas GURU!
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 13/11/2018 10:24 寫道:
Di artikel itu disebut ada yang sudah kerja lebih dari 30 tahun.
Herannya sudah 30 tahun, kok masih honorer terus.
Di jaman tahun 60an, orang berijasah BA ngajar di SMA.
Sekarang ngajar di SD resminya orang harus berijasah BA.
Jaman dulu SGA boleh ngajar di SMP
Apa ini yang menyebabkan guru honorer tidak bisa jadi PNS ?
On Tue, 13 Nov 2018 at 02:30, Ronggo Gmail [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
apa para pensiunan ini tiba2 tua karena jokowi??
On Mon, Nov 12, 2018 at 6:32 PM Tatiana Lukman
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
Nah, ini contoh lagi bagaimana rezim Jokowi membunuh rakyat
pelan pelan. Bisa bayangkan bagaimana orang hidup dengan 150
ribu per bulan??Si Chan mencak-mencak ketika saya bilang
bedanya Suharto dengan Jokowi adalah Suharto membunuh jutaan
rakyat dalam beberapa hari saja. Sedangkan Jokowi membunuh
rakyat pelan-pelan melalui kemiskinan, kebodohan,
penderitaan, polusi lingkungan yang disebabkan asap yang
menimbulkan dan memperparah kondisi mereka yang berpenyakit
saluran pernafasan dan penyakit lain yang datang dari limbah
industri dan pertambangan... Bisanya paling banter bilang
“nenek dalam tempurung” tapi tidak bisa membantah kenyataan
ini...
Banyak Guru Honorer Pensiun dengan Gaji Rp 150 Ribu
Minggu, 11 November 2018 – 06:17 WIB
Banyak Guru Honorer Pensiun dengan Gaji Rp 150 Ribu - JPNN.COM
jpnn.com <http://jpnn.com>, JAKARTA
<http://www.jpnn.com/tag/jakarta> - Ketua Pengurus Besar
Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi Suprijadi
mengungkapkan banyak guru honorer yang pensiun dengan gaji
sangat rendah. Bahkan, mereka pensiun sebagai guru honorer di
usia 60 tahun.
"Ada 1,2 juta guru honorer yang butuh kejelasan status dari
pemerintah. Mereka bukan hanya bekerja 10-20 tahun tapi ada di
atas 30 tahun dan kini pensiun sebagai guru honorer," kata
Didi dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta.
Yang membuat PB PGRI prihatin, tidak ada alokasi khusus untuk
menaikkan gaji guru honorer ini.
Dengan kesejahteraan minim, tak mudah bagi guru bisa fokus
mengajar. Mereka akan mencari pekerjaan tambahan untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
"Jadi kalau mau bicara mutu pendidikan, lihat dulu
kesejahteraan gurunya. Kalau gurunya digaji Rp 150 ribu
bagaimana bisa profesional," ucapnya.
Dia menambahkan, nasib 1,2 juta guru honorer bisa terangkat
bila DPR ikut mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan yang
berpihak.
Jangan tunggu 1,2 juta guru ini pensiun sebagai honorer dengan
gaji Rp 150 ribu per bulan dan dibayar per triwulan.
"Cek di Cianjur, Aceh, dan daerah lain. Banyak yang pensiun
sebagai guru honorer di usia 60 tahun. Ini fakta yang
memiriskan hati," tandasnya. *(esy/jpnn)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com