Hehehehe Jokowi 4 tahun bikin guru sengsara?

Coba bandingin ama negara ente! Ngomong2 sudah berapa tahun negara ente merdeka 
dan presiden2nya siapa2 saja?

Kerjaannya apa saja selain ngobok2 negara orang laen?

 

https://www.thoughtco.com/problems-for-teachers-that-limit-their-overall-effectiveness-3194679

 

https://www.forbes.com/2010/06/25/teacher-financial-tips-personal-finance-retirement-pension.html#5528e9c61c84

 

http://time.com/money/longform/teacher-pay/

 

TAHU ENGGAK MASALAHNYA GURU ITU APA DINEGARA ENTE: DUITTTTTTTT!!!!!

 

oh ya ini baru sebagian loh!

Kalau berani ayo terusin. Tak telanjangi gimana duitnya seorang guru di USA 
negara maju itu.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Monday, November 12, 2018 9:36 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Banyak Guru Honorer Pensiun dengan Gaji Rp 150 Ribu

 

  

 

kalau tiap presiden ngomongnya kayak gini ya repot
sdh 4 th jadi presiden ngurus masalah honorer saja nggak beres2, apa memang gak 
becus?

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , 
<ronggo303@... <mailto:ronggo303@...> > wrote :

apa para pensiunan ini tiba2 tua karena jokowi??

 

On Mon, Nov 12, 2018 at 6:32 PM Tatiana Lukman jetaimemucho1@... 
<mailto:jetaimemucho1@...>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > wrote:

  


Nah, ini contoh lagi bagaimana rezim Jokowi membunuh rakyat pelan pelan. Bisa 
bayangkan bagaimana orang hidup dengan 150 ribu per bulan??Si Chan 
mencak-mencak ketika saya bilang bedanya Suharto dengan Jokowi adalah Suharto 
membunuh jutaan rakyat dalam beberapa hari saja. Sedangkan Jokowi membunuh 
rakyat pelan-pelan melalui kemiskinan, kebodohan, penderitaan, polusi 
lingkungan yang disebabkan asap yang menimbulkan dan memperparah kondisi mereka 
yang berpenyakit saluran pernafasan dan penyakit lain yang datang dari limbah 
industri dan pertambangan... Bisanya paling banter bilang  “nenek dalam 
tempurung” tapi tidak bisa membantah kenyataan ini...


Banyak Guru Honorer Pensiun dengan Gaji Rp 150 Ribu


Minggu, 11 November 2018 – 06:17 WIB


 

  
<https://photo.jpnn.com/arsip/watermark/2018/09/22/sejumlah-guru-honorer-k2-menangis-saat-demonstrasi-di-dprd-kota-malang-kamis-209-foto-radar-malang.jpg>
 

jpnn.com <http://jpnn.com> ,  <http://www.jpnn.com/tag/jakarta> JAKARTA - Ketua 
Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi Suprijadi 
mengungkapkan banyak guru honorer yang pensiun dengan gaji sangat rendah. 
Bahkan, mereka pensiun sebagai guru honorer di usia 60 tahun.

"Ada 1,2 juta guru honorer yang butuh kejelasan status dari pemerintah. Mereka 
bukan hanya bekerja 10-20 tahun tapi ada di atas 30 tahun dan kini pensiun 
sebagai guru honorer," kata Didi dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta.

Yang membuat PB PGRI prihatin, tidak ada alokasi khusus untuk menaikkan gaji 
guru honorer ini.

Dengan kesejahteraan minim, tak mudah bagi guru bisa fokus mengajar. Mereka 
akan mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Jadi kalau mau bicara mutu pendidikan, lihat dulu kesejahteraan gurunya. Kalau 
gurunya digaji Rp 150 ribu bagaimana bisa profesional," ucapnya.

Dia menambahkan, nasib 1,2 juta guru honorer bisa terangkat bila DPR ikut 
mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berpihak.

Jangan tunggu 1,2 juta guru ini pensiun sebagai honorer dengan gaji Rp 150 ribu 
per bulan dan dibayar per triwulan.

"Cek di Cianjur, Aceh, dan daerah lain. Banyak yang pensiun sebagai guru 
honorer di usia 60 tahun. Ini fakta yang memiriskan hati," tandasnya. (esy/jpnn)

 



Kirim email ke