*China Dorong Perjanjian Dagang Tanpa AS Rampung Tahun Depan*
CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 09:48 WIB
Bagikan :
China Dorong Perjanjian Dagang Tanpa AS Rampung Tahun DepanPerdana
Menteri China Li Keqiang. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri China Li Keqiang mendorong
agar kerja sama dagang dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional
(*RCEP <https://www.cnnindonesia.com/tag/rcep>*) dapat
segera ditandatangani dan diselesaikan tahun depan. Hal itu
diungkapkannya ketika menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi
(KTT)*ASEAN*<https://www.cnnindonesia.com/tag/asean>di Singapura, Selasa
(12/11).
Upaya yang didukung China untuk menyelesaikan kesepakatan tanpa Amerika
Serikat ini akan kembali diusung tahun depan, setelah menteri
perdagangan Asia-Pasifik tidak menemukan konsensus akan
ketentuan-ketentuan kunci di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Singapura.
Dalam hal ini, RCEP dinilai dapat menjadi penangkal slogan Presiden AS
Donald Trump "America First". Salah satunya terkait pengenaan tarif pada
barang impor China ke AS dalam perang dagang.
"Ini (RCEP) akan memberikan manfaat nyata bagi orang-orang di wilayah
kami," kata Li, mengutip dari/AFP, /Selasa (13/11).
Ia mengaku China saat ini tengah menghadapi tantangan perdagangan dengan
AS. Sikap keras antara keduanya, menurut Li, memang tidak akan
menyelesaikan masalah diantara keduanya.
Lihat juga:
Jokowi dan Putin Dipastikan Bertemu di Sela KTT ASEAN
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20181025160320-106-341434/jokowi-dan-putin-dipastikan-bertemu-di-sela-ktt-asean/>
Namun, ia menegaskan China sudah menjadi standar tersendiri dalam
perdagangan bebas secara global, terlebih saat ini pihaknya telah
mengantongi kesepakatan dengan 16 negara RCEP.
"Ini akan menjadi pesan kepada masyarakat internasional bahwa kami
beriringan dengan perdagangan bebas. Dengan meningkatnya proteksionisme
dan tekanan pada perdagangan bebas, kami butuh untuk memajukan negosiasi
RCEP," imbuhnya.
Sebagai informasi, saat ini para diplomat perdagangan yang mengikuti
perundingan ini menyebut diskusi RCEP kemungkinan akan berkembang hingga
tahun depan. Beberapa diantaranya melihat perkembangan dari perjanjian
ini mengarah pada kemajuan yang semakin baik.
"Kami sangat senang dengan hal itu (RCEP) dan menuju ke arah yang
benar," kata Menteri negara Selandia Baru untuk perdagangan dan
pertumbuhan ekspor Damien O'Connor.
Lihat juga:
Perang Dagang AS, China Buka Kegiatan Ekonomi Lebih Luas
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181112200941-92-345992/perang-dagang-as-china-buka-kegiatan-ekonomi-lebih-luas/>
Respon positif juga datang dari India, dimana Menteri perdagangan India
Suresh Prabhu menyebut masa depan perdagangan internasional terletak di
RCEP.
Hingga saat ini RCEP masih menjadi kesepakatan perdagangan terbesar di
dunia. Sebelumnya, pakta perjanjian ini mendapat dorongan pengesahan
setelah Trump menarik AS keluar dari Trans-Pacific Partnership (TPP).
Pakta perjanjian yang didukung Beijing ini dapat dikatakan jauh lebih
tidak ambisius daripada TPP di bidang-bidang seperti pekerjaan dan
perlindungan lingkungan. Selain pembicaraan kegiatan perdagangan secara
global, KTT ASEAN juga diharapkan mampu memberikan solusi terhadap
sengketa maritim dan krisis Rohingya.*(mjs/agi)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com