ANALISIS
*Politik Pasar Jokowi dan Sandi: Pertaruhan Ceruk Kelas Bawah*
CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 08:38 WIB
Bagikan :
Politik Pasar Jokowi dan Sandi: Pertaruhan Ceruk Kelas BawahPresiden
Joko Widodo meninjau perkembangan harga bahan pokok di Pasar Anyar,
Tangerang. beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebulan lebih pelaksanaan kampanye*Pemilihan
Presiden 2019 <https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019>*, pasar
menjadi salah satu tempat favorit tujuan para kandidat untuk mengenalkan
diri, berinteraksi dengan masyarakat, hingga mengecek *harga
<https://www.cnnindonesia.com/tag/harga-sembako>*kebutuhan pokok.
Sebut saja calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang
berkunjung ke sejumlah pasar seperti di Bogor, Riau, dan di
wilayah-wilayah yang dia sambangi lainnya.
Sandi melempar sejumlah isu ekonomi kerakyatan yang terwujud dalam
tempe. Misalnya, ia menyebut soal tempe setipis ATM sebagai representasi
mahalnya harga kedelai yang membuat ukuran tempe menipis, tempe sebesar
ponsel jadul, hingga isu kenaikan harga tempe di Parung Panjang, Bogor.
Lihat juga:
Politik Tempe ala Sandi dan Suara Sumbang dari Parung Panjang
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181101210923-20-343362/politik-tempe-ala-sandi-dan-suara-sumbang-dari-parung-panjang/>
Tak ketinggalan, ia juga menyebut sebagian besar harga kebutuhan pokok
di Pasar Anyer, Bogor, yang tak jauh dari Istana Kepresidenan Bogor, mahal.
Belakangan, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo melakukan langkah
serupa. Jokowi juga mengecek harga di sejumlah pasar, misalnya, Pasar
Surya Kencana di Kota Bogor pada Selasa (30/10) malam. Ia berbincang
dengan para pedagang dan menyimpulkan bahwa tak ada perubahan harga
tempe sedari dulu.
Jokowi juga mengecek harga ke Pasar Anyar, Tangerang, Minggu (4/11). Ia
kemudian mendapati bahwa harga-harga sembako malah cenderung turun.
Cawapres Sandiaga Uno mengaku menemukan tempe sebesar HP jadul.Cawapres
Sandiaga Uno mengaku menemukan tempe sebesar HP jadul. (CNN
Indonesia/Tiara Sutari)
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito menyatakan kunjungan
kedua kandidat ke pasar merupakan hal yang lumrah. Sebab, pasar dinilai
menjadi sebuah simbol perekonomian.
"Mereka Jokowi dan Sandi menunjukkan ke publik, ekonomi itu
penting,/concern/pada bidang ekonomi," kata Arie
kepada/CNNIndonesia.com/, Selasa (13/11).
Hal lain, kata Arie, adalah pasar tradisional merupakan simbol
berkumpulnya masyarakat kelas menengah ke bawah. Jokowi dan Sandi
dinilai ingin menunjukkan komitmen kepada kelompok tersebut.
Lihat juga:
Jokowi dan Prabowo Dinilai Belum Tawarkan Program dan Gagasan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181109202143-20-345376/jokowi-dan-prabowo-dinilai-belum-tawarkan-program-dan-gagasan/>
Dari situ, Arie mengatakan Jokowi dan Sandi tinggal meramu strategi agar
dapat memperoleh dampak elektoral dari kunjungan mereka ke pasar.
"Karena secara sosial kan orang-orang kelas menengah bawah, ekonominya
digerakkan oleh ekonomi pasar, ekonomi lokal. Karena di situ juga secara
simbolik mudah memperoleh simpati pemilih," katanya.
*Ceruk Luar Biasa*
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro
menjelaskan pasar merupakan tempat masyarakat kecil memenuhi kebutuhan
dasar. Dari situ, pasar disebut dapat menjadi indikator program atau
kebijakan pemerintah.
Politik Pasar Jokowi dan Sandi: Ikon Pendekatan ke Kaum KecilFoto:
CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
"Jadi itu indikator kalau ada keluhan dari konsumen bahkan yang punya
toko di tradisional, berarti ada sesuatu yang salah dari kebijakan
pemerintah," ujar Siti saat ditemui di kompleks parlemen, hari ini.
Menurutnya, dalam konteks pemilu, pasar juga merupakan basis yang sangat
mempengaruhi dampak elektoral seorang kandidat.
Siti pun mencontohkan bagaimana Jokowi ketika pemilu 2014 mendapat
dampak elektoral luar biasa dari aktivitas blusukan ke pasar-pasar.
Lihat juga:
Survei LSI: Hoaks Ratna, Prabowo Makin Dijauhi Swing Voters
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181023174233-32-340820/survei-lsi-hoaks-ratna-prabowo-makin-dijauhi-swing-voters/>
"Jadi menurut saya signifikan, ceruk dukungan yang luar biasa. Kalau
emosinya dimainkan luar biasa," ujarnya.
Namun, Siti berpesan agar kedua kandidat juga meningkatkan argumentasi
ketika mengunjungi pasar dengan hal-hal yang lebih substansial.
Diketahui, hasil survei LSI Denny JA menunjukkan keunggulan pasangan
Jokowi-Ma'ruf Amin terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di
kalangan menengah ke bawah.
Presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Cihaur Geulis, Kota Bandung,
beberapa waktu lalu.Presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Cihaur
Geulis, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/galih Gumelar)
Hal ini didapat dari survei terhadap 1.200 responden, pada 10-19
Oktober, dengan/margin of error/mencapai +/- 2,8 persen.
Dalam segmen pendapatan, survei mengungkap bahwa dukungan terhadap
Prabowo-Sandiaga dari responden dengan pendapatan di atas Rp3 juta
mencapai 27,1 persen. Ini meningkat dari yang sebelumnya mencapai 25,2
persen pada September.
Namun, peningkatan dukungan kalangan menengah ke bawah juga terjadi pada
Jokowi-Ma'ruf. Yakni, dari yang sebelumnya mencapai 55,1 persen pada
September menjadi 58,4 persen pada Oktober.
*(swo/arh)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com