*Alasan Orang Tiongkok Bersikap Optimis terhadap Masa Depan Tiongkok*
2018-11-14 10:35:06
http://indonesian.cri.cn/20181114/f75fb395-4874-ff77-a8d2-71054f11b8a4.html
Wadah pemikir Economist Intelligence Unit dari Inggris baru-baru ini
melakukan survei terhadap responden di 50 negara di seluruh dunia.
Hasilnya mengindikasi bahwa sebanyak 91,4 persen responden warga
Tiongkok bersikap optimis mengenai masa depan negaranya sendiri. Para
responden menyatakan, Tiongkok akan terus maju dalam waktu 10 tahun
mendatang menuju masa depan yang lebih indah.
Survei tersebut merujuk pada kebutuhan masyarakat serta sikap responden
terhadap kemajuan negara dan hubungannya dengan cita-cita individu dan
visi perkembangan sosial. Hasil survei menunjukkan, banyak negara
berkembang tengah berusaha mengembangkan teknologi canggih untuk
merealisasi perkembangan dirinya, di antaranya India dan Tiongkok
memiliki keunggulan dalam pengembangan kecerdasan buatan atau AI dan
industri digitalisasi. Sebanyak 70 persen ke atas responden di Tiongkok,
Indonesia dan Vietnam percaya pemerintahan di negaranya tengah mengalami
perbaikan.
Survei yang dilakukan Economist Intelligence Unit dari sisi lain
mencerminkan bahwa mayoritas mutlak orang Tiongkok yang bersikap optimis
terhadap masa depan negaranya karena keberhasilan reformasi dan
keterbukaan selama 40 tahun yang lalu. Sikap optimis itu juga bersumber
dari harapan dan keyakinannya terhadap reformasi dan keterbukaan lebih
lanjut pada masa mendatang.
Pertama, sikap optimis orang Tiongkok terhadap masa depan berasal dari
pertumbuhan stabil dan pesat ekonomi Tiongkok selama 40 tahun yang lalu.
Pada 1978, produk domestik bruto (PDB) Tiongkok hanya sebesar 367,9
miliar yuan RMB, sedangkan pada 2017 angka itu melonjak menjadi 80
triliun yuan RMB, dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 9,5 persen.
Kedua, sikap optimis orang Tiongkok berlandaskan pada upaya Tiongkok
untuk mewujudkan perkembangan selaras yang bermutu tinggi selama 40
tahun yang lalu. Pendapatan disposabel (DI) penduduk Tiongkok meningkat
22,8 kali lipat selama 40 tahun yang lalu, sementara itu, belanja
konsumsi per kapita naik 18 kali lipat.
Ketiga, sikap optimis orang Tiongkok bersumber dari terus diperbaikinya
taraf pemerintahan Tiongkok. Seiring dengan perkembangan urbanisasi,
layanan publik dan pembangunan infrastruktur di kota telah mengalami
perbaikan signifikan. Di antaranya, kota-kota yang berakses transportasi
rel telah bertambah dari satu kota menjadi 32 kota. Dengan pengalaman
perkembangan selama 40 tahun yang lalu, ide-ide “inovasi, pembangunan
hijau, koordinasi, keterbukaan dan perkembangan inklusif” semakin
meresap di kalangan masyarakat Tiongkok. Menurut statistik, dalam waktu
10 tahun terakhir, Tiongkok berhasil mengurangi emisi karbon dioksida
sebesar 4,1 miliar ton sementara terus memelihara pertumbuhan ekonomi
yang relatif cepat.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com