Yang perlu di-INGAT dan dengan berani melihat KENYATAAN, sebagaimana
seorang tokoh Taiwan mengatakan: keberhasilan Tiongkok MAJU sekarang
ini, kemakmuran yang dicapai BUKAN hasil dari PENGHISALAN terhadap
negara-negara lain, sebagaimana negara-negara imperialisme!
Sebaliknya, harus diakui Tiongkok daratan yang dijadikan PABRIK Dunia,
khususnya oleh AS itu justru sangat dirugiikan dengan rusaknya
lingkungan, polusi berat yang merusak kesehatan rakyat! Bayangkan saja,
misalnya apple i-Phone yg diproduksi di Tiongkok, yang dijual 10 ribu
dollarHK/set itu, katanya pihak Tk hanya dapatkan 100 dollar saja! Jadi,
BENAR seperti kata nenek dalam tempurung ini, dalam batas tertentu bisa
dikatakan buruh Tk diperas kapitalis AS! Itu kalau dilihat sepintas dan
hanya dari satu SUDUT SAJA!
Tapi, apa yang tidak terlihat disudut lain, dan akhirnya membuat AS
terkejut! Disamping kerja KERAS kaum BURUH Tk, ahli-ahli, teknologi Tk
juga bekerja keras, meniru dan mengeembangkan teknologi mereka, dan, ...
menciptakan sendiri yg dianggap lebih maju dan baguuus! Berusaha
mengalahkan barang-barang produksi semula yang ditirunya itu! Dan
BERHASIL! Itulah yang membuat imperialisme AS kewalahan dan merasa
terancam, ... sekarang berusaha keras membendung kemajuan Tiongkok!
Itulah keberhasilan Tiongkok yang menempuh jalan Sosialisme bercirikan
Tiongkok! Yang mengkombinasikan keunggulan sistim sosialisme dengan
keunggulan kapitalisme! Menempuh jalannya sendiri yang dianggap lebih
TEPAT dalam usaha membebaskan diri dari kemiskinan dan mewujudkan
masyarakat ADIL dan MAKMUR! Tanpa harus menjadi imperialisme yang
merugikan dan menghisap negara lain, bangsa lain, ...
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 25/11/2018 18:37 寫道:
OOO, tidak bisa hanya bilang "Tiongkok haters atau hyperhaters". Anda
tidak mau membedakan Tiongkok sosialis Mao dengan Tiongkok
kapitalis-imperialis... Saya membenci Tkk kapitalisme-imperialisme ,
tapi saya mendukung kaum buruh dan kelas pekerja Tkk yang sedang
bangkit sadar menuntut hak-haknya yang sudah dihapus oleh klik
pimpinan Paartai Komunis gadungan. Anda ingin membela Tiongkok
kapitalis-imperialis, silahkan ajukan argumentasi!!! Pertanyaan saya
belum anda jawab, kalau Tkk sekarang "Sosialisme dengan ciri Tkk",
tunjukkan unsur-unsur sosialisnya. Kalau anda ingin membela Chan yang
mengatakan sistim di Tkk sekarang sosialisme yang mengkombinasikan
dengan "keunggulan kapitalisme", tolong ajukan argumentasinya, mana
keunggulan kapitalisme yang diterapkan di Tkk. Dan tolong jelaskan apa
mode of production atau cara produksi di Tkk sekarang yang membenarkan
kalifikasi "sosialisme dengan kombinasi kapitalisme".
Dan jangan menyamakan saya dengan kaum Trotskis. Saya bukan pengikut
Trotski.
On Sunday, November 25, 2018, 2:23:03 AM GMT+1, Noroyono 1963
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Artikel *konsumsi untuk para /Tiongkok-haters///-hyperhaters/.*
Suka, dibaca. Tidak suka, dihapus. /Zo simpel is het!/
Diskusi? Hal itu tidak saya kesampingkan, asal saja diskusi dilakukan
di atas dasar kesepakatan *”Bersepakat mungkin tidak bersepakat”.*
//
*Noroyono*
*25/11/2018*
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
*Inline-afbeelding
Abdul Kholik.*
25 maart 2018
**
*PENJAJAH KUNING SEDANG MENGINTAI INDONESIA*
(Law-Justice.co)
“Kita harus mengumpulkan kekuatan yang berasal dari 1,3 miliar lebih
*Warga* China di lebih dari 400 juta rumah tangga untuk mengupayakan
sukses besar sosialisme dengan karakteristik China *” Xi Jinping -
**习近**平**,* kata Perdana Menteri China, seperti dikutip media Xinhua.
Belanda telah berhasil menguasai Negara kita 350 tahun lamanya. Mereka
sering disebut sebagai penjajah kulit putih yang paling lama menguasai
Indonesia. Penjajah kulit putih kini memang tinggal cerita, sebagai
gantinya mulai ramai dibicarakan orang tentang munculnya penjajah
kulit kuning alias bangsa China.
Penjajah kulit kuning ini disinyalir sedang ancang-ancang untuk
menguasai wilayah-wilayah Indonesia melalui tangan-tangan pemegang
kekuasaan. Berbagai kemudahan dan keistimewaan yang diberikan oleh
pemegang kuasa kepada investor dan pendatang dari China patut dibaca
sebagai indikasi ke arah sana.
Benarkah pemerintah sekarang menggelar karpet merah untuk bangsa
China, sehingga bisa menguasai Indonesia? Bagaimana cara penjajah
kuning itu menaklukkan suatu Negara termasuk Indonesia ?
**Kebijakan Pro China**
Paling tidak dari sisi ekonomi, kebijakan pemerintah Jokowi sangat pro
kepada China. Sejak Jokowi naik panggung kekuasaan, kerjasama ekonomi
antara Indonesia dan China memang meningkat signifikan. Data dari
*Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal* (BKPM) menyebut pada tahun
2014 nilai investasi China hanya menyentuh angka US$ 800 juta atau
sekitar Rp 10,8 triliun untuk sekitar 501 unit proyek yang dikerjakan.
Jumlah tersebut meningkat hampir 3 kali lipat di tahun 2016 dengan US$
2,6 miliar atau sekitar Rp 35,2 triliun. Adapun jumlah proyek yang
dikerjakan mencapai 1.734 unit proyek. Pada tahun 2017, jumlah
investasi China di Indonesia telah meningkat mencapai US$ 2,7 miliar .
Yang menjadi soal adalah pola investasi yang ditawarkan China untuk
Indonesia itu menggunakan sistem Turn Key Project Manajemen. Turnkey
Project Management adalah sebuah model investasi yang ditawarkan dan
disyaratkan China kepada Indonesia dengan sistem satu paket. Mulai
dari top management, pendanaan dengan sistem Preferential Buyer's
Credit, materil dan mesin, tenaga ahli, bahkan metode dan jutaan
tenaga (kuli), baik legal maupun ilegal didatangkan dari China.
Turn key Project ini mengatur bahwa China akan berinvestasi di
Indonesia tetapi menggunakan produk, alat mesin, dan tenaga kerja dari
mereka. Turn Key Project inilah yang kemudian ditantadatangani oleh
pemerintah Indonesia dalam rangka untuk mempercepat pertumbuhan
ekonomi nasional. Belakangan diketahui bahwa Turn Key Project ini
merupakan konsep China dalam menciptakan lapangan kerja bagi
penduduknya yang sangat besar, yakni mencapai lebih dari 1,5 miliar jiwa.
Akibat penerapan investasi melalui sistem Turn Key Project,
berbondong-bondong tenaga kerja asal China yang datang ke Indonesia.
Kabar bahwa adanya ribuan tenaga kerja dari Cina ke Indonesia telah
dibenarkan oleh M. Hanif Dhakiri yaitu Menteri Tenaga Kerja kita.
Kedatangan buruh impor ini mengancam terutama buruh kelas bawah yang
semakin tidak berdaya.
Pekerja-pekerja asal China ini biasa bekerja di proyek investasi yang
memang bekerja sama dengan pihak dari negara Panda, seperti proyek
PLTU Celukan Bawang di Buleleng, Bali yang diadakan oleh China Huadian
Power Plant, China Huadian Engineering, Co. Ltd, PT CT 17, mitra lokal
PT General Energy Bali dan pembangunan pabrik semen PT Cemindo
Gemilang di Bayah, Banten dan tempat tempat lainnya. Masuknya tenaga
kerja asing asal China ini diikuti oleh beberapa peristiwa janggal
seperti penyelundupan manusia, narkoba dan penanaman bibit sayuran
berbakteri, serta pengibaran bendera China di sejumlah kawasan di
Indonesia. Berbagai kasus yang mengiringi merebaknya tenaga kerja asal
China ini antara lain adalah :
**Pertama*,* tertangkapnya lima pekerja warga negara Cina oleh Tim
Patroli TNI AU *Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma*,
Jakarta Timur, yang melakukan pengeboran proyek kereta api cepat tanpa
izin di wilayah Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur pada April 2016.
**
**Kedua*,* sebanyak 700 pekerja Cina dalam proyek pembangunan pabrik
semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, Lebak, Banten, yang dilakukan
oleh *PT. Cemindo Gemilang* pertengahan 2015.
**Ketiga*,* di perusahaan pertambangan nikel di Kabupaten Konawe,
Konawe Selatan dan Konawe Utara Sulawesi Tenggara,banyak tenaga asing
asal Cina. Bahkan ada 500 warga China bekerja di *PT. Virtue* *Dragon
Nikcel Industry*, lebih banyak dibanding tenaga kerja lokal yang hanya
246 orang saja.
**Keempat**, buruh Cina mendominasi pengerjaan proyek *PLTU Celukan
Bawang* di Buleleng Bali Kelima, pembangunan smelter bauksit
di**Kalimantan Barat.
**
**Kelima*,* sebanyak 26 tenaga kerja asing ilegal asal Cina ditangkap
petugas kantor Imigrasi Kelas II Kota Sukabumi, Jawa Barat. Mereka
kedapatan menggunakan paspor kunjungan untuk bekerja sebagai tenaga
ahli di *Pembangkit listrik tenaga uap* (PLTU) Pelabuhan Ratu
Sukabumi. Mereka sudah tiga bulan bekerja yang disponsori PT Shanghai
Electric Group
**Berbagai Kemudahan**
Banjirnya tenaga kerja mancanegara khususnya dari China rupanya belum
juga untuk membuat pemerintah waspada. Yang terjadi justru pemberian
berbagai fasilitas kemudahan untuk mendatangkan mereka. Pemeritah
melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan sampai saat ini
disadari ada begitu banyak hal yang berkaitan dengan izin tenaga kerja
asing masih berbelit-belit. “ Oleh karena itu Presiden sudah
instruksikan ke seluruh kementerian terkait. Menkumham, Menaker,
menteri teknis ada di perdagangan, perindustrian, KKP, Kementerian
ESDM, untuk disederhanakan. Diberikan waktu dua minggu," kata Pramono.
Selain makin mempermudah kedatangan tenaga kerja asing khususnya
China, pemerintah juga tak lagi membatasi jangka waktu pekerja asing
untuk tinggal di Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan telah mengubah
ketentuan jangka waktu kerja bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) di
Indonesia dari semula hanya 1-2 tahun lalu diwajibkan melakukan
perpanjangan, menjadi sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan dalam
perjanjian kontrak kerja. Selain itu, mempermudah persyaratan dan
perizinan bagi TKA. Hal ini bertujuan untuk mempermudah izin bagi TKA
sesuai dengan arahan *Presiden Joko Widodo* (Jokowi) agar investasi
meningkat.
Membanjirnya Tenaga Kerja asal China ternyata juga dibarengi dengan
lemahnya penegakan hukum atas pelanggaran ketentuan yang ada. Sebagai
contoh implementasi UU No.13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Dalam
UU itu secara jelas melarang TKA untuk bekerja sebagai buruh kasar.
Aturan itu dibuat untuk melindungi TK lokal yang tidak memiliki
keahlian. Bagi perusahaan atau pengguna TKA yang melanggar bisa
dikenakan kurungan penjara hingga 4 tahun serta denda hingga Rp 400
juta. Apalagi jika perusahaan tidak memiliki punya IMTA (izin
mempekerjakan tenaga kerja asing).
Bagi perusahaan yang memiliki IMTA hanya boleh mempekerjakan TKA yang
memiliki keahlian dan posisi pekerjaannya harus sesuai keahlian.
Misalnya, ahli mesin hanya boleh bekerja di bidang mesin. Nyatanya,
dalam sejumlah razia, baik yang dilakukan oleh pihak Imigrasi maupun
Kemenaker ditemukan banyak buruh kasar asal Cina. Tapi, sejauh ini
belum ada laporan perusahaan yang diberi sanksi, baik pencabutan IMTA
maupun sanksi pidana. Sejauh ini, yang dilakukan hanya mendeportasi
TKA bersangkutan. Mandulnya penegakan hukum dibidang ketenakerjaan
khususnya kepada pekerja illegal asal China ini tentu saja menimbulkan
tanda tanya ada apa ?
**Strategi Penjajahan China**
Dengan menggunakan model investasi turn key project yang berujung pada
eksodus ribuan tenaga kerja China bisa dibaca sebagai salah satu
strategi Cina untuk menguasai Indonesia secara non militer. Secara
perlahan ia memasukkan warganya ke Indonesia, kemudian mendesak keluar
warga pribumi Indonesia. Peran warga pribumi di sektor-sektor
strategis di Indonesia diganti warga Cina. Hingga akhirnya, pemilik
Indonesia bukanlah orang-orang keturunan nusantara, tetapi adalah
orang-orang Cina.
Stratgegi ini telah sukses diterapkan oleh China di benua Afrika yaitu
di Zimbabwe dan Angola. Dominasi ekonomi China di dua negara tersebut
telah mempengaruhi kebijaksanaan negeri itu secara kuat. Di Angola
bantuan teknologi dan keuangan China membuat negeri itu maju pesat
tetapi tidak disadari tercengkeram kuat oleh pengaruh kekuatan ekonomi
China. Pelarangan agama Islam diyakini banyak tokoh Angola karena
dampak kekuatan China di Angola. Bahkan negara Zimbabwe karena tidak
kuat bayar utang, utangnya dihapus tetapi dengan syarat mengganti mata
uang negeri sendiri dengan Yuan.
Banyak pengamat mulai mengkhawatirkan sepak terjang kehebatan kekuatan
ekonomi China bisa terjadi di Indonesia. Segala kekisruhan NKRI
belakangan ini ditandai dengan permusuhan dan kebencian terhadap etnis
tertentu di medsos mulai kuat dirasakan. Fenomena itu diyakini banyak
pengamat karena masyarakat sudah mulai merasakan dampak dominasi
negara China di Indonesia. Benarkah Indonesia bisa berubah menjadi
*Angola* dan *Zimbabwe* ?
Tidak ada salahnya kalau rakyat Indonesia meningkatkan kewaspadaan
terhadap kiprah China di Indonesia. Karena tanda tanda dominasi China
di Indonesia sudah mulai terasa. Setelah membanjirya warga Negara
China ke Indonesia, tanda tanda lain adalah mulai diperhitungkannya
pemakaian Yuan sebagai kurs pengganti dolar Amerika.
Dalam suatu kesempatan Presiden Joko Widodo pernah menyatakan bahwa
dolar Amerika Serikat sudah tidak relevan dijadikan acuan dalam
perdagangan dengan negara lain. Kurs mata uang Amerika Serikat ini
dinilai semakin tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.
“Jangan sampai ini mendominasi persepsi ekonomi. Kalau mengukur
ekonomi Indonesia pakai dolar, kita akan kelihatan jelek,” ujarnya
“Menurut saya, kurs rupiah dan dolar bukan lagi tolok ukur yang
tepat.” Jokowi menjelaskan acuan kurs yang relevan pada saat ini
adalah mata uang mitra dagang terbesar Indonesia. “Kalau China yang
terbesar, ya, harusnya yuan yang dipakai sebagai kursnya ” ujarnya.
*Nasionalisme Tiongkok*
Cina sejak reformasi, mengalami masa transformasi dan konvergensi ke
arah kapitalisme yang melahirkan One Country and Two System, yakni
sistem negara dengan eloborasi ideologi komunis dan kapitalis. Dengan
kata lain, model perekonomian boleh saja bebas sebagaimana kapitalisme
berpola mengurai pasar, namun secara politis tetap dalam kontrol
negara yaitu Partai Komunis Cina. China juga mengobarkan semangat
warganya yang dirantau untuk tetap memiliki rasa nasionalisme kepada
tanah leluhurnya.
Pemimpin pemimpin China sudah berulangkali mengingatkan mengenai
fenomena ini kepada warganya yang ada dirantau. Pada perayaan Imlek,
Presiden Cina Xi Jinping dalam pidatonya mengajak semua warga Tionghoa
perantauan untuk mengumpulkan kekuatan dalam rangka mensukseskan
sosialisme ala Tiongkok. “Kita harus mengumpulkan kekuatan yang
berasal dari 1,3 miliar lebih warga China di lebih dari 400 juta rumah
tangga untuk mengupayakan sukses besar sosialisme dengan karakteristik
China,” kata Xi Jinping dikutip dari Xinhua, Jumat (16/2/2018).
Hal itu kata Xi Jinping semata-mata untuk mewujudkan impian China atas
peremajaan negaranya. “Ini untuk era baru dan mewujudkan impian China
atas peremajaan nasional,” sambungnya.Di tahun baru Cina kali ini, Xi
Jinping mengaku puas dan memuji prestasi para warganya khususnya para
Tionghoa perantauan lainnya atas sumbangsih mereka dalam memberikan
pengaruh global selama 2017 untuk China.
Untuk itu, dirinya mengingatkan kepada semua Tionghoa perantauan untuk
selalu cinta pada negara asalnya yakni China. “Kami warga Tionghoa
perantauan akan terus cinta pada tanah air kita dan berkontribusi pada
peremajaan bangsa China yang hebat,” ujar Xi.
Peneliti dari @China Institute of International Studies, Tang Qifang
mengungkapkan bahwa gagasan Xi Jinping untuk menjadikan negara komunis
sebagai kekuatan baru pemerintahan dan ekonomi global merupakan
langkah canggih. Gagasan tersebut, kata dia, lahir dari perubahan
kondisi dunia dan perwujudan dari aspirasi Cina untuk saling berbagi
perdamaian serta pembangunan dunia.
Himbauan dari Perdana Menteri China Xi Jinping diatas rupanya telah di
amalkan dengan baik oleh warganya di manca negara. Diantaranya adalah
konglomerat warga negara Tionghoa yang ada di Indonesia seperti
Sukanto Tanoto.
Suatu kali Sukanto mengatakan bahwa meskipun ia lahir dan besar di
Indonesia serta menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis di
Indonesia, tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu
ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena
saya masih merasa orang Cina,” demikian diucapkan konglomerat Sukanto
Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.
Sukanto yang pemilik *Raja Garuda Emas* (RGE), induk perusahaan yang
bergerak di perkebunan kelapa sawit, kertas dan plywood, ini juga
dengan bangga mengumumkan sumbangannya yang mencapai 5 juta dolar AS
dalam pembangunan Water Cube, sarana olahraga yang digunakan saat
Olimpiade Beijing 2008. Tanpa merasa bersalah, Sukanto yang lahir,
sekolah dan ‘’mendapat karpet merah’’ untuk membangun kerajaan bisnis
di Tanah Air, menyatakan Indonesia hanyalah ayah angkat. Intinya
Keindonesiaan Sukanto Tanoto ternyata hanya sebatas di bibir belaka,
sementara yang bergelora di hatinya tetap negara asalnya, China.
Republik Indonesia bisa merdeka dengan mengorbankan ratusan juta jiwa
warga Indonesia. Kini, Indonesia telah 71 tahun merdeka. Banyak
kalangan yang sudah memetik hasil kemerdekaan Indonesia dan kini
menjadi konglomerat, termasuk Sukanto Tanoto. Ia bisa kaya raya dari
hasil kekayaan tanah tumpah darah Indonesia. Bahkan pemerintah pun
memberi ‘’karpet merah’’ pada Sukanto Tanoto untuk menjalankan
bisnisnya. Namun ternyata, setelah menyaksikan pengakuannya di depan
stasiun televisi Cina, orang menjadi tahu siapa dia sesungguhnya.
Sepertinya dia hanyalah orang asing yang tidak pernah mencintai tanah
kelahirannya.
Sudah barang tentu orang orang tionghoa yang bermental seperti Sukanto
Tanoto itu tidak sedikit jumlahnya. Kini dengan membanjirnya tenaga
kerja asal Cina, bukan saja akan berdampak pada
meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia, tapi juga bisa menjadi
pintu masuk Cina untuk menjajah Indonesia... Kolaborasi antara warga
Tionghoa yang tipis rasa nasionalismenya di tambah pendatang baru dari
China bisa menjadi kekuatan baru untuk menggeser warga asli Indonesia
tercerabut dari kampung halamannya.
**
**Ali Mustofa**
*Ahad Pahing, 18 Maret 2018 Jam 08:41.*
*Dishare Oleh *Abdul Kholik**
*Ahad Wage, 25 Maret 2018 Jam 11.20*
*Sumber :
**https://law-justice.co/penjajah-kuning-sedang-mengintai-indonesia-.html*
**
*https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=351871345315639&id=312662402569867*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com