https://news.detik.com/berita/d-4319915/soal-diksi-keras-jokowi-erick-thohir-semut-diinjak-saja-gigit
Selasa 27 November 2018, 19:50 WIB
Soal Diksi Keras Jokowi, Erick Thohir: Semut
Diinjak Saja Gigit
Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4319915/soal-diksi-keras-jokowi-erick-thohir-semut-diinjak-saja-gigit#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4319915/soal-diksi-keras-jokowi-erick-thohir-semut-diinjak-saja-gigit#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4319915/soal-diksi-keras-jokowi-erick-thohir-semut-diinjak-saja-gigit#>
45 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4319915/soal-diksi-keras-jokowi-erick-thohir-semut-diinjak-saja-gigit#>
Soal Diksi Keras Jokowi, Erick Thohir: Semut Diinjak Saja Gigit Ketua
TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir (Muhammad Ridho/detikcom)
*Jakarta* - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo
<https://www.detik.com/tag/jokowi/?_ga=2.151140094.659390736.1543113852-2133684610.1541659778>-Ma'ruf
Amin, Erick Thohir, membela Jokowi soal diksi yang dinilai keras. Erick
mengibaratkan dengan perlawanan semut saat diinjak.
"Istilah semut, semut itu kecil, /diinjek /saja gigit lo, apalagi
manusia. Saya rasa wajar. Wajar, dan ini bukan beliau mau jadi suka
marah-marah, beliau menyampaikan. Kan cara menyampaikannya beliau
'sabar, sabar' (sambil mengelus dada), tapi masa nggak boleh /ngomong/?"
kata Erick di Koffee Konco Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta
Selatan, Selasa (27/11/2018).
Erick menilai diksi yang disampaikan Jokowi tidak berlebihan.
Menurutnya, Jokowi hanya menyampaikan isi hati.
"Beliau tidak menyerang. Beliau hanya menyampaikan isi hati beliau.
Bahwa kalau dizalimi, ya pasti menjawab dong. Ini ibarat semut, /diinjek
/saja gigit. Coba, coba tikus /dipojokin, ngelawan /nggak?" tegasnya.
*Baca juga: *Pakai Diksi Tabok, Jokowi Dinilai Psy War Tunjukkan Power
<https://news.detik.com/read/2018/11/24/115155/4315183/10/pakai-diksi-tabok-jokowi-dinilai-psy-war-tunjukkan-power>
Erick juga menanggapi istilah 'politik kompor' yang ditujukan kepada
Jokowi. Erick menepis tuduhan itu.
"Nggaklah, begini... kalau dibilang kompor, ya /gimana/ ya, orang yang
sabar dituduh PKI. Dan masyarakat cukup percaya, (jumlahnya) 9 juta.
Masa didiamkan? Kasihan /gitu/," tutur Erick.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menggunakan diksi yang cukup keras saat
membuat pernyataan dalam berbagai kesempatan. Selama ini, Jokowi
cenderung diam sekalipun diserang pihak lawan. Namun, beberapa waktu
terakhir, Jokowi terlihat jengah dan menunjukkan perlawanannya dengan
menggunakan diksi-diksi yang cukup 'panas'.
Setidaknya sudah tiga diksi menarik yang disampaikan Jokowi menjelang
Pilpres 2019. Mulai 'politik genderuwo', 'politikus sontoloyo', dan
terakhir adalah pernyataan ingin tabok penyebar /hoax/ isu PKI yang
menyerang dirinya.
*Erick Bicara soal Adu Data di Pasar ala Jokowi-Sandiaga*
Erick Thohir juga menanggapi adu data soal harga pangan saat blusukan di
pasar ala Jokowi dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Erick menilai
di masa sekarang penting untuk membangun optimisme.
Erick awalnya menyatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia berada pada
angka 5 persen. Dia juga meyakini, berdasarkan data statistik, pada 2030
Indonesia akan menempati posisi ke-9 dalam ekonomi dunia.
"Kenapa kita mesti pesimistis? Kalau saya sih masih optimistis. Ya ini
kembali kalau saya berprinsip ini eranya kita membangun optimisme, bukan
membangun pesimisme. Kalau bangsa kita selalu ditakut-takuti, akhirnya
nggak akan berkembang," kata Erick.
Erick juga menyinggung isu harga pangan yang selalu dibawakan Sandiaga.
Dia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai bagaimana menyikapi isu
tersebut.
"(Isu harga pangan Sandiaga) bukan tidak efektif. Itu bagian dari
kampanye mereka. Apakah itu jelek, bagus itu, kan yang menentukan rakyat
sendiri. Dan kalau saya yakini tadi apa yang saya bilang, ayo kita
jangan juga menjadi hanya fokus di sebuah provinsi. Kita ini mesti
menjadi Indonesia-sentris," jelas Erick.
*Baca juga: Jokowi-Sandiaga 'Bersahutan' dari Pasar
<https://news.detik.com/berita/d-4315955/jokowi-sandiaga-bersahutan-dari-pasar?_ga=2.179469923.659390736.1543113852-2133684610.1541659778>*
Sebelumnya, Jokowi mengaku memperhatikan harga-harga saban hari. Para
menteri dan kepala lembaga terkait biasanya langsung dipanggil ketika
Jokowi melihat ada kenaikan harga bahan pokok. Dia memerintahkan digelar
operasi pasar.
"Kalau harga naik sedikit, Rp 100 perak saja, pasti detik itu juga saya
akan telepon Kepala Bulog, akan saya telepon Menteri Perdagangan, saya
telepon Menteri Pertanian. Hati-hati, harus ada operasi pasar untuk
mengendalikan ini," katanya.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta
Jokowi tidak menutup mata atas kondisi di lapangan. BPN menilai tidak
/fair /jika keluhan warga justru disebut politisasi.
"Jangan sampai Pak Jokowi menyatakan yang disampaikan masyarakat itu
politisasi. Kan kasihan masyarakat. Mereka mengeluh, tapi Pak Jokowi
menutup mata dan bilang ini politisasi. Kan nggak /fair /ya. Seharusnya
koreksi dan bekerja lebih keras lagi," ujar juru bicara BPN
Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan.
*(azr/idh)* erick thohir <https://www.detik.com/tag/erick-thohir/>
jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi/>