https://www.antaranews.com/berita/771991/ratusan-pakar-kutuk-china-atas-
pembangunan-pusat-penahanan-di-xinjiang
Ratusan pakar kutuk China atas
pembangunan pusat penahanan
di Xinjiang
Selasa, 27 November 2018 10:37 WIB
(AKBAR NUGROHO GUMAY/AKBAR NUGR)
Washington (Antara/Reuters) - Berbagai negara harus mengambil tindakan,
misalnya dengan memberikan sanksi, terhadap China terkait penahanan
massal warga etnik Uighur di kawasan Xinjiang di China barat, kata
ratusan pakar pada Senin.
Mereka memperingatkan kegagalan bertindak akan mengisyaratkan penerimaan
"penyiksaan psikologis warga sipil yang tak bersalah."
Dalam beberapa bulan belakangan Beijing telah menerima kecaman dari para
pegiat, akademisi dan pemerintah asing atas penahanan massal dan
pengawasan ketat minoritas Muslim Uighur dan kelompok-kelompok etnis
lain yang tinggal di Xinjiang.
Pada Agustus, panel HAM PBB mengatakan pihaknya telah menerima
laporan-laporan terpercaya bahwa sejuta atau lebih warga Uighur atau
minoritas lain ditahan di kamp rahasia di kawasan itu.
Para wakil dari kelompok 278 pakar dari berbagai negara menyerukan China
dalam jumpa pers di Washington untuk mengakhiri kebijakan-kebijakan
penahanannya, dan sanksi yang diarahkan terhadap pemimpin China dan
perusahaan-perusahaan keamanan yang terkait dengan tindakan-tindakan
tersebut.
"Situasi ini harus diatasi untuk mencegah preseden negatif di masa depan
terkait dengan penerimaan penyiksaan negara terhadap unsur penduduknya,
khususnya atas dasar kesukuan atau agama," kata kelompok tersebut dalam
pernyataannya.
Negara-negara hendaknya mempercepat penerimaan suaka dari minoritas
Muslim di Xinjiang dan juga "mempelopori gerakan bagi tindakan PBB yang
bertujuan menyelidiki sistem pengasingan massal ini dan menutup
kamp-kamp tersebut," katanya.
China menolak kecaman atas aksi-aksinya di Xinjiang, dengan menyatakan
pihaknya melindungi agama dan budaya kaum minoritas, dan langkah-langkah
keamanannya diperlukan untuk memerangi pengaruh kelompok-kelompok
"ektrimis" yang memicu kekerasan di sana.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan dunia hendaknya menepis
"gosip" tentang Xinjiang dan percaya kepada pemerintah.
Tetapi setelah bantahan-bantahan sebelumnya tentang kamp-kamp penahanan
itu, para pejabat China mengatakan beberapa orang bersalah melakukan
pelanggaran ringan dikirim ke pusat-pusat pelatihan "vokasi", tempat
mereka diajari ketrampilan dan pengetahuan hukum yang bertujuan
mengekang militansi.
Penyungting: Mohammad Anthoni M016
Pewarta: Antara/Reuters
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2018