https://otomotif.antaranews.com/berita/772086/gm-akan-tutup-5-pabrik-14-ribu-karyawan-di-phk
GM akan tutup 5 pabrik, 14 ribu karyawan di-PHK
* 27 November 2018 15:29
GM akan tutup 5 pabrik, 14 ribu karyawan di-PHK
Umum
Logo General Motors pada sebuah bus. (https://www.flickr.com - creat)
Jakarta (ANTARA news) - General Motors (GM) akan melakukan Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 14 ribu pekerja di Amerika Utara
dan kemungkinan menutup sebanyak lima pabrik, imbas dari restrukturisasi
perusahaan yang ingin lebih fokus pada produksi kendaraan listrik dan
swakemudi, kata GM dalam pernyataannya, Senin (26/11).
Dilansir AP pada Selasa, jumlah pekerja yang di-PHK mencapai 8 persen
dari total tenaga kerja GM secara global yang berjumlah 180 ribu karyawan.
Restrukturisasi yang dilakukan mencerminkan perubahan pasar otomotif di
Amerika Utara, di mana arah bisnis GM terus bergeser dari mobil biasa
menuju SUV dan truk. Pada bulan Oktober, hampir 65 persen dari kendaraan
baru yang dijual di AS adalah truk atau SUV.
Pengurangan tenaga kerja yang terjadi mencakup sekitar 8.000 karyawan
kerah putih, atau 15 persen dari keseluruhan tenaga kerja kerah putih GM
di Amerika Utara.
Sementara itu, sekitar 3.300 pekerja kerah biru bisa kehilangan
pekerjaan di Amerika serikat dan 2.600 lainnya di pabrik-pabrik di Kanada.
Namun demikian, beberapa pekerja di Amerika Serikat dapat pindah ke
pabrik truk atau SUV untuk meningkatkan produksi. Pemangkasan karyawan
ini menandai perampingan besar GM untuk pertama kalinya sejak merumahkan
ribuan pekerja dalam peristiwa "Resesi Hebat".
Perusahaan juga mengatakan akan menghentikan operasi dua pabrik tambahan
di luar Amerika Utara pada akhir tahun depan, selain penutupan pabrik
yang diumumkan sebelumnya di Gunsan, Korea Selatan.
Langkah yang dilakukan GM kemungkinan akan diikuti oleh Ford Motor, yang
telah mengatakan tentang restrukturisasi dan akan memberhentikan
sejumlah pekerja kerah putih mereka yang tidak ditentukan jumlahnya.
Toyota Motor Corp juga telah membahas pemotongan biaya, meskipun mereka
membangun pabrik perakitan baru di Alabama.
GM bukanlah yang pertama meninggalkan pasar mobil. Fiat Chrysler keluar
dari pasar mobil kecil dan menengah sejak dua tahun lalu, sementara Ford
mengumumkan rencana untuk membuang semua mobil, kecuali mobil sport
Mustang di Amerika Serikat.
PHK terjadi di tengah-tengah perang perdagangan antara Amerika Serikat,
China dan Eropa yang kemungkinan akan menyebabkan harga yang lebih
tinggi untuk kendaraan impor maupun yang diekspor dari Amerika Serikat.
CEO GM Mary Barra mengatakan perusahaan memang tengah menghadapi
tantangan terkait tarif yang disebabkan oleh perang dagang, tetapi dia
tidak secara langsung menghubungkan hal itu dengan PHK yang pihaknya
lakukan.
GM tidak meramalkan kemerosotan ekonomi dan membuat pemangkasan "Untuk
berada di depan ketika perusahaan dan ekonomi sedang kuat," kata Barra
kepada wartawan.
Pabrik yang kemungkinan ditutup termasuk pabrik perakitan di Detroit dan
Oshawa, Ontario, Lordstown, Ohio, serta pabrik transmisi di Warren,
Michigan, dan di dekat Baltimore.
Pengumuman itu mengkhawatirkan para pekerja GM yang bisa kehilangan
pekerjaan mereka.
"Saya tidak tahu bagaimana saya akan memberi makan keluarga saya," ujar
Matt Smith, seorang pekerja di pabrik Ontario, mengatakan pada Senin
(26/11), di luar gerbang selatan pabrik, di mana para pekerja memblokir
truk yang akan masuk atau keluar pabrik.
Pekerja di pabrik Ontario meninggalkan pekerjaan pada Senin (26/11),
tetapi diperkirakan akan kembali pada Selasa.
Barra selanjutnya akan menuju Washington untuk berbicara dengan
penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, menurut seorang pejabat
Gedung Putih yang dirahasiakan identitasnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintah dan anggota
parlemennya mengerahkan "banyak tekanan" pada GM.
Trump mengatakan dia bersikap keras terhadap Barra. Dia telah memberi
tahu perusahaan bahwa Amerika Serikat telah melakukan banyak hal untuk GM.
Serikat pekerja United Auto Workers yang bermarkas di Detroit telah
mengutuk tindakan GM dan mengancam akan melawan.
Bobbi Marsh, yang telah bekerja merakit mobil kompak Chevrolet Cruze di
pabrik Ohio sejak 2008, mengatakan dia tidak dapat mengerti mengapa
pabrik kemungkinan akan ditutup, mengingat ekonomi yang masih kuat.
"Saya tidak percaya presiden kita akan membiarkan ini terjadi," katanya.
Senator Demokrat Sherrod Brown mengatakan langkah ini akan menjadi
bencana bagi kawasan di sekitar Youngstown, Ohio, dan timur Cleveland,
di mana GM adalah salah satu dari beberapa jangkar industri yang tersisa
di kawasan tersebut.
Sebagian besar pekerja yang akan kehilangan pekerjaan mereka, saat ini
bekerja pada produksi mobil konvensional dengan mesin pembakaran internal.
Barra mengatakan industri telah berubah dengan cepat dan bergerak ke
arah mobil dengan penggerak listrik, kendaraan otonom dan berbagi
tumpangan. Maka dari itu GM harus menyesuaikan diri.
Dia mengatakan GM masih mempekerjakan orang dengan keahlian dalam
perangkat lunak dan kendaraan listrik dan otonom.
*Baca juga: General Motors akan tutup pabrik di Kanada
<https://www.antaranews.com/berita/771824/general-motors-akan-tutup-pabrik-di-kanada>*
/Penerjemah: Fathur Rochman/
Copyright © ANTARA 2018