Teknologi kan beriringan dengan peradaban. Ibarat teknologi
adalah kaki kiri, peradaban adalah kaki kanannya. Untuk
bisa maju, dua-duanya ya harus bergerak searah. Tidak boleh
satu ke depan satunya ke samping.
Yang pasti, ke mana pun teknologi bergerak dia haruslah
bermanfaat bagi kehidupan manusia tanpa harus menimbulkan
ketergantungan. Apa yang terjadi pada gempa Palu tempohari
bolehlah dijadikan pelajaran bahwa tidak ada yang bisa dilakukan
ketika jaringan komunikasi dan listrik terputus total. Juga tidak
ada yang bisa dilakukan pilot Lion PK-LQP ketika otomatisasi
tercanggih di pesawat itu mengalami masalah.
Itu baru seputar teknologi yang sepenuhnya di bawah kendali
manusia. Bagaimana nanti dengan AI, teknologi kecerdasan
buatan yang sedang deikembangkan? Tentu, teknologi ini sangat
bermanfaat dalam membantu manusia menjinakkan bom atau
tugas-tugas SAR yang sulit dijangkau regu penolong, misalkan.
Bahkan sekarang ini manusia sedang memikirkan pemanfaatan
robot-robot AI dalam penjelajahan luar angkasa. Dengan demikian,
tidak usah pusing lagi soal stok bahan makanan dlsb. Juga,
sedang dipikirkan untuk menciptakan "tenaga kerja" AI yang
akan sangat berguna dalam proyek pembangunan inftastruktur koloni
di planet lain, sehingga manusia yang asli baru menyusul ke sana
setelah segala prasarana siap - kalau tidak salah Elon ikut nimbrung
dalam proyek koloni AI ini.
Jadi, tidak perlulah manusia dibenturkan dengan teknologi (kecuali
jika nanti tentara AI melakukan pemberontakan terhadap manusia).
Sebab, percuma juga manusia memuja-muja teknologi sedangkan18 tahun lalu saja
manusia modern di negara maju masih pucat pasi
dicekam isu "kiamat" Y2K. Lucu sekali kalau ingat jaman itu.
Tapi tidak ada yang lebih lucu dari orang-orang yang saking pengin
dibilang modern dan ilmiah lantas memamerkan cara berpikir digital,
hitam-putih. Kalau bukan polisi pasti maling; kalau bukan Kowi
pasti Bowo; kalau bukan cebong pasti kampret, dst.
Ha Hah!
--- SADAR@... wrote:
Lho, ... bukankah itu merupakan KEMAJUAN MASYARAKAT dengan adanya modernisasi
teknologi? Dan dalam sejarah perkeembangan masyarakat dari semua dikerjakan
tangan dan produktifitas sangat rendah, tumbuh berkembang dengan adanya
mekanisasi dan automatisasi, ... gunakan komputer lebih heibat lagi!
Tercapailah produksi berlimpah dan kehidupan masyarakatpun lebih makmur!
Dan dalam kenyataan, hanya dengan adanya peningkatan produksi itulah kapitalis
bisa mengembalikan sebagian dari keuntungan BESAR pada buruhnya, dan buruh dari
kerja lebih 12jam/hari menjadi 8jam/hari! Problemnya, dengan adanya mekanisasi,
automatisasi yg maju apakah membuat pengangguran lebih parah dan kehidupan
masyarakat menderita kemiskinan. TIDAK JUGA! Bukankah selama ini dinegaara
kapitalis pun bisa diatasi juga masalah pengangguran itu. Kalau dulu kerja
seminggu setidaknya 6 hari penuh, sekarang bisa 5 hari, ... dan gaji juga bisa
dinaikkan sekalipun sulit mengejar inflasi yg terjadi, setidaknya juga tidak
kelaparan. Bahwa pemilik modal yg jauh lebih diuntungkan, itu masalah pembagian
keuntungan yg masih saja jomplang pada kapitalis saja! Mesti diatur pemerintah
yang berkuasa agar bisa terjadi pembagian keuntungan lebih adil, sekalipun
sulit bisa dikatakan TIDAK MUNGKIN mencapai sama rata sepenuhnya!
Saya perhatikan, dengan adanya elektrisasi dan mekanisasi didesa-desa
terbelakang, nyata banget HASIL nya utk memakmurkan warga desa! Dari semula
warga harus memikul air lebih 3 jam dari sungai jauh dibawah gunung, sekarang
tinggal buka kran sudah bisa gunakan air, ... begitu juga kerja diladang dengan
gunakan mekanisasi, kerja yang sebelumnya dikerjakan lebih 8 jam, sekarang
tidak sampai 2 jam sudah selesai. Kerjaan jauh lebih ringan, tapi hasil
produksi jauh lebih banyak dan dengan demikian penghasilan juga melimpah! BEBAS
dari kemiskinan, ...!
ajeg 於 2/12/2018 13:27 寫道:
Otomatisasi dalam industri sudah pasti
lebih menguntungkan pemodal.
--- jonathangoeij@... wrote:
Tesla sejak awal mula sudah fully automated.
Ada banyak sekali kemajuan technologi yg membuat pekerjaan manusia
hilang/berkurang, internet yg kita pakai ini jg salah satunya bahkan bisa
dibilang biang kerok.
Sejak awal otomatisasi industri banyak tenaga kerja yg terdepak, ttp herannya
di US tdk sedikit yg menentang shg otomatisasi jalan terus di berbagai bidang,
para tenaga kerja beradaptasi dan mempelajari keahlihan baru dan lapangan kerja
yg baru yg terbuka krn adanya penemuan2 baru.
--- ajegilelu@... wrote :
Merebut pekerjaan manusia.
Orang yang kehilangan pekerjaan kan tetap butuh
sandang, pangan, papan. Masih tetap dihisap lewat
berbagai rekening tagihan.
--- jonathangoeij@... wrote:
Kalau dilihat pabrik Tesla yg fully automated seperti foto dibawah
mungkin juga sdh tdk ada lagi penghisapan buruh karena tidak pakai lagi.
Tesla vehicle production. Image source: author.
On Thursday, November 29, 2018, 10:13:55 AM PST, Tatiana Lukman wrote:
Harus tahu apa yang dia maksud dengan being a socialist. Karena
pengertian tentang Sosialisme juga beda-beda. Banyak sekali roang menganggap
welfare states di eropa sebagai negara sosialis. Orang-orang itu hanya melihat
dari segi kemakmuran material, orang tidak mati kedinginan, tidak mati
kelaparan. Kemakmuran itupun sudah sejak lama menyusut turun. Sebuah sistim
ekonomi, sosial politik sosialis bukan hanya membangun masyarakat yang makmur
dari segi material. Yang pokok adalah bagaimana menghilangkan penghisapan,
menghilangkan sifat barang dagangan pada tenaga kerja, artinya tenaga kerja
bukan lagi barang dagangan. Itu sangat tidak mudah. Harus ditemukan cara dan
mekanismenya. Bagaimana supaya kelas buruh betul-betul merasakan bahwa mereka
adalah pemilik sejati dari pabriknya, dari hasil pabriknya. Mao dengan RBKPnya
sebenarnya berada dalam proses mencari dan menemukan mekanisme untuk mewujudkan
itu. Sayang mereka dikalahkan oleh kaum revisionis!!
On Thursday, November 29, 2018, 7:20:04 AM GMT+1, jonathangoeij@...
[wrote:
jadi korban Tesla "imbas dari restrukturisasi perusahaan yang ingin lebih
fokus pada produksi kendaraan listrik dan swakemudi"
omong2 Elon Musk boss Tesla mengatakan dirinya sosialis
Elon MuskVerified account @elonmusk
By the way, I am actually a socialist. Just not the kind that shifts resources
from most productive to least productive, pretending to do good, while actually
causing harm. True socialism seeks greatest good for all.
8:47 AM - 16 Jun 2018
--- jetaimemucho1@... wrote :
Inikah keunggulan kapitalisme yang selalu dibanggakan Chan?? Ini kenyataan
atau fantasi??
On Wednesday, November 28, 2018, 7:50:15 PM GMT+1, Awind wrote:
https://otomotif.antaranews.com/berita/772086/gm-akan-tutup-5-pabrik-14-ribu-karyawan-di-phk
GM akan tutup 5 pabrik, 14 ribu karyawan di-PHK
- 27 November 2018 15:29
Umum Logo General Motors pada sebuah bus. (https://www.flickr.com - creat)
Jakarta (ANTARA news) - General Motors (GM) akan melakukan Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) terhadap sekitar 14 ribu pekerja di Amerika Utara dan kemungkinan
menutup sebanyak lima pabrik, imbas dari restrukturisasi perusahaan yang ingin
lebih fokus pada produksi kendaraan listrik dan swakemudi, kata GM dalam
pernyataannya, Senin (26/11).
Dilansir AP pada Selasa, jumlah pekerja yang di-PHK mencapai 8 persen dari
total tenaga kerja GM secara global yang berjumlah 180 ribu karyawan.
Restrukturisasi yang dilakukan mencerminkan perubahan pasar otomotif di Amerika
Utara, di mana arah bisnis GM terus bergeser dari mobil biasa menuju SUV dan
truk. Pada bulan Oktober, hampir 65 persen dari kendaraan baru yang dijual di
AS adalah truk atau SUV.
Pengurangan tenaga kerja yang terjadi mencakup sekitar 8.000 karyawan kerah
putih, atau 15 persen dari keseluruhan tenaga kerja kerah putih GM di Amerika
Utara.
Sementara itu, sekitar 3.300 pekerja kerah biru bisa kehilangan pekerjaan di
Amerika serikat dan 2.600 lainnya di pabrik-pabrik di Kanada.
Namun demikian, beberapa pekerja di Amerika Serikat dapat pindah ke pabrik
truk atau SUV untuk meningkatkan produksi. Pemangkasan karyawan ini menandai
perampingan besar GM untuk pertama kalinya sejak merumahkan ribuan pekerja
dalam peristiwa "Resesi Hebat".
Perusahaan juga mengatakan akan menghentikan operasi dua pabrik tambahan di
luar Amerika Utara pada akhir tahun depan, selain penutupan pabrik yang
diumumkan sebelumnya di Gunsan, Korea Selatan.
Langkah yang dilakukan GM kemungkinan akan diikuti oleh Ford Motor, yang telah
mengatakan tentang restrukturisasi dan akan memberhentikan sejumlah pekerja
kerah putih mereka yang tidak ditentukan jumlahnya. Toyota Motor Corp juga
telah membahas pemotongan biaya, meskipun mereka membangun pabrik perakitan
baru di Alabama.
GM bukanlah yang pertama meninggalkan pasar mobil. Fiat Chrysler keluar dari
pasar mobil kecil dan menengah sejak dua tahun lalu, sementara Ford mengumumkan
rencana untuk membuang semua mobil, kecuali mobil sport Mustang di Amerika
Serikat.
PHK terjadi di tengah-tengah perang perdagangan antara Amerika Serikat, China
dan Eropa yang kemungkinan akan menyebabkan harga yang lebih tinggi untuk
kendaraan impor maupun yang diekspor dari Amerika Serikat.
CEO GM Mary Barra mengatakan perusahaan memang tengah menghadapi tantangan
terkait tarif yang disebabkan oleh perang dagang, tetapi dia tidak secara
langsung menghubungkan hal itu dengan PHK yang pihaknya lakukan.
GM tidak meramalkan kemerosotan ekonomi dan membuat pemangkasan "Untuk berada
di depan ketika perusahaan dan ekonomi sedang kuat," kata Barra kepada wartawan.
Pabrik yang kemungkinan ditutup termasuk pabrik perakitan di Detroit dan
Oshawa, Ontario, Lordstown, Ohio, serta pabrik transmisi di Warren, Michigan,
dan di dekat Baltimore.
Pengumuman itumengkhawatirkan para pekerja GM yang bisa kehilangan pekerjaan
mereka.
"Saya tidak tahu bagaimana saya akan memberi makan keluarga saya," ujar Matt
Smith, seorang pekerja di pabrik Ontario, mengatakan pada Senin (26/11), di
luar gerbang selatan pabrik, di mana para pekerja memblokir truk yang akan
masuk atau keluar pabrik.
Pekerja di pabrik Ontario meninggalkan pekerjaan pada Senin (26/11), tetapi
diperkirakan akan kembali pada Selasa.
Barra selanjutnya akan menuju Washington untuk berbicara dengan penasihat
ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, menurut seorang pejabat Gedung Putih yang
dirahasiakan identitasnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintah dan anggota
parlemennya mengerahkan "banyak tekanan" pada GM.
Trump mengatakan dia bersikap keras terhadap Barra. Dia telah memberi tahu
perusahaan bahwa Amerika Serikat telah melakukan banyak hal untuk GM.
Serikat pekerja United Auto Workers yang bermarkas di Detroit telah mengutuk
tindakan GM dan mengancam akan melawan.
Bobbi Marsh, yang telah bekerja merakit mobil kompak Chevrolet Cruze di pabrik
Ohio sejak 2008, mengatakan dia tidak dapat mengerti mengapa pabrik kemungkinan
akan ditutup, mengingat ekonomi yang masih kuat.
"Saya tidak percaya presiden kita akan membiarkan ini terjadi," katanya.
Senator Demokrat Sherrod Brown mengatakan langkah ini akan menjadi bencana
bagi kawasan di sekitar Youngstown, Ohio, dan timur Cleveland, di mana GM
adalah salah satu dari beberapa jangkar industri yang tersisa di kawasan
tersebut.
Sebagian besar pekerja yang akan kehilangan pekerjaan mereka, saat ini bekerja
pada produksi mobil konvensional dengan mesin pembakaran internal.
Barra mengatakan industri telah berubah dengan cepat dan bergerak ke arah
mobil dengan penggerak listrik, kendaraan otonom dan berbagi tumpangan. Maka
dari itu GM harus menyesuaikan diri.
Dia mengatakan GM masih mempekerjakan orang dengan keahlian dalam perangkat
lunak dan kendaraan listrik dan otonom.
Baca juga: General Motors akan tutup pabrik di Kanada
Penerjemah: Fathur RochmanCopyright © ANTARA 2018