Jelas Bapak dan konco bin sahabat dapat bahagian. On Sat, Dec 22, 2018 at 9:29 AM ChanCT [email protected] [nasional-list] <[email protected]> wrote:
> > > Divestasi Freeport Selesai, Said Didu Ingatkan Soal Papa Minta Saham > Reporter: Caesar Akbar > Editor: Martha Warta Silaban > Sabtu, 22 Desember 2018 15:15 WIB > 0 KOMENTAR > <https://bisnis.tempo.co/read/1157928/divestasi-freeport-selesai-said-didu-ingatkan-soal-papa-minta-saham/full&view=ok#comments> > 000 > > - Arial Roboto Times Verdana > - > - > - > > [image: Ilustrasi infografis] > <https://statik.tempo.co/data/2015/12/03/id_460377/460377_620.jpg> > > Ilustrasi infografis "Asal Mula 'Papa Minta Saham'". (Ilustrasi:KORAN > TEMPO) > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>, Jakarta* - Bekas Staf khusus Menteri Energi > dan Sumber Daya Mineral Muhammad Said Didu mengingatkan pemerintah agar > mengisolasi PT Freeport <https://www.tempo.co/tag/freeport> Indonesia > dari kepentingan politik pasca rampungnya divestasi saham kepada PT > Indonesia Asahan Alumunium alias Inalum. Pasalnya, persoalan perusahaan > tambang emas dan tembaga itu rawan kepentingan politik. > > BACA: Usai Divestasi, Komisaris dan Direksi Freeport Indonesia Dirombak > <https://bisnis.tempo.co/read/1157742/usai-divestasi-komisaris-dan-direksi-freeport-indonesia-dirombak> > > "Bisnis ini adalah bisnis yang sangat besar dan berisiko tinggi. Saya > berharap jangan lagi ada benalu atau pihak-pihak yang mau menumpang hidup > di Freeport," ujar Didu di D'Consulate, Jakarta, Sabtu, 22 Desember 2018. > > Ia lantas merujuk kasus 'Papa Minta Saham' yang sempat hangat di kalangan > masyarakat pada 2015. Istilah tersebut sempat mencuat saat Setya Novanto > yang waktu itu menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ketahuan mencatut > nama Presiden Joko Widodo untuk meminta imbalan saham PT Freeport Indonesia. > > Menurut Said, ia sangat memahami duduk persoalan divestasi saham tersebut > lantaran sempat ikut berunding. Ia juga sempat ikut membongkar perkara > 'Papa Minta Saham' itu ke kalangan publik. Kasus tersebut dinilai sebagai > puncak gunung es lantaran banyaknya tokoh yang bermain di PT Freeport. > > "Jadi semua tokoh itu harus dibersihkan agar utang yang cukup besar oleh > Inalum itu tidak rugi, Freeport itu enggak selalu untung," kata Didu. > > Terlepas dari itu, Said Didu menilai proses divestasi itu sebenarnya biasa > saja. Peristiwa serupa pernah terjadi saat Indonesia mengambil Inalum dari > kepemilikan Jepang, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja negara. "Jadi > itu suatu langkah korporasi biasa." > > ADVERTISEMENT > > Divestasi itu juga, menurut Didu, mau tidak mau memang kondisinya harus > terjadi lantaran beberapa faktor. Misalnya, habisnya kontrak dan Freeport > harus memperpanjang sebelum 2021, adanya kewajiban memenuhi Undang-undang > Mineral dan Batubara. > > Di samping itu, Freeport > <https://bisnis.tempo.co/read/1157914/inalum-menebus-saham-freeport-segini-nilainya> > ternyata juga sedang mau menjual sahamnya, di saat Freeport memang mau > menjual sahamnya. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga didukung lantaran > Inalum bisa mendapatkan utang untuk membeli dan kebijakan pemerintah yang > mendukung. "Jadi lima hal ini sekaligus mendukung," kata dia. "Analisis > saya, ini langkah terbaik dari pilihan yang banyak dan ribet." > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_-8850807743371014930_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
