Mata Andi Arief itu yang perlu dicongkel dulu.
    Den måndag 31 december 2018 18:52:12 CET, kh djie [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> skrev:  
 
     

Kok jadi anak buahnya jendral kardus. Apa sekarang sudah dapat bagian kardus ?
Pada tanggal Sen, 31 Des 2018 pukul 16.20 Awind [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

     
 


 
 
owi-sumbangkan-matanya-untuk-novel-baswedan/full&view=ok
 
 
 Andi Arief: Jokowi Sumbangkan Matanya Untuk 
 
 
Novel Baswedan 
   Reporter: 
Dewi Nurita
   Editor: 
Syailendra Persada
  Senin, 31 Desember 2018 12:00 WIB     
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seusai menghadiri perayaan 
hari jadi Partai Demokrat yang ke-17 dan ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono 
yang ke-69 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 
2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
  
TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Demokrat Andi Arief menyindir Presiden Joko 
Widodo atau Jokowi yang dinilai tidak mampu menuntaskan kasus penyiraman air 
keras terhadap Novel Baswedan. Hal tersebut diungkapkan aktivis 1998 itu 
membalas sindiran soal kasus penculikan 1998 yang membawa-bawa nama calon 
presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.
 
Baca: Novel Baswedan Sebut Banyak Pegawai KPK Alami Teror
 
"Jika masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pembunuhan masa lalu, 
sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, 
Jokowi ngapain aja?," cuit Andi Arief lewat akun twitter-nya @AndiArief, 
kemarin.
 
Menurut Andi, Jokowi lebih baik menyumbangkan matanya kepada Novel Baswedan 
karena selama ini hanya menutup mata terhadap kekerasan yang terjadi pada 
penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. 
 
"Orang yang kejam itu adalah orang yang tahu dan punya kewenangan mengungkap 
masalah tetapi memilih diam. Dimana kejamnya? mementingkan jabatannya ketimbang 
keadilan," cuit anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi ini.
 
Sudah setahun lebih sejak Novel Baswedan diserang orang tak dikenal pada April 
2017. Novel disiram menggunakan air keras seusai salat subuh di Masjid 
Al-Ihsan. Namun, hingga kini, polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan.
 
Simak: Ditanya Kasus Penganiayaan Novel Baswedan, Begini Jawaban Jokowi
 
Koalisi masyarakat terus mendesak Presiden Jokowi mengungkap kasus penganiayaan 
itu dengan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan. 
Namun, Presiden Jokowi tak kunjung membentuk TPGF. Dia mengatakan, masih 
mempercayakan pengungkapan kasus tersebut kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal 
Tito Karnavian.
 
 
       
   -  Andi Arief 
   -  TGPF Novel Baswedan 
   -  Novel Baswedan 
   -  Jokowi 
  
  
  
                                                                                
 =============== 
  
  
https://nasional.tempo.co/read/1160275/andi-arief-jokowi-tuntaskan-dulu-novel-baswedan-
 baru-bicara-ham/full&view=ok
   
 Andi Arief: Jokowi Tuntaskan dulu Novel 
 
 
Baswedan, Baru Bicara HAM 
   Reporter: 
Dewi Nurita
   Editor: 
Syailendra Persada
  Senin, 31 Desember 2018 12:22 WIB     
Terpampang spanduk ungkapan kekecewaan KPK kepada Presiden Jokowi terkait 16 
bulan kasus penyiraman Novel Baswedan , Jumat 21 Juli 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ
  
TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Demokrat Andi Arief menilai kubu calon presiden 
inkumben Joko Widodo atau Jokowi hanya memanfaatkan isu penculikan 1998 menjadi 
komoditas dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.
 
Baca: Andi Arief: Jokowi Sumbangkan Matanya Untuk Novel Baswedan
 
Sementara, ujar aktivis 1998 itu, ada kasus penyiraman air keras terhadap Novel 
Baswedan yang berada di depan mata dan belum bisa diselesaikan Jokowi selama 
empat tahun pemerintahannya.
 
"Kubu Jokowi hanya menjadikan kasus penculikan 1998 sebagai komoditas politik. 
Menurut saya, selesaikan dulu yang di depan mata soal Novel, buktikan ada 
komitmen soal penegakan HAM, anti-kekerasan, dan lainnya," ujar Andi saat 
dihubungi Tempo pada Senin, 31 Desember 2018.
   
Sebagai salah satu aktivis 1998 yang pernah ditangkap oleh Tim Mawar pimpinan 
Prabowo Subianto, Andi pernah membela Ketua Umum Gerindra itu dengan menyebut 
kejadian pada 1998 itu bukanlah penculikan tetapi penangkapan. Andi menganggap 
aksi penangkapan tersebut bukanlah inisiatif pribadi dari Prabowo yang menjabat 
Komandan Jenderal Kopassus saat itu.
 
Menurutnya, tak masuk akal aksi yang melibatkan sejumlah instansi negara 
seperti TNI dan Polri tanpa sepengetahuan Panglima ABRI. Namun, menjelang 
pilpres 2019, dia menyatakan tak akan menjelaskan apapun untuk membela Prabowo 
terkait peristiwa 1998 itu. "Saya menolak jadi komoditas politik," ujar dia.
 
Kendati demikian, dia menyatakan akan terus menagih penyelesaian hukum kasus 
1998. "Saya mengejar penyelesaian, bukan komoditas politik. Sampai kapanpun 
saya akan kejar penyelesaiannya," ujar dia.
 
Seperti diketahui, Prabowo Subianto pernah dituding menculik sejumlah aktivis 
mahasiswa saat terjadinya reformasi 1998. Prabowo pernah disidangkan Dewan 
Kehormatan Perwira pada 24 Juli 1998. Prabowo yang saat itu berpangkat Letnan 
Jenderal dan merupakan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat 
(Kostrad) dipecat.
 
Dalam surat rekomendasi DKP bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP itu menyebut sebelas 
pertimbangan yang melatari rekomendasi pemecatan Prabowo. Antara lain, 
penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran prosedur, seperti pengabaian sistem 
operasi dan disiplin hukum di lingkungan ABRI.
 
Sementara itu, sudah setahun lebih sejak Novel Baswedan diserang orang tak 
dikenal pada April 2017. Novel disiram menggunakan air keras seusai salat subuh 
di Masjid Al-Ihsan. Namun, hingga kini, polisi belum juga menangkap pelaku 
penyerangan.
 
Simak: Alghifari Tak Yakin Prabowo Bisa Tuntaskan Kasus Novel Baswedan
 
Koalisi masyarakat sipil terus mendesak Presiden Jokowi mengungkap kasus 
penganiayaan itu dengan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel 
Baswedan.
  
     
   -  Andi Arief 
   -  Novel Baswedan 
   -     
 
   
  
  
  
  
  
  
  

   
  #yiv0562719813 #yiv0562719813 -- #yiv0562719813ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-mkp #yiv0562719813hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mkp #yiv0562719813ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mkp .yiv0562719813ad 
{padding:0 0;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mkp .yiv0562719813ad p 
{margin:0;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mkp .yiv0562719813ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-sponsor 
#yiv0562719813ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-sponsor #yiv0562719813ygrp-lc #yiv0562719813hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-sponsor #yiv0562719813ygrp-lc .yiv0562719813ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0562719813 #yiv0562719813actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0562719813
 #yiv0562719813activity span {font-weight:700;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv0562719813 #yiv0562719813activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0562719813 #yiv0562719813activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv0562719813 #yiv0562719813activity span 
.yiv0562719813underline {text-decoration:underline;}#yiv0562719813 
.yiv0562719813attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv0562719813 .yiv0562719813attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv0562719813 .yiv0562719813attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0562719813 .yiv0562719813attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0562719813 .yiv0562719813attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv0562719813 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv0562719813 .yiv0562719813bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0562719813 
.yiv0562719813bold a {text-decoration:none;}#yiv0562719813 dd.yiv0562719813last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0562719813 dd.yiv0562719813last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0562719813 
dd.yiv0562719813last p span.yiv0562719813yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv0562719813 div.yiv0562719813attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv0562719813 div.yiv0562719813attach-table 
{width:400px;}#yiv0562719813 div.yiv0562719813file-title a, #yiv0562719813 
div.yiv0562719813file-title a:active, #yiv0562719813 
div.yiv0562719813file-title a:hover, #yiv0562719813 div.yiv0562719813file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0562719813 div.yiv0562719813photo-title a, 
#yiv0562719813 div.yiv0562719813photo-title a:active, #yiv0562719813 
div.yiv0562719813photo-title a:hover, #yiv0562719813 
div.yiv0562719813photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0562719813 
div#yiv0562719813ygrp-mlmsg #yiv0562719813ygrp-msg p a 
span.yiv0562719813yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0562719813 
.yiv0562719813green {color:#628c2a;}#yiv0562719813 .yiv0562719813MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv0562719813 o {font-size:0;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813photos div {float:left;width:72px;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0562719813
 #yiv0562719813reco-category {font-size:77%;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813reco-desc {font-size:77%;}#yiv0562719813 .yiv0562719813replbq 
{margin:4px;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-mlmsg select, #yiv0562719813 input, #yiv0562719813 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-mlmsg pre, #yiv0562719813 code {font:115% 
monospace;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-mlmsg #yiv0562719813logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-msg 
p#yiv0562719813attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-reco #yiv0562719813reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-sponsor 
#yiv0562719813ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-sponsor #yiv0562719813ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-sponsor #yiv0562719813ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv0562719813 #yiv0562719813ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0562719813 
#yiv0562719813ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv0562719813   

Kirim email ke