Komunitas Internasional Ramai Tanggapi Pidato Tahun Baru Presiden Xi
http://indonesian.cri.cn/20190102/d61d71d4-cd0e-70f0-9dcb-a052bf677c60.html
2019-01-02 10:55:26
Menjelang tibanya tahun baru 2019, Presiden Tiongkok Xi Jinping
menyampaikan pidato tahun baru 2019, di mana meninjau kembali prestasi
2018 dan memandang peluang dan tantangan pada tahun baru. Komunitas
internasional beramai-ramai menanggapi dan mengapresiasi pidato Presiden
Xi tersebut.
Ketua Pusat Riset Inovasi Asia di bawah Wadah Pemikir Indonesia Bambang
Suryono mengatakan, pada 2018, kurang lebih 10 juta penduduk miskin
Tiongkok melepaskan kemiskinan, ini adalah prestasi yang luar biasa di
dunia. Secara menyeluruh mengentaskan kemiskinan di Tiongkok, boleh
dikatakan sebagai satu tonggak dalam sejarah manusia.
Mantan Duta Besar Mesir untuk Tiongkok Aly Houssam El-Din Mahmoud
El-Hefny berpendapat, sebanyak 10 juta penduduk Tiongkok melepaskan
kemiskinan, hal ini memperlihatkan ketetapan hati pemerintah Tiongkok
untuk secara menyeluruh mengentaskan kemiskinan di negerinya.
Deputi rektor/The Free University of Berlin/, ahli bahasa Tionghoa Klaus
Muhlhahn mengatakan, sejumlah prestasi yang dikemukakan Presiden Xi
dalam pidatonya, termasuk reformasi dan keterbukaan, pengentasan
kemiskinan, telah dengan besar-besar mengagumkan dunia. Hasil-hasil luar
biasa yang dicapai Tiongkok justru terwujudkan melalui reformasi dan
keterbukaan.
Direktur Fakultas Ilmu Timur Institut Ekonomi Rusia Alexey Maslov
mengatakan, Tiongkok sedang aktif mendorong implementasi politik
reformasi dan keterbukaan, di atas dasar pola pembangunan yang sesuai
dengan keadaan negara sendiri.
Peraih medali persahabatan reformasi Tiongkok, Presiden Club 48 Grup
Inggris Stephen Perry menunjukkan, Tiongkok telah mencapai prestasi yang
luar biasa di dunia.
Peraih medali persahabatan reformasi Tiongkok yang juga ahli masalah
Tiongkok dari Amerika, Robert Lawrence Kuhn mengatakan, kepada seluruh
dunia, pidato tahun baru Presiden Xi telah mengumumkan ketetapan hati
dan harapan indah Tiongkok pada masa depan.
Direktur Institut Keamanan Nasional Pakistan Asanga Abeyagoonasekera
mengatakan, pidato Presiden Xi itu menyatakan bahwa Tiongkok akan terus
bergandengan tangan dengan negara-negara dunia untuk mewujudkan
kemakmuran bersama.
Direktur Fakultas Hubungan Internasional Universitas Rio Brasil Mauricio
Santoro mengatakan, pada 2018, dengan inisiatif “Sabuk dan Jalan”,
penyelenggaraan CIIE dan pembentukan Zona Perdagangan Bebas Hainan,
Tiongkok telah memperlihatkan ketetapan hatinya untuk memperluas
keterbukaan, mendukung multilateralisme dan globalisasi.
Profesor dari Universitas Jawaharlal Nehru yang juga ahli bahasa
Mandarin B.R.Deepak menyatakan, pidatonya presiden Xi telah
memperlihatkan pembangunan dan hasil-hasil Tiongkok pada 2018. Meskipun
akan menghadapi berbagai risiko dan tantangan, Tiongkok tetap akan
mencurahkan tenaga untuk memperdalam lebih lanjut reformasi dan keterbukaan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com