Sekarang Gus Dur tidak ada, yang ada ialah Ma'ruf Amin -Jokowi & Co. Jadi tunggu saja tanggal pertunjukan filmnya.🙇🤔 Waktu Gus Dur menjabat presiden dan sebagai panglima tertinggi TNI, beliau tidak perintahkan TNI untuk mencegah pengiriman Laskar Jihad dari Jawa ke Sulawesi Tengah dan Maluku.
On Thu, Jan 3, 2019 at 4:29 AM [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Tokoh pluralis ini mengatakan, sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus > 1945, masalah pluralisme sudah selesai dengan penghapusan tujuh kata > dalam sila pertama Piagam Jakarta, yang kemudian menjadi Pancasila. Tujuh > kata itu ".....dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya > ". > > "Jadi, kalau hari ini ada yang membawa-bawa lagi ke syariat itu. Menurut > saya, mereka tidak mengerti sejarah," ujar dia. > > ... > Adik Gus Dur Anggap Tes Baca Al Quran bagi Capres Tidaklah Urgen > <https://nasional.tempo.co/read/1160591/adik-gus-dur-anggap-tes-baca-al-quran-bagi-capres-tidaklah-urgen/full&view=ok> > > Reporter: Dewi Nurita > Editor: Rina Widiastuti > Selasa, 1 Januari 2019 14:44 WIB > > > [image: Lily Wahid. TEMPO/Imam Sukamto] > <https://statik.tempo.co/data/2011/11/03/id_95596/95596_620.jpg> > > Lily Wahid. TEMPO/Imam Sukamto > > TEMPO.CO, Jakarta - Adik kandung Gus Dur, Lily Chodidjah Wahid alias Lily > Wahid menilai, tes baca Al Quran > <https://www.tempo.co/tag/tes-baca-al-quran> untuk pasangan calon > presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden > 2019, tidaklah urgen. "Saya menganggap hal itu tidak urgen," ujar Lily di > kediaman Ma'ruf Amin di Jakarta pada Senin, 31 Desember 2018. > > Baca: Soal Tes Baca Al Quran untuk Capres, Amien Rais: Itu Lucu Sekali > <https://nasional.tempo.co/read/1160576/soal-tes-baca-al-quran-untuk-capres-amien-rais-itu-lucu-sekali/full&view=ok> > > Menurut dia, kaum muslim yang waras pikirannya dan memiliki perhatian > terhadap agama, otomatis akan memilih pemimpin yang bisa menjadi panutan > dalam keislaman. "Jadi enggak usah dibawa-bawa Al Quran lah. Seperti halnya > kalimat tauhid, sebaiknya enggak usah dijadikan bendera. Laa ilaaha > illallah itu tempatnya di hati, bukan di mana-mana," ujar dia. > > Tokoh pluralis ini mengatakan, sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus > 1945, masalah pluralisme sudah selesai dengan penghapusan tujuh kata dalam > sila pertama Piagam Jakarta, yang kemudian menjadi Pancasila. Tujuh kata > itu ".....dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya". > > "Jadi, kalau hari ini ada yang membawa-bawa lagi ke syariat itu. Menurut > saya, mereka tidak mengerti sejarah," ujar dia. > > Usul diadakan tes baca Al Quran itu disampaikan oleh Ikatan Dai Aceh > beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin > Ishak mengatakan, hal tersebut untuk mengakhiri polemik keislaman capres > dan cawapres. > > Baca juga: Kata Adik Gus Dur soal Orang-orang NU di Kubu Prabowo > <https://pilpres.tempo.co/read/1160392/kata-adik-gus-dur-soal-orang-orang-nu-di-kubu-prabowo> > > Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto > mengatakan, tes baca Al Quran tak perlu dilakukan. Hasto mengaku paham > bagaimana masyarakat Aceh mendambakan sosok pemimpin yang agamis. Kendati > demikian, menurut ia, pemimpin agamis yang ideal itu tercermin dari > tindakan. “Agamis itu diukur dari tindakan, bukan dari klaim,” kata dia, > kemarin. > > Juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik > Mudjahid juga menganggap tak perlu ada ujian membaca Al Quran. Yang lebih > penting, kata dia, pemahaman para calon pemimpin itu terhadap Al Quran, > serta kitab-kitab suci lain. > > "Kemampuan membaca Al Quran bukan syarat, tapi sebagai advantage saja, > sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan," kata Sodik melalui > keterangan tertulis, Ahad, 30 Desember 2018. > > >
