ngomong apa adanya, GD jg yg mengijinkan penerapan syariah di Aceh.
    On Thursday, January 3, 2019, 12:14:55 AM PST, Sunny ambon 
<[email protected]> wrote:  
 
 Sekarang Gus Dur tidak ada, yang ada ialah Ma'ruf Amin -Jokowi & Co. Jadi 
tunggu saja tanggal pertunjukan filmnya.🙇🤔Waktu Gus Dur menjabat presiden dan 
sebagai panglima tertinggi TNI, beliau tidak perintahkan TNI untuk mencegah 
pengiriman Laskar Jihad dari Jawa ke Sulawesi Tengah dan Maluku. 
On Thu, Jan 3, 2019 at 4:29 AM [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:

     


Tokoh pluralis ini mengatakan, sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, 
masalah pluralisme sudah selesai dengan penghapusan tujuh kata dalam sila 
pertama Piagam Jakarta, yang kemudian menjadi Pancasila. Tujuh kata itu 
"......dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya".




"Jadi, kalau hari ini ada yang membawa-bawa lagi ke syariat itu. Menurut saya, 
mereka tidak mengerti sejarah," ujar dia.

....

Adik Gus Dur Anggap Tes Baca Al Quran bagi Capres Tidaklah Urgen


Reporter: 
Dewi Nurita
Editor: 
Rina Widiastuti
Selasa, 1 Januari 2019 14:44 WIB





Lily Wahid. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Adik kandung Gus Dur, Lily Chodidjah Wahid alias Lily Wahid 
menilai, tes baca Al Quran untuk pasangan calon presiden dan calon wakil 
presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, tidaklah urgen. "Saya 
menganggap hal itu tidak urgen," ujar Lily di kediaman Ma'ruf Amin di Jakarta 
pada Senin, 31 Desember 2018.

Baca: Soal Tes Baca Al Quran untuk Capres, Amien Rais: Itu Lucu Sekali

Menurut dia, kaum muslim yang waras pikirannya dan memiliki perhatian terhadap 
agama, otomatis akan memilih pemimpin yang bisa menjadi panutan dalam 
keislaman. "Jadi enggak usah dibawa-bawa Al Quran lah. Seperti halnya kalimat 
tauhid, sebaiknya enggak usah dijadikan bendera. Laa ilaaha illallah itu 
tempatnya di hati, bukan di mana-mana," ujar dia.



Tokoh pluralis ini mengatakan, sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, 
masalah pluralisme sudah selesai dengan penghapusan tujuh kata dalam sila 
pertama Piagam Jakarta, yang kemudian menjadi Pancasila. Tujuh kata itu 
"......dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya".

"Jadi, kalau hari ini ada yang membawa-bawa lagi ke syariat itu. Menurut saya, 
mereka tidak mengerti sejarah," ujar dia.

Usul diadakan tes baca Al Quran itu disampaikan oleh Ikatan Dai Aceh beberapa 
waktu lalu. Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak 
mengatakan, hal tersebut untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres.



Baca juga: Kata Adik Gus Dur soal Orang-orang NU di Kubu Prabowo

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto mengatakan, 
tes baca Al Quran tak perlu dilakukan. Hasto mengaku paham bagaimana masyarakat 
Aceh mendambakan sosok pemimpin yang agamis. Kendati demikian, menurut ia, 
pemimpin agamis yang ideal itu tercermin dari tindakan. “Agamis itu diukur dari 
tindakan, bukan dari klaim,” kata dia, kemarin.

Juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik 
Mudjahid juga menganggap tak perlu ada ujian membaca Al Quran. Yang lebih 
penting, kata dia, pemahaman para calon pemimpin itu terhadap Al Quran, serta 
kitab-kitab suci lain.



"Kemampuan membaca Al Quran bukan syarat, tapi sebagai advantage saja, sehingga 
tes baca tulis tidak perlu dilakukan," kata Sodik melalui keterangan tertulis, 
Ahad, 30 Desember 2018.


   
  

Kirim email ke