Sri Mulyani Kenalkan SiMoDis untuk Ekspor Impor
Reporter:
Dias Prasongko
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Selasa, 8 Januari 2019 08:16 WIB
0KOMENTAR
<https://bisnis.tempo.co/read/1162593/sri-mulyani-kenalkan-simodis-untuk-ekspor-impor/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berbincang
dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) saat pembukaan perdagangan
2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019. ANTARA
<https://statik.tempo.co/data/2019/01/02/id_808452/808452_720.jpg>
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berbincang
dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) saat pembukaan perdagangan
2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019. ANTARA
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri KeuanganSri
Mulyani<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>mengatakan adanya Sistem
informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika atau SiMoDIS membuat
alur barang ekspor-impor dan alur dokumen yang dipegang oleh Kementerian
Keuangan bisa terintegrasi dengan data alur uang yang dikelola oleh Bank
Indonesia (BI).
Baca:Sri Mulyani Sebut Rupiah Menguat Karena APBN Bagus
<https://bisnis.tempo.co/read/1162500/sri-mulyani-sebut-rupiah-menguat-karena-apbn-bagus/full&view=ok>
"Kenapa itu penting karena tentu konsistensi dari keseluruhan alur
barang dokumen dan alur dana itu akan memberikan suatu gambaran yang
komplit bagi pemerintah dan BI mengenai ekspor dan impor," kata Sri
Mulyani ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019.
Senin kemarin, BI dan Kementerian Keuangan telah menyepakati kerja sama
pemanfaatan dan pemantauan yang terintegrasi atas data dan/atau
informasi devisa terkait kegiatan ekspor dan impor melalui Sistem
informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika atau SiMoDIS.
Kebijakan ini sebetulnya bukan hal yang benar-benar baru karena telah
dirintis sejak 2012. BI mencatat sejak diimplementasikan pada 2012,
kepatuhan eksportir dalam memenuhi ketentuan penerimaan Devisa Hasil
Ekspor (DHE) terus membaik dan mencapai 98,0 persen pada November 2018.
Sri Mulyani menjelaskan kesepakatan ini juga diambil untuk mendukung
program kebijakan ekonomi pemerintah yang lain terutama mengenai adanya
insentif pajak dari ekspor-impor mengenai pengembalian DHE ke dalam
negeri. Karena itu, informasi yang akurat, terkini dan detail mengenai
arus barang dan juga dana tersebut menjadi penting bagi Kementerian
Keuangan dan Bank Indonesia.
ADVERTISEMENT
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, kesepakatan ini
diharapkan akan terus diperkuat. Tidak hanya dengan BI tetapi juga
dengan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sebagai regulator institusi
keuangan domestik.
"Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, kami bisa bersama-sama sebagai
institusi yang mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal terus bisa
menjaga dinamika serta pelayanan dari kegaiatan ekspor impor,"
kataSri<https://bisnis.tempo.co/read/1162494/sri-mulyani-dana-penanggulangan-bencana-tahun-ini-rp-15-triliun>Mulyani
<https://bisnis.tempo.co/read/1162494/sri-mulyani-dana-penanggulangan-bencana-tahun-ini-rp-15-triliun>.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com