Dua replika singa siap pecahkan rekor MURI
Selasa, 15 Januari 2019 10:26 WIB
Dua replika singa siap pecahkan rekor MURI
Warga keturunan Tionghoa memanggul tandu berisi 'kongcho' saat perayaan
Cap Go Meh di Klenteng Dewi Welas Asih, Cirebon, Jawa Barat, Jumat
(2/3/2018). Perayaan Cap Go Meh dengan membawa sejumlah patung dewa
(kongcho) keliling kota tersebut sekaligus mengakhiri perayaan Imlek
tahun 2569/2018. (ANTARA /Dedhez Anggara)
Pontianak (ANTARA News) - Dua replika singa raksasa siap untuk
memecahkan rekor Muri, dimana dua Singa raksasa ini juga akan menjadi
ikon pada pelaksanaan Imlek dan Cap Go Meh yang akan dilaksanakan di
Kota Singkawang.
"Selain dimeriahkan 12 Naga Bulan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota
Singkawang juga akan dimeriahkan dua replika singa raksasa setinggi 8,88
meter," kata Ketua Harian Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang,
Tjhai Leonardi di Singkawang, Selasa.
Ia menambahkan, pengerjaan replika singa raksasa ini sudah mencapai 80
persen. "Kedua replika singa ini ditargetkan akan memecahkan rekor MURI
2019," sebutnya.
Pengerjaannya sudah dilakukan sejak 4 bulan lalu, dengan melibatkan
putra daerah Singkawang asli dari kalangan tuna rungu. "Jadi kita buat
agar ada suatu ikon Cap Go Meh dan keduanya akan kita pajang di Stadion
Kridasan," ujarnya.
Pengunjung yang datang ke Stadion Kridasana untuk menyaksikan acara
pentas seni budaya bisa melihatnya.
Singa setinggi 8,88 meter memiliki makna karena angka 8 merupakan angka
yang sempurna sehingga perayaan Imlek dan Cap Go Meh di tahun ini
berjalan sukses.
Dengan demikian, melalui kegiatan Imlek dan Cap Go Meh, dapat
memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan untuk NKRI. Apalagi pada tahun
ini, Kota Singkawang terpilih sebagai kota paling toleran se-Indonesia,
kata Tjhai Leonardi.
"Maka melalui pesta budaya inilah kita bisa saling mendukung dan
betul-betul kita rayakan dengan baik," ujarnya.
Panitia berjanji akan membuat perayaan ini lebih berkualitas lagi
mengingat event ini sudah dikenal secara nasional bahkan International,
ujarnyam
"Kami berharap perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang ini bisa
menjadi barometernya bagi para dunia. Sehinga kunjungan wisatawan maupun
Mancanegara bisa berbondong-bondong ke Kota Singkawang," ungkapnya.
Dia juga menargetkan, penempatan kedua replika singa raksasa ini di
Stadion Kridasana bisa dilakukan pada akhir Januari 2019. "Saat ini juga
kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak keamanan bagaimana cara
membawa kedua reflika singa raksasa ini ke Stadion Kridasana," katanya.
Karena, lanjutnya pembukaan pentas seni budaya Imlek dan Cap Go Meh
dibuka pada tanggal 3 Februari 2019 sore. "Jadi silahkan kepada
masyarakat Singkawang maupun luar Singkawang datang menyaksikannya,"
katanya.
*Baca juga:Jelang Imlek, Singkawang jaga stabilitas harga kebutuhan
pokok
<https://www.antaranews.com/berita/684531/jelang-imlek-singkawang-jaga-stabilitas-harga-kebutuhan-pokok>
Baca juga:Singkawang siap gelar perayaan Cap Go Meh
<https://www.antaranews.com/berita/683989/singkawang-siap-gelar-perayaan-cap-go-meh>*
Pewarta:Rendra Oxtora
Editor: Zita Meirina
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com