https://pilpres.tempo.co/read/1165239/seperti-2014-silam-marzuki-kill-the-dj-tetap-
dukung-jokowi/full&view=ok
<https://pilpres.tempo.co/read/1165239/seperti-2014-silam-marzuki-kill-the-dj-tetap-dukung-jokowi/full&view=ok>
Seperti 2014 Silam, Marzuki Kill The DJ Tetap
Dukung Jokowi
Reporter:
Pribadi Wicaksono (Kontributor)
Editor:
Tulus Wijanarko
Selasa, 15 Januari 2019 19:04 WIB
0 komentar
<https://pilpres.tempo.co/read/1165239/seperti-2014-silam-marzuki-kill-the-dj-tetap-dukung-jokowi/full&view=ok#comments>
101
#
#
#
#
Marzuki Mohammad, Jogja Hip Hop Foundation.(TEMPO/Dwianto Wibowo)
<https://statik.tempo.co/data/2011/03/17/id_68330/68330_620.jpg>
Marzuki Mohammad, Jogja Hip Hop Foundation.(TEMPO/Dwianto Wibowo)
*TEMPO.CO*, *Yogyakarta* - Marzuki Kill The DJ
<https://nasional.tempo.co/read/1165137/lagunya-untuk-kampanye-prabowo-marzuki-kill-the-dj-lapor-polisi>
menyatakan masih mendukung Joko Widodo alias Jokowi dalam Pilpres 2019
ini. Musisi yang bernama asli Marzuki Mohammad itu juga mendukung Jokowi
pada 2014 silam.
Dalam Pilpres 2014 itu, Marzuki Kill The DJ bahkan telah menggubah
sebuah lagu untuk menunjukkan dukungannya berjudul /Bersatu padu Coblos
No 2/. Saat itu, berpasangan dengan Jusuf Kalla, Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> memang memiliki nomor 2 dalam konstestasi.
Lagu /Bersatu Padu Coblos No 2/ itu diluncurkan di kanal Youtube. Dalam
video tersebut, rapper Jawa ini memakai kemeja putih dan sekilas memang
mirip Jokowi. Marzuki juga menyanyikannya dalam sebuah panggung di
Yogyakarta.
“Walau mendukung Jokowi pada 2014 lalu, saya pun tak pernah sekalipun
menggunakan lagu /Jogja Istimewa/ ini untuk kampanye politik,” ujar
Marzuki di temui di Polda DIY Selasa 15 Januari 2019.
Marzuki mendatangi Polda DIY untuk melaporkan dua akun media sosial
–masing-masing twiter dan instagram- atas nama @CakKhum yang diduga
pertama kali memviralkan video lagu /Jogja Istimewa/ yang telah diubah
liriknya menjadi berisi dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Namun Marzuki menepis tudingan jika pelaporan itu karena perbedaan
pilihan politiknya dengan akun yang ia laporkan. “Bahkan Pemda DIY pun
juga pernah saya somasi karena memakai lagu itu tanpa izin untuk suatu
acara, ini bukan soal dukung Jokowi atau Prabowo,” ujarnya.
Marzuki menuturkan, lagu /Jogja Istimewa/ itu baginya merupakan lagu
yang memiliki nilai historis luar biasa dan ia anggap sebagai pelunasan
hutang rasa cintanya pada Yogya. Dalam membuat lagu itu ia terinspirasi
kepemimpinan Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan juga petuah
petuah Soekarno, Presiden RI pertama.
Marzuki menuturkan baginya penting menyuarakan protes terkait
pengambilan hak cipta atas karyanya itu sebagai pembelajaran bagi
publik. Agar dalam memperjuangkan sesuatu orang juga menghargai karya
orang lainnya.
“Ada hak-hak kekayaan intelektual seorang seniman yang harus dijaga, dan
semua lagu saya terdaftar hak ciptanya, kalau mau menggunakan seharusnya
izin dulu,” kata Marzuki Kill The DJ.
*PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)*