https://www.antaranews.com/berita/787821/china-minta-perusahaan-
negara-hindari-kunjungan-bisnis-ke-as
China minta perusahaan negara
hindari kunjungan bisnis ke AS
Selasa, 15 Januari 2019 22:08 WIB
Direktur Keuangan Huawei Meng Wanzhou (REUTERS)
Beijing (Antara/Reuters) - Pemerintah China telah meminta perusahaan
negara untuk tidak melakukan kunjungan bisnis ke Amerika Serikat dan
negara sekutunya serta tetap berhati-hati dengan memasang pelindung bagi
perangkat komputer jika tetap perlu melakukan perjalanan ke sana,
seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (15/1).
Komisi Pengawasan dan Adminstrasi Aset-Aset Milik Negara (SASAC), yang
menangani sekitar 100 perusahaan negara, dalam beberapa pekan terakhir
meminta para eksekutif agar hanya membawa komputer jinjing milik
perusahaan untuk penggunaan di luar negeri jika harus berangkat.
Imbauan itu juga meliputi peringatan perjalanan ke negara-negara lain
anggota pakta pertukaran intelijen Five Eyes, yaitu Inggris, Kanada,
Australia, dan Selandia Baru.
Hingga saat ini, SASAC belum menanggapi permintaan untuk berkomentar
tentang imbauan tersebut.
Sebuah perusahaan energi milik negara, baru-baru ini telah memperketat
aturan pengamanan teknologi bagi para karyawannya yang bepergian ke AS,
kata seorang sumber di perusahaan tersebut kepada Reuters.
Beberapa karyawan perusahaan itu tidak diizinkan membawa komputer
jinjing ketika berkunjung ke AS dan juga diperintahkan untuk menghapus
semua data dan informasi terkait pekerjaan dari telepon genggam pribadi
sebelum berangkat, kata sumber tersebut.
Penahanan yang baru-baru ini dikenakan terhadap seorang pejabat tinggi
perusahaan raksasa teknologi China Huawei di Kanada --atas permintaan
pihak berwenang AS-- menjadi sorotan di tengah ketegangan antara China
dan AS yang meningkat.
Penahanan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran perusahaan-perusahaan
Amerika yang beroperasi di China, di tengah perang dagang yang sudah
menegangkan antara kedua negara.
Hubungan China dengan Kanada juga membeku sejak Meng Wanzhou, kepala
keuangan dan "pewaris" Huawei, ditahan. Atas tindakan itu, China telah
memperingatkan akan melakukan tindakan, yang tidak disebutkan, kecuali
jika Meng dibebaskan.
China juga telah menahan Michael Kovrig, seorang diplomat Kanada yang
sedang cuti dari Kedutaan di Bejing, serta Michael Spavor, seorang
konsultan Kanada, atas kecurigaan membahayakan keamanan negara.
Pewarta: Antara
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019