Mahfud: Dua Capres Belum Berikan Harapan Baru Penegakan Hukum
Selasa , 22 Januari 2019 | 15:05
http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5937/mahfud__belum_ada_harapan_baru_dalam_penegakan_hukum
Mahfud: Dua Capres Belum Berikan Harapan Baru Penegakan Hukum
Sumber Foto Istimewa
Prof. Dr Mahfud MD
POPULER
Kembali JK Kritik Pembangunan LRT
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5937/ekonomi/read/5940/%22>Mulai
Hari Ini Lion Air dan Wings Air Berlakukan Bagasi Berbayar
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5937/ekonomi/read/5936/%22>Mahfud:
Dua Capres Belum Berikan Harapan Baru Penegakan Hukum
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5937/ekonomi/read/5937/%22>Pagi
Ini IHSG Dibuka Negatif
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5937/ekonomi/read/5946/%22>Rupiah
Pagi Ini Dibuka di Level Rp14.195
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/5937/ekonomi/read/5945/%22>
Listen to this
JAKARTA--Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai dua
pasangan calon presiden dan calon wakil presiden belum menunjukkan
harapan baru dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di
Indonesia.
"Tidak ada harapan baru karena isunya dari periode ke periode itu-itu
saja, dari Pilpres 2004, 2009, 2014 dan saat ini sehingga saya belum
melihat adanya harapan baru untuk strategi baru," kata Mahfud dalam diskusi
bertajuk "Menakar Komitmen Capres/Cawapres Terhadap Penegakan Hukum dan
Pemberantasan Korupsi",
di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan berdasarkan catatannya, tidak ada paslon yang bisa
memenuhi janjinya dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi karena
masing-masing paslon memiliki barisan yang punya masalah hukum. Mahfud
menilai kedua paslon juga tidak menyinggung adanya strategi mengatasi
persoalan masih adanya tindakan birokrasi yang terkooptasi kekuatan politik.
"Birokrasi kita itu semua bisa diperjualbelikan, birokrasi dikooptasi
kekuatan politik. Apa yang dijanjikan oleh dua pasangan ini? Tidak ada,
padahal di sana masalahnya, di samping yang diselesaikan di
pengadilan semua capres menjanjikan itu, namun tidak ada," ujarnya.
Menurut dia, selama ini seakan-akan korupsi hanya terjadi di pengadilan
namun masalahnya ada di birokrasi dan terkooptasi politik namun tidak
ada yang menunjukkan strategi bagaimana membersihkan
birokrasi tersebut. Selain itu dia menilai untuk urusan korupsi masa
lalu, ada hakim, jaksa dan Polisi yang ingin berbuat baik namun tidak
bisa karena diteror masa lalu misalnya ada Kepala Kejaksaan Tinggi
dipecat karena ingin menungkap sebuah kasus.
Menurut dia, siapa yang bisa menjanjikan penyelesaian seperti itu karena
adanya sikap saling sandera dan dirinya pernah mengusulkan adanya potong
pejabatnya dan sistem pengontrolan bersama. "Kalau tidak seperti itu,
mencari komisi kebenaran dan putus hubungan dengan masa lalu sehingga
kita bisa menata lagi sejak awal," ujarnya.
Dia menilai seorang pemimpin yang tampil harus berani membersihkan
birokrasi dari kooptasi politik dan melepaskan masa lalu.
Sumber Berita:Antaranews.com
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com