Ya jelas bukan najis untuk anda, sang Menteri!! bukan anda dan keluarga anda
yang harus menderita untuk bayar utang!! Tidak aneh kata-kata pembelaan keluar
dari agennya IMF dan Bank Dunia!!
On Wednesday, January 23, 2019, 7:49:55 PM GMT+1, Awind
[email protected] [temu_eropa] <[email protected]> wrote:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397806/sri-mulyani-utang-bukan-sesuatu-yang-najis?tag_from=wp_beritautama
Rabu, 23 Jan 2019 22:54 WIB
Sri Mulyani: Utang Bukan Sesuatu yang
Najis
Hendra Kusuma - detikFinance Share 0 Tweet 0 Share 0 25 komentar
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance FOKUS BERITA Utang RI Tembus Rp 4.000
Triliun Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa
pemerintah telah mencatat, mengelola, dan menggunakan utang pemerintah dengan
prinsip kehati-hatian. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir soal pengelolaan
utang pemerintah.
Hal itu diungkapkan saat menjadi pembicara kunci di acara Rakernas Kementerian
Agama Tahun 2019 dengan tema "Akselerasi Manajemen Keuangan Kementerian Agama"
di Hotel Shangri-La, Jakarya, Rabu (23/1/2019).
Menurut Sri Mulyani, utang itu bukan sesuatu hal yang dilarang selama
pengelolaannya dilakukan dengan baik dan memenuhi kaidah-kaidah aturan
perundang-undangan dan tujuannya demi percepatan pembangunan.
"Utang itu bukan sesuatu yang najis," kata Sri Mulyani.
| Baca juga: Sri Mulyani: Utang Populer karena Sekarang Musim Politik |
Ia menambahkan, pemerintah menjamin pengelolaan utang saat ini sudah baik
karena sudah mempertimbangkan seluruh risiko yang ada. Rasio utang bahkan terus
dijaga agar tidak sampai membebani keuangan negara.
Ia bahkan rela mempertaruhkan predikat sebagai menteri terbaik dunia. Menurut
Sri Mulyani, predikat 'menteri terbaik dunia' tak mungkin disematkan padanya
bila ia tak mampu mengelola keuangan negara dengan baik.
"Saya ingat yang membicarakan mengenai utang, harusnya kamu dalam mengelola
utang harus teliti, catatlah utang secara teliti dan hati-hati, ya saya
mengikuti itu, kalau saya tidak mengikuti itu tidak mungkin jadi menteri
keuangan terbaik dunia, tidak mungkin," tegas Sri Mulyani.
| Baca juga: Sri Mulyani: Negara Maju Punya Utang Lebih Banyak |
(hek/dna)
===============
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397648/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik
Rabu, 23 Jan 2019 21:00 WIB
Sri Mulyani: Utang Populer karena Sekarang
Musim Politik
Hendra Kusuma - detikFinance Share 0 Tweet 0 Share 0 22 komentar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Maikel Jefriando FOKUS BERITA
Utang RI Tembus Rp 4.000 Triliun Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mengatakan utang menjadi topik populer karena saat ini tahun politik.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara di acara Rakernas Kementerian
Agama Tahun 2019 dengan tema Akselerasi Manajemen Keuangan Kementerian Agama di
Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Awalnya Sri Mulyani menjelaskan mengenai APBN Indonesia yang masih didesain
dengan defisit, yaitu pendapatan lebih kecil dibanding belanja negara.
"Kalau total belanja lebih banyak dari penerimaan maka kita defisit, defisit
itu didanai oleh utang, yang sekarang populer karena musim politik," kata Sri
Mulyani.
| Baca juga: Kurangi Utang, Prabowo-Sandi bakal Pangkas Proyek Infrastruktur |
Menurut Sri Mulyani Utang pemerintah itu sudah ada sejak era kepemimpinan
Presiden Soeharto dan kini ramai karena musim politik.
"Padahal dari sananya utang itu sudah ada," ujar Sri Mulyani.
| Baca juga: Sri Mulyani: Negara Maju Punya Utang Lebih Banyak |
Mengutip data APBN KiTa, Jakarta, Selasa (22/1/2019), utang pemerintah pada
Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Angka ini naik Rp 22,33
triliun dari bulan November yang sebesar Rp 4.395,97 triliun.
Utang ini terdiri dari pinjaman serta penerbitan Surat Utang Negara (SBN).
Pinjaman yang ditarik pemerintah di 2018 tercatat mencapai Rp 805,62 triliun.
| Baca juga: Kritik soal Utang, BPN: Cicilan Lebih Besar dari Anggaran
Infrastruktur |
Sebagian besar sisanya, merupakan hasil penerbitan SBN pemerintah di 2018 yang
mencapai Rp 3.612,69 triliun atau 81,77% dari total utang pemerintah pusat.
Surat berharga negara tersebut dibagi menjadi dua yakni denominasi rupiah yang
mencapai Rp 2.601,63 triliun dan denominasi valas yang mencapai Rp 1.011,05
triliun.
Yang jelas, total utang pemerintah yang sebesar Rp 4.418,30 triliun itu sama
dengan 29,98% dari produk domestik bruto (PDB) yang berdasarkan data sementara
Rp 14.735,85 triliun. Itu berarti utang pemerintah masih jauh di bawah batas
yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60% dari PDB. (hek/hns)
#yiv3894590887 #yiv3894590887 -- #yiv3894590887ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-mkp #yiv3894590887hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mkp #yiv3894590887ads
{margin-bottom:10px;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mkp .yiv3894590887ad
{padding:0 0;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mkp .yiv3894590887ad p
{margin:0;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mkp .yiv3894590887ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-sponsor
#yiv3894590887ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-sponsor #yiv3894590887ygrp-lc #yiv3894590887hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-sponsor #yiv3894590887ygrp-lc .yiv3894590887ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3894590887 #yiv3894590887actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3894590887
#yiv3894590887activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3894590887
#yiv3894590887activity span {font-weight:700;}#yiv3894590887
#yiv3894590887activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv3894590887 #yiv3894590887activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3894590887 #yiv3894590887activity span
span {color:#ff7900;}#yiv3894590887 #yiv3894590887activity span
.yiv3894590887underline {text-decoration:underline;}#yiv3894590887
.yiv3894590887attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv3894590887 .yiv3894590887attach div a
{text-decoration:none;}#yiv3894590887 .yiv3894590887attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3894590887 .yiv3894590887attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3894590887 .yiv3894590887attach label a
{text-decoration:none;}#yiv3894590887 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv3894590887 .yiv3894590887bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3894590887
.yiv3894590887bold a {text-decoration:none;}#yiv3894590887 dd.yiv3894590887last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3894590887 dd.yiv3894590887last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3894590887
dd.yiv3894590887last p span.yiv3894590887yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv3894590887 div.yiv3894590887attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv3894590887 div.yiv3894590887attach-table
{width:400px;}#yiv3894590887 div.yiv3894590887file-title a, #yiv3894590887
div.yiv3894590887file-title a:active, #yiv3894590887
div.yiv3894590887file-title a:hover, #yiv3894590887 div.yiv3894590887file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3894590887 div.yiv3894590887photo-title a,
#yiv3894590887 div.yiv3894590887photo-title a:active, #yiv3894590887
div.yiv3894590887photo-title a:hover, #yiv3894590887
div.yiv3894590887photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3894590887
div#yiv3894590887ygrp-mlmsg #yiv3894590887ygrp-msg p a
span.yiv3894590887yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3894590887
.yiv3894590887green {color:#628c2a;}#yiv3894590887 .yiv3894590887MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv3894590887 o {font-size:0;}#yiv3894590887
#yiv3894590887photos div {float:left;width:72px;}#yiv3894590887
#yiv3894590887photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3894590887
#yiv3894590887photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3894590887
#yiv3894590887reco-category {font-size:77%;}#yiv3894590887
#yiv3894590887reco-desc {font-size:77%;}#yiv3894590887 .yiv3894590887replbq
{margin:4px;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-mlmsg select, #yiv3894590887 input, #yiv3894590887 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-mlmsg pre, #yiv3894590887 code {font:115%
monospace;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-mlmsg #yiv3894590887logo
{padding-bottom:10px;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-msg
p#yiv3894590887attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-reco #yiv3894590887reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-sponsor
#yiv3894590887ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-sponsor #yiv3894590887ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-sponsor #yiv3894590887ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv3894590887 #yiv3894590887ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3894590887
#yiv3894590887ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv3894590887