https://fokus.tempo.co/read/1169104/yang-menunggu-dan-yang-gelisah-dengan-janji-anies-di-bukit-
duri/full&view=ok
Yang Menunggu dan Yang Gelisah dengan Janji
Anies di Bukit Duri
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Zacharias Wuragil
Sabtu, 26 Januari 2019 15:30 WIB
Anak-anak menunggu perahu eretan untuk menyeberang Kali Ciliwung di
Kelurahan Bukit Duri, Jakarta, 6 Januari 2017. Meski warga Kelurahan
Bukit Duri yang terdampak penggusuran memenangkan gugatan di PTUN
Jakarta Selatan, proyek normalisasi tetap dilanjutkan. ANTARA/Yudhi
Mahatma <https://statik.tempo.co/data/2017/01/06/id_570218/570218_620.jpg>
Anak-anak menunggu perahu eretan untuk menyeberang Kali Ciliwung di
Kelurahan Bukit Duri, Jakarta, 6 Januari 2017. Meski warga Kelurahan
Bukit Duri yang terdampak penggusuran memenangkan gugatan di PTUN
Jakarta Selatan, proyek normalisasi tetap dilanjutkan. ANTARA/Yudhi Mahatma
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Resah menanti realisasi janji Gubernur DKI
Jakarta Anies <https://www.tempo.co/tag/anies> Baswedan bukan hanya
dialami warga korban gusuran proyek normalisasi Sungai Ciliwung di Bukit
Duri, Jakarta Selatan. Sejumlah warga penyewa hunian di sebuah wisma
yang masih tegak berdiri, sekitar 200 meter menjauh dari tepian
Ciliwung, juga gelisah.
Baca:
Komunitas CWarga Bukit Duri: Program CAP Anies Hanya Beautifikasi
<https://metro.tempo.co/read/1123924/komunitas-warga-bukit-duri-program-cap-anies-hanya-beautifikasi>
Di atas lahan Wisma Ciliwung itulah nantinya akan didirikan hunian baru
berupa Kampung Susun untuk warga korban gusuran. Mereka, terdiri dari 89
keluarga dan 4 perwakilan kelompok, telah memenangkan gugatan class
action hingga ke tingkat banding pada Oktober 2017. Anies telah berjanji
menuruti pembangunan kampung susun itu setelah menolak ajukan kasasi
atas putusan gugatan tersebut.
Janji belum juga terealisasi hingga akhir pekan ini. Tapi Nurhadi, 47
tahun, penghuni kontrakan di Wisma Ciliwung, tak bisa menutupi
kegelisahannya. Dia berharap Anies dan Pemerintah DKI nantinya juga ikut
memerhatikan nasib orang-orang yang saat ini diam di Wisma Ciliwung.
"Saya bayar Rp 500 ribu per bulan di sini. Di mana lagi di tengah kota
Jakarta tempat tinggal dapat segitu?" ujar Nurhadi ketika ditemui, Jumat
25 Januari 2019.
Baca:
Kampung Susun Ala Anies, Ini Kekecewaan Warga Bukit Duri
<https://metro.tempo.co/read/1123958/kampung-susun-ini-kekecewaan-warga-bukit-duri-kepada-pemprov-dki>
Nurhadi, sehari-hari bekerja sebagai ojek sepeda motor pangkalan,
menuturkan sudah tinggal di Wisma Ciliwung sejak 1997. Ia pindah ke
wisma itu dari kontrakan sebelumnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Nurhadi mengaku sudah nyaman tinggal di tepian Ciliwung itu, meskipun
kondisi wisma kumuh dan tua. Wisma Ciliwung bercat kusam, temboknya
berjamur, dan pagar berkarat. "Kalau nanti disuruh pindah buat warga
gusuran, ya saya mau aja. Tapi perhatiin juga lah," ujar dia mengiba.
Kondisi Wisma Ciliwung, tempat yang diusulkan kelompok Ciliwung Merdeka
sebagai kampung susun untuk korban gusuran Bukit Duri, Jakarta Selatan,
Jumat, 25 Januari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Ujang Supana, petugas keamanan yang bekerja untuk PT Setia
Ciliwung--pengelola sekaligus mengklaim pemilik lahan Wisma Ciliwung,
menambahkan bahwa unit-unit bukan cuma disewa untuk hunian. Ada juga
kantor dan gudang. Dia menghitung ada puluhan perusahaan, didominasi
logistik, menyewa di sana. Sedang ratusan warga tinggal dengan
mengontrak di bagian dalam wisma.
Baca:
CAP Bukit Duri, Anies Sebut Konsultan Salah
<https://metro.tempo.co/read/1124136/untuk-cap-bukit-duri-anies-baswedan-sebut-konsultan-salah/full&view=ok>
Meskipun terlihat kumuh, puluhan mobil milik penghuni dan perusahan
terparkir di bagian dalam wisma itu. Mobil-mobil itu tak terlihat kumuh
sama sekali. Truk pengangkut logistik juga hilir mudik. "Biaya ngontrak
Rp 500 - 600 ribu per bulan, ga tahu kalau yang harga sewa kantor," ujar
Ujang.
Yang Menunggu dan Yang Gelisah dengan Janji
Anies di Bukit Duri
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Zacharias Wuragil
Sabtu, 26 Januari 2019 15:30 WIB
Anak-anak menunggu perahu eretan untuk menyeberang Kali Ciliwung di
Kelurahan Bukit Duri, Jakarta, 6 Januari 2017. Meski warga Kelurahan
Bukit Duri yang terdampak penggusuran memenangkan gugatan di PTUN
Jakarta Selatan, proyek normalisasi tetap dilanjutkan. ANTARA/Yudhi
Mahatma <https://statik.tempo.co/data/2017/01/06/id_570218/570218_620.jpg>
Anak-anak menunggu perahu eretan untuk menyeberang Kali Ciliwung di
Kelurahan Bukit Duri, Jakarta, 6 Januari 2017. Meski warga Kelurahan
Bukit Duri yang terdampak penggusuran memenangkan gugatan di PTUN
Jakarta Selatan, proyek normalisasi tetap dilanjutkan. ANTARA/Yudhi Mahatma
Sepanjang Jumat lalu tak ada staf atau perwakilan dari manajemen PT
Setia Ciliwung yang bisa ditemui. Namun terpisah, Ketua Komunitas
Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi, mengabarkan DKI masih menegosiasikan
pembelian lahan bakal kampung susun itu. Sandyawan termasuk di antara
yang mengajukan class action.
Baca:
Anies Baswedan Ralat Keputusan Soal Anggaran Shelter Bukit Duri
<https://metro.tempo.co/read/1126405/anies-baswedan-ralat-keputusan-soal-anggaran-shelter-bukit-duri>
"Memang panjang sekali prosesnya tapi sekarang sudah pada tahap
pembelian lahan," katanya, Jumat lalu.
Menurut Sandyawan, dia terakhir kali rapat dengan Dinas Perumahan Rakyat
dan Kawasan Permukiman DKI pada tahun lalu. Hasil rapat adalah
pembangunan kampung susun hanya di atas lahan 5000 meter persegi dari
tuntutan 1,6 hektare.
Cagub DKI Jakarta nomor urut 3, Anis Baswedan dikalungi kain sebagai
cinderamata oleh warga saat menghadiri syukuran kemenangan warga Bukit
Duri di lokasi gusuran pemukiman bantaran kali Ciliwung, Bukit Duri,
Jakarta, 9 Januari 2017. Dalam kesempatan tersebut, Anies juga
menandatangani deklarasi Bukit Duri Bebas Penggusuran dan melakukan
pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur warga atas kemenangan gugatan di
Pengadilan Tata Usaha Negara. TEMPO/M Iqbal Ichsan
"Sebaiknya tanyakan kepada mereka (dinas) karena ada detail-detail,"
ujar Sandyawan.
Baca:
Tiga Kali Menang, Ini Tuntutan Korban Penggusuran Bukit Duri
<https://metro.tempo.co/read/1110141/tiga-kali-menang-ini-tuntutan-korban-penggusuran-bukit-duri>
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Kelik
Indriyanto menepis perihal perbedaan luas lahan itu. Dia hanya
mengatakan, pembangunan menunggu sertifikasi lahan di Wisma Ciliwung
seluas 1,6 hektare atau 16 ribu meter persegi.
"Saat ini proses peningkatan hak milik atau sertifikasi masih di
pemilik," kata Kelik menunjuk lokasi lahan di Jalan Bukit Duri Tanjakan,
Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, itu. "Sampai sekarang lokasi
tersebut yang sudah diusulkan," ujar Kelik.
Baca:
Sebagian Warga Bukit Duri Tuntut Uang, Anies: Kita Bicarakan Dulu
<https://metro.tempo.co/read/1128013/soal-ganti-rugi-bukit-duri-anies-baswedan-kita-bicarakan-dulu>
Untuk rencana pembangunan itu, Kelik menambahkan, pemilik lahan harus
merampungkan proses sertifikasi terlebih dulu. Ini sesuai dengan
Peraturan Gubernur Nomor 82 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengadaan Tanah
Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.
Kelik menuturkan, Dinas Perumahan DKI di era Gubernur Anies
<https://metro.tempo.co/read/1127640/anies-baswedan-klaim-jokowi-setuju-soal-bukit-duri> Baswedan telah
berupaya membantu proses sertifikasi tersebut. Caranya dengan
melayangkan surat ke Kantor Pertanahan Jakarta Selatan.
Sebelumnya
<https://fokus.tempo.co/read/1169104/yang-menunggu-dan-yang-gelisah-dengan-janji-anies-di-bukit-duri?page_num=1>
1
<https://fokus.tempo.co/read/1169104/yang-menunggu-dan-yang-gelisah-dengan-janji-anies-di-bukit-duri?page_num=1>2