Airlangga: Industri Daur Ulang Topang Implementasi Ekonomi Berkelanjutan
Reporter:
Muhammad Hendartyo
Editor:
Kodrat Setiawan
Jumat, 1 Februari 2019 09:52 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal kendaraan Alat Mekanis
Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang telah dimodifikasi pada Indonesia
Modification Expo (IMX) 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18
November 2018. Kendaraan karya anak bangsa ini memiliki daya angkut
sebesar 700 kg. ANTARA/Indrianto Eko SuwarsoMenteri Perindustrian
Airlangga Hartarto menjajal kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan
(AMMDes) yang telah dimodifikasi pada Indonesia Modification Expo (IMX)
2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Kendaraan karya
anak bangsa ini memiliki daya angkut sebesar 700 kg. ANTARA/Indrianto
Eko Suwarso
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
mengatakanindustri <https://www.tempo.co/tag/industri>daur ulang
menopang implementasi ekonomi berkelanjutan.Selain telah menjadi tren
dunia, konsep tersebut juga dinilai mampu berkontribusi besar dalam
menerapkan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan yang menjadi tujuan
dari Sustainable Development Goals (SDGs).
*Baca juga:**Kemenperin Beberkan 5 Strategi untuk Bersaing di Industri
4.0
<https://bisnis.tempo.co/read/1170858/kemenperin-beberkan-5-strategi-untuk-bersaing-di-industri-4-0>*
“Industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak yang luas
dalam mewujudkan circular economy di Indonesia," kata Airlangga Hartarto
dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Januari 2019.
Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi PT Hilon Felt di Karanganyar,
Jawa Tengah. Aktivitas produksi pabrik ini, salah satunya adalah mendaur
ulang botol plastik bekas menjadi polyester fiber atau kapas sintetis.
PT Hilon Felt juga memproduksi dan mengembangkan produk functional
textile, antara lain geotextile, hometextile, bedding goods serta
tekstil untuk keperluan otomotif. Hal itu, kata Airlangga sejalan dengan
penerapan roadmap dalam pengembangan tekstil dan pakaian sesuai era
industri 4.0.
“Salah satu dari 10 prioritas nasional di dalam inisiatif Making
Indonesia 4.0 adalah mengakomodasi standar-standar keberlanjutan. Oleh
karena itu, konsep circular economy dapat meningkatkan nilai tambah di
dalam negeri," kata Airlangga.
Prinsip utama yang dikenal dalam konsep ekonomi berkelanjutan adalah 5R,
yaitu pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce), optimasi
penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse), penggunaan
material hasil dari proses daur ulang (recycle), proses perolehan
kembali (recovery) atau dengan melakukan perbaikan (repair).
"Jadi circular economy, mulai dari perencanaan, kemudian bahan baku
produksi, sampai dengan ke customer. Misalnya, plastik dari botol ini,
yang sudah dipakai customer dan menjadi waste, di-recycle lagi bisa dibuat
menjadi polyester fiber," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungannya bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita,
Airlangga memberikan apresiasi kepada PT Hilon Felt sebagai salah satu
pionir dalam industri daur ulang. “Ke depan, akan semakin meningkat
kebutuhan dalam negeri dan pengaplikasian technical textile di seluruh
aspek kehidupan mulai dari agri-tech sampai dengan mobile-tech," kata dia.
Airlangga berharap PT Hilon Felt terus berkomitmen untuk melakukan
investasi, inovasi dan diversifikasi produk yang dapat menjadi
andalanindustri <https://www.tempo.co/tag/industri>dalam pemenuhan
kebutuhan dalam negeri serta peningkatan ekspor. Perusahaan yang
menyerap tenaga kerja sebanyak 420 orang ini, memiliki total nilai
penjualan ke pasar domestik dan ekspor hingga Rp 173 miliar per tahun.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com