Apakah Presiden Jokowi client dari Rand Corporation?Atau sekedar nyomot dari 
internet? 
https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/perspectives/PE100/PE198/RAND_PE198.pdf---

Jokowi Klaim 'Propaganda Rusia' Dikutip dari RAND Corporation
CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 23:21 WIBBagikan :    Ilustrasi Calon 
Presiden Nomor 01, Joko Widodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Jakarta, CNN 
Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pernyataanya mengenai 
'propaganda Rusia' tidak ada sangkut pautnya dengan negara yang dipimpin 
Presiden Vladimir Putin. Dia menyatakan mengutip istilah itu dari sebuah 
artikel yang diterbitkan RAND Corporation, sebuah lembaga pemikir (think tank) 
dan analis kebijakan global di Amerika Serikat.

"Kita tidak berbicara mengenai negara, bukan negara Rusia. Itu adalah 
terminologi dari artikel RAND Corporation," ujar Jokowi usai hadir dalam acara 
silaturahmi HUT ke-72 HMI di Jakarta, Selasa (5/2). 

Jokowi tak menjelaskan secara rinci perihal istilah 'propaganda Rusia' yang 
diucapkannya. Ia hanya menyebut istilah isu sesuai dengan yang ada di dalam 
artikel.

| 
Lihat juga:
 Sandi Imbau BPN Tak Tanggapi Jokowi soal Konsultan Rusia |

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan semburan kebohongan, dusta, dan hoaks bisa 
mempengaruhi serta membuat ragu orang untuk memilih. Taktik itu, lanjut dia, di 
beberapa negara dimainkan dengan data yang konkret.


"Semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan 
membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya memang di 
negara-negara lain itu tanpa didukung data-data yang konkret," ujarnya.

Atas pejelasan itu, Jokowi kembali menegaskan istilah yang diucapkannya tidak 
ada kaitannya dengan negara Rusia. Sebab, ia mengaku memiliki hubungan yang 
sangat baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

| 
Lihat juga:
 TKN Pastikan Jokowi Ofensif Selama Kubu Prabowo Tebar Hoaks |

"Sekali lagi ini bukan urusan negara apa kita Indonesia dengan Rusia, bukan.. 
Saya dengan presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya," ujar Jokowi. 
(jps/ayp)

Kirim email ke