Sepengetahuannya sih dia tidak pernah bohong. 
Makanya enteng saja tuding orang lain berdusta. 

Hal yang sama terjadi di semua persoalaan, terutama 
soal identitas/intoleransi yang mendadak meningkat tajam 
keganasannya 7-8 tahun belakangan. 
Dunia seperti kelihatan terbalik di sana. Normal jadinya 
Ratna Sarumpaet dia puji jujur.
Itu masalahnya.
--- ilmesengero@... wrote:

Masalahnyanya seperti cerita Jokowi kepada anak-anak sekaloh bahwa beliau tidak 
minum kopi, tetapi ternyata minum kopi. Lidah Jokowi yang keseleo ataukah 
memang begitu terkandung dalam pikirannya penuh dengan apa yang dikatakan 
"tagqia",  membohong menurut taqgia tidak apa-apa demi untuk menyelamatkan 
diri, Kalau soal sepele diputarbalikan, lantas bagaimana dengan masalah-masalah 
besar, misalnya kemajuan ekonomi daan angka kemiskinan menurun? hehehehehehehe, 
On Tue, Feb 5, 2019 at 10:01 PM Jonathan Goeij wrote:

Mau mengutip sebenarnya nggak apa2, tapi mestinya mbok ya pinter dikit, 
pemakaian kata "propaganda Rusia" mengartikan Rusia yg melakukan propaganda. 
Tempo hari Budiman Soedjatmiko juga mengutip hal yang sama tetapi istilah yang 
dipakai “the firehose of falsehood”, tidak tahu kenapa kok Jokowi tidak mau 
pakai istilah yang sama?

--- ajegilelu@... wrote:
Jokowi mengutip? Dari RAND??? 
Hahahaǃǃǃ
Maksud hati mau pamer pengetahuan malah
jadi ketahuan tidak tahu apa-apa tentang sekelilingnya... 
Kalau begini caranya ya pantes dia nggak tau kenapa 
semua aset yang diserahkan ke RRC serba macet / tersendat. 
Musti belajar banyak dari Neng Tulsi untuk ngendus RAND ini mah.
   --- jonathangoeij@... wrote:

Apakah Presiden Jokowi client dari Rand Corporation?Atau sekedar nyomot dari 
internet? 
https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/perspectives/PE100/PE198/RAND_PE198.pdf---

Jokowi Klaim 'Propaganda Rusia' Dikutip dari RAND Corporation
CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 23:21 WIBIlustrasi Calon Presiden Nomor 01, 
Joko Widodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden 
Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pernyataanya mengenai 'propaganda Rusia' tidak 
ada sangkut pautnya dengan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin. Dia 
menyatakan mengutip istilah itu dari sebuah artikel yang diterbitkan RAND 
Corporation, sebuah lembaga pemikir (think tank) dan analis kebijakan global di 
Amerika Serikat.

"Kita tidak berbicara mengenai negara, bukan negara Rusia. Itu adalah 
terminologi dari artikel RAND Corporation," ujar Jokowi usai hadir dalam acara 
silaturahmi HUT ke-72 HMI di Jakarta, Selasa (5/2). 

Jokowi tak menjelaskan secara rinci perihal istilah 'propaganda Rusia' yang 
diucapkannya. Ia hanya menyebut istilah isu sesuai dengan yang ada di dalam 
artikel.

| 
Lihat juga:
 Sandi Imbau BPN Tak Tanggapi Jokowi soal Konsultan Rusia |

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan semburan kebohongan, dusta, dan hoaks bisa 
mempengaruhi serta membuat ragu orang untuk memilih. Taktik itu, lanjut dia, di 
beberapa negara dimainkan dengan data yang konkret.


"Semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan 
membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya memang di 
negara-negara lain itu tanpa didukung data-data yang konkret," ujarnya.

Atas pejelasan itu, Jokowi kembali menegaskan istilah yang diucapkannya tidak 
ada kaitannya dengan negara Rusia. Sebab, ia mengaku memiliki hubungan yang 
sangat baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

| 
Lihat juga:
 TKN Pastikan Jokowi Ofensif Selama Kubu Prabowo Tebar Hoaks |

"Sekali lagi ini bukan urusan negara apa kita Indonesia dengan Rusia, bukan.. 
Saya dengan presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya," ujar Jokowi. 
(jps/ayp)

Kirim email ke