yg tertanam dikepala propaganda rusia jadi itu yg keluar, tapi apa gak mikir 
sebelum omong. 

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 
 Justru itu, kalau dibisiki jangan bilang mengutip. 

--- jonathangoeij@... wrote: 
 Mau mengutip sebenarnya nggak apa2, tapi mestinya mbok ya pinter dikit, 
pemakaian kata "propaganda Rusia" mengartikan Rusia yg melakukan propaganda. 
Tempo hari Budiman Soedjatmiko juga mengutip hal yang sama tetapi istilah yang 
dipakai “the firehose of falsehood”, tidak tahu kenapa kok Jokowi tidak mau 
pakai istilah yang sama?








 
--- ajegilelu@... wrote :
 
Jokowi mengutip? Dari RAND??? 

 
 Hahahaǃǃǃ
Maksud hati mau pamer pengetahuan malah

jadi ketahuan tidak tahu apa-apa tentang sekelilingnya... 
 
 Kalau begini caranya ya pantes dia nggak tau kenapa 
 semua aset yang diserahkan ke RRC serba macet / tersendat. 
 
Musti belajar banyak dari Neng Tulsi untuk ngendus RAND ini mah.

 











 --- jonathangoeij@... wrote:


 Apakah Presiden Jokowi client dari Rand Corporation?
 Atau sekedar nyomot dari internet? 
https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/perspectives/PE100/PE198/RAND_PE198.pdf
 
https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/perspectives/PE100/PE198/RAND_PE198.pdf
 ---
 

 Jokowi Klaim 'Propaganda Rusia' Dikutip dari RAND Corporation 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190205230458-32-366666/jokowi-klaim-propaganda-rusia-dikutip-dari-rand-corporation
 CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 23:21 WIB
 Ilustrasi Calon Presiden Nomor 01, Joko Widodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi 
https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi) mengklaim pernyataanya mengenai 
'propaganda Rusia https://www.cnnindonesia.com/tag/rusia' tidak ada sangkut 
pautnya dengan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin. Dia menyatakan 
mengutip istilah itu dari sebuah artikel yang diterbitkan RAND Corporation, 
sebuah lembaga pemikir (think tank) dan analis kebijakan global di Amerika 
Serikat.


"Kita tidak berbicara mengenai negara, bukan negara Rusia. Itu adalah 
terminologi dari artikel RAND Corporation," ujar Jokowi usai hadir dalam acara 
silaturahmi HUT ke-72 HMI di Jakarta, Selasa (5/2). 

Jokowi tak menjelaskan secara rinci perihal istilah 'propaganda Rusia' yang 
diucapkannya. Ia hanya menyebut istilah isu sesuai dengan yang ada di dalam 
artikel.
 Lihat juga: Sandi Imbau BPN Tak Tanggapi Jokowi soal Konsultan Rusia 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190205121518-32-366559/sandi-imbau-bpn-tak-tanggapi-jokowi-soal-konsultan-rusia/
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan semburan kebohongan, dusta, dan hoaks bisa 
mempengaruhi serta membuat ragu orang untuk memilih. Taktik itu, lanjut dia, di 
beberapa negara dimainkan dengan data yang konkret.

"Semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan 
membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya memang di 
negara-negara lain itu tanpa didukung data-data yang konkret," ujarnya.

Atas pejelasan itu, Jokowi kembali menegaskan istilah yang diucapkannya tidak 
ada kaitannya dengan negara Rusia. Sebab, ia mengaku memiliki hubungan yang 
sangat baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
 Lihat juga: TKN Pastikan Jokowi Ofensif Selama Kubu Prabowo Tebar Hoaks 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190204211102-32-366504/tkn-pastikan-jokowi-ofensif-selama-kubu-prabowo-tebar-hoaks/
"Sekali lagi ini bukan urusan negara apa kita Indonesia dengan Rusia, bukan. 
Saya dengan presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya," ujar Jokowi. 
(jps/ayp)



Kirim email ke