Timses Jelaskan soal Awal Mula Ïstilah "Propaganda Rusia" Dipakai Jokowi
JESSI CARINA Kompas.com - 04/02/2019, 18:39 WIB
 Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin
(26/10/2018) (Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN)
Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menegaskan pernyataan Jokowi soal adanya
propaganda Rusia hanya sebuah istilah.

Ace mengatakan istilah itu tidak ada kaitannya dengan intervensi Rusia.
"Pernyataan Pak Jokowi sebagai calon presiden tentang propaganda Rusia
hanyalah sebuah istilah dan tidak berhubungan dengan intervesi negara Rusia
pada proses politik di Indonesia," ujar Ace melalui keterangan tertulis,
Senin (4/2/2019).

 Ace mengatakan istilah propaganda Rusia populer setelah RAND Corporation
menerbitkan artikel "The Russian 'Firehose of Falsehood' Propaganda Model"
pada 2016.

Kata Ace, propaganda Firehose of Falsehood atau semburan kebohongan ini
disebut digunakan dalam pemilu di Brazil, Mexico, dan Venezuela. "Sehingga
sudah menjadi bagian dari metode perpolitikan baru di era post-truth," kata
dia.
 Baca juga: Penjelasan Kedubes soal Polemik Propaganda Rusia

Ace menjelaskan propaganda Firehose of Falsehood juga mempunyai beberapa
ciri. Pelakunya berusaha mendapatkan perhatian media melalui pernyataan dan
tindakan yang mengundang kontroversi. Kemudian, pelakunya juga melemparkan
pernyataan yang misleading atau bahkan bohong. Ace mengatakan tujuannya
adalah menghilangkan kepercayaan pada data dan merusak kredibilitas.
Pernyataan bohong itu diulang terus menerus agar menjangkau banyak orang.
Sementara itu, Ace menegaskan hubungan Indonesia dengan Rusia "Hubungan
persahabatan Indonesia dan Rusia justru semakin erat di era Pak Jokowi.

 Bahkan terakhir pada 14 November 2018, ketika KTT ASEAN 33, Presiden
Jokowi bertemu dengan Presiden Putin di Singapura untuk peningkatan
kerjasama ekonomi dua negara," kata dia. Baca juga: Jokowi: Ada Timses yang
Menyiapkan Propaganda Rusia... Sebelumnya, Jokowi menyebutkan, pasangan
calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan konsultan
asing dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2019.

 Akibat menggunakan konsultan asing itu, menurut Jokowi, strategi kampanye
yang digunakan kubu oposisi berpotensi memecah belah masyarakat. "Yang
dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak,
enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat
khawatir atau tidak. Membuat rakyat takut, enggak peduli," kata Jokowi saat
bertemu Sedulur Pengusaha Kayu dan Mebel di Solo, Minggu (3/2/2019).

Jokowi tak menyebut konsultan asing apa yang digunakan kubu
Prabowo-Sandiaga. Namun, ia sempat menyinggung soal propaganda Rusia.
"Seperti yang saya sampaikan, teori propaganda Rusia seperti itu. Semburkan
dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya,
semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu. Memang
teorinya seperti itu," kata Jokowi.

Editor : Sabrina Asril

Kirim email ke