Belum tentu benar tidaknya. Mengapa disimpulkan seolah olah pasti benar, dengan segala kerugian dan bodong? Kalau menurut penjelasan Budi dari Inalum tidak benar.
Pada tanggal Kam, 7 Feb 2019 pukul 02.16 [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > What!!!!!!! > > Dibeli sekian billion dollar, duit utangan lagi!!!! > > [image: What emoji. Do not understand emotion. Puzzled emoticon. Vector > illustration smile icon. Stock Vector - 61681647] > > --- > > Di laporan keuangan PTFI disebut Rio Tinto menyuntik investasi US$ 75 juta > untuk menggarap tambang Grasberg. Untuk investasi itu, Rio Tinto kemudian > mendapat hak partisipasi 40%. Hingga 2017, total investasi yang telah > dikucurkan Rio Tinto mencapai US$ 166 juta. > > ... > Saham Rio Tinto di Freeport Disebut 'Bodong', Benarkah? > <https://www.cnbcindonesia.com/news/20190206131035-4-54041/saham-rio-tinto-di-freeport-disebut-bodong-benarkah> > NEWS - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia > > > 06 February 2019 13:23 > > > [image: Saham Rio Tinto di Freeport Disebut 'Bodong', Benarkah?]Foto: > Penandatanganan Sales & Purchase Agreement antara PT Inalum, PT > Freeport-McMoRan Inc dan PT Rio Tinto Indonesia (CNBC Indonesia/Lidya > Julita S) > > *Jakarta, CNBC Indonesia-* Hari ini beredar rilis dari beberapa pengamat > yang tergabung dalam Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan SDA Minerba > <https://www.cnbcindonesia.com/news/20190206105352-4-53991/baru-rampung-ada-yang-minta-akusisi-freeport-dibatalkan>. > Mereka menuntut akuisisi 51,2% saham Freeport yang diteken Desember lalu, > dibatalkan. > > Salah satu yang jadi alasan pembatalan adalah mereka menilai saham > partisipasi sebanyak 40% yang terdapat di PT Freeport Indonesia > <https://www.cnbcindonesia.com/news/20180718113204-4-24115/polemik-rio-tinto-di-tambang-freeport-ini-sejarahnya> > adalah > saham bodong dan tak jelas. > > Baca:Baru Rampung, Ada yang Minta Akusisi Freeport Dibatalkan > <https://www.cnbcindonesia.com/news/20190206105352-4-53991/baru-rampung-ada-yang-minta-akusisi-freeport-dibatalkan> > > Seperti diketahui, pemerintah Indonesia melalui PT Inalum (Persero) telah > resmi membayar US$ 3,85 miliar untuk mengakuisisi saham Freeport MacMoran > (Freeport) di PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 21 Desember 2018 > <https://www.cnbcindonesia.com/news/20181220154940-4-47307/ini-rincian-utang-ri-untuk-akuisisi-51-saham-freeport>. > Dana sebesar US$ 3,85 miliar tersebut merupakan pembelian 40% saham Rio > Tinto yang membentuk joint venture dengan Freeport di PTFI (US$ 3,5 > miliar), dan 100% saham FMM di PT Indocopper Investama (PTII) yang memiliki > 9.36% saham di PTFI (US$ 350 juta). > > > "Salah satu alasan penting yang menjadi dasar sikap kami adalah tingginya > biaya akuisisi saham akibat adanya konspirasi dan manipulasi skema kerja > sama FCX dengan Rio Tinto dalam pemilikan Participating Interset (PI), > serta adanya potensi dan dugaan mark-up harga atas 40% PI Rio Tinto yang > nilanya mencapai US$ 3,5 miliar," tulis para pakar tersebut dalam > keterangan tertulis, Rabu (6/2/2019). > > Mereka mengutip buku karya Mantan Dirjen Minerba ESDM Simon Sembiring, > yang mengatakan PI Rio Tinto ilegal dengan pertimbangan berikut. > > • Surat rahasia persetujuan oleh Mentamben I.B. Sujana kepada Rio Tinto > pada April 1996 tidak lazim dan melanggar ketentuan Pasal 28 ayat 2 KK > Freeport. Pasal 28 menjelaskan bahwa setiap surat menyurat antara PTFI > kepada Pemerintah Indonesia harus di tujukan kepada Direktur Jenderal > Pertambangan Umum. Sedangkan surat rahasia tersebut berkode "SJ" yang > artinya ditujukan dan melalui Sekretariat Jenderal; > > • Adanya kesepakatan PI Rio Tinto tidak pernah diketahui oleh Menteri ESDM > dan Dirjen Minerba setelah periode Mentambem I.B. Sujana, dan baru > terbongkar pada saat proses negoisiasi antara Inalum dengan Freeport, > sekitar bulan Agustus 2017 > > • Dalam surat rahasia tersebut, persetujuan atas PI Rio Tinto adalah atas > sesuatu yang akan terjadi nanti di belakang hari. Persetujuan PI hanya > berlaku pada kegiatan selain blok A, dan tidak berlaku pada kegiatan > eksisting di Blok A yang memiliki cadangan raksasa; > > • Adanya PI Rio Tinto tidak pernah tercermin di dalam RKAB (Rencana Kerja > Anggaran Biaya) yang merupakan kewajiban rutin tahunan yang harus diajukan > oleh setiap pemegang KK atau PKP2B. RKAB hanya akan dijalankan oleh > pemegang KK atau PKP2B untuk kegiatan tambang hanya setelah disetujui oleh > Dirjen Minerba. > > "Ternyata selama puluhan tahun, PI Rio Tinto yang memang bodong tidak > pernah tercermin dalam RKAB," tulisnya. > > > *Inalum dan Polemik Rio Tinto* > Soal Rio Tinto ini, sebenarnya Inalum telah menjelaskan berkali-kali > posisinya. > > Dikutip dari Fact Sheet persero terkait akuisisi Freeport, Inalum menulis > bahwa pada tahun 1996, Rio Tinto dan FCX menandatangani "participation > agreement" atau disebut juga "participating interest" (Hak Partisipasi) > yang intinya memberikan hak atas hasil produksi dan kewajiban atas biaya > operasi PTFI sebesar 40% sampai dengan tahun 2022, dengan kondisi produksi > diatas level yang sudah disepakati bersama (metal strip). > > Mulai tahun 2023 Rio Tinto akan mendapatkan hak dan kewajiban penuh > sebesar 40% dari produksi dan biaya operasi, tanpa metal strip atau > batasan, hingga 2041. > > *Simak Penjelasan Lengkap Bos Inalum soal Polemik Rio Tinto di Video Ini* > > > > Menteri ESDM RI telah menyetujui skema kerjasama operasi antara Rio Tinto > dengan FCX ini pada tanggal 29 April 1996. Kerjasama operasi ini, walaupun > tidak mempengaruhi komposisi saham PTFI, namun mempengaruhi komposisi > pembagian hasil produksi PTFI. > > Jika skema Rio Tinto ini tidak diselesaikan, maka akan berdampak pada > berkurangnya pendapatan negara dari dividen. Contoh: jika produksi 100 ton, > maka Rio Tinto akan langsung mendapat 40 ton, dan sisa 60 ton dibagi antara > Indonesia dan FCX yang hasil akhirnya tercermin dalam dividen. > Intinya, polemik Rio Tinto memang terjadi di zaman Orde Baru. Tapi Inalum > memastikan surat ini sudah diteken oleh dua menteri sekaligus saat itu, > yakni Menteri ESDM dan Menteri Keuangan. > > Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin juga sempat menjelaskan soal > polemik Rio Tinto ini. Budi menjelaskan hadirnya Rio Tinto sudah lama di > Freeport, meski tim negosiasi baru mengetahuinya belakangan ini. > > *Baca: Polemik Rio Tinto dan Sejarahnya di Freeport > <https://www.cnbcindonesia.com/news/20180718113204-4-24115/polemik-rio-tinto-di-tambang-freeport-ini-sejarahnya>* > > "Mulainya tahun 1995, Rio Tinto tanda tangan dengan Freeport McMoran (FCX) > untuk pembiayaan investasi di Grasberg, lalu kemudian isitilah mudahnya ini > diijon oleh Freeport," kata Budi. > Tahun 1996, perjanjian antara Freeport McMoran dan Rio Tinto itu diubah > menjadi perjanjian lokal. "Ini diminta oleh pemerintah Indonesia, yang saya > lihat suratnya disetujui oleh Menteri ESDM dan Menteri Keuangan," jelasnya. > > Soal kehadiran Rio Tinto ini juga sebenarnya terus dimasukkan dalam > laporan keuangan Freeport yang diunggah oleh Freeport McMoran di situsnya.. > > Di laporan keuangan PTFI disebut Rio Tinto menyuntik investasi US$ 75 juta > untuk menggarap tambang Grasberg. Untuk investasi itu, Rio Tinto kemudian > mendapat hak partisipasi 40%. Hingga 2017, total investasi yang telah > dikucurkan Rio Tinto mencapai US$ 166 juta. > > *Tapi benarkah hanya sebesar itu, sampai-sampai Freeport rela ijon dengan > Rio Tinto?* > PT Freeport Indonesia pernah menyebut bahwa untuk investasi tambang bawah > tanah hingga 2041, diperlukan investasi sebanyak US$ 20 miliar. "Kalau 20 > tahun saja butuh Rp 20 miliar, tampaknya investasi Rio Tinto di Freeport > bisa kisaran segitu atau lebih," jelas Budi. > > *Lalu, mengapa RI wajib beli saham Rio Tinto?* > Budi menjelaksan di PT Freeport Indonesia (PTFI), ada yang namanya *Equity > Interest* dan ada *Economic Interest.* > > *Untuk equity interest, komposisinya adalah: * > a. 9,36% pemerintah Indonesia > b. 90,64% Freeport McMoran (induk dari PTFI, di dalamnya termasuk saham > Indocopper Investama yang sudah dibeli oleh Freeport) > > Sementara untuk economic interest, karena ada perjanjian antara Freeport > dan Rio Tinto, di mana setiap produksi yang dihasilkan dari tambang > Grasberg harus dipotong terlebih dulu sebesar 40% untuk Rio Tinto. Jadi > komposisinya sebagai berikut: > > Rio Tinto 40%, sementara sisa 60%nya dibagi untuk PTFI dan Pemerintah > Indonesia. Jadi, porsi 9,36% yang dimiliki Indonesia sebenarnya adalah > 9,36% dari 60% hasil produksi. > > Sehingga komposisi economic interest menjadi sebagai berikut: > a. Rio Tinto 40% > b. PT Freeport Indonesia 54,6% > c. Pemerintah Indonesia 5,4% > > [image: Saham Rio Tinto di Freeport Disebut 'Bodong', Benarkah?]Foto: > Presiden RI Joko Widodo bersama para menteri dan bos Freeport (Ist) > > > Nah, PT Freeport Indonesia membuat perjanjian di mana hak partisipasi Rio > Tinto 40% ini setelah 2022 akan dikonversi menjadi saham. Sehingga makin > kompleks-lah hubungan segitiga antara Freeport, Rio Tinto, dan Indonesia. > > Menurut Budi, ketimbang didiamkan dan nanti begitu Indonesia jadi pemegang > saham mayoritas tanpa akuisisi Rio Tinto, risikonya begitu dapat hasil > tambang tidak langsung jatuh ke Indonesia terlebih dulu, tapi dipotong 40% > untuk Rio Tinto. "Kalau langsung masuk dari PT Freeport Indonesia dapatnya > cuma 31%," tambahnya. Untuk itulah akhirnya RI perlu akuisisi 40% saham Rio > Tinto. > > > > *(roy)* > > > >
