Kerja-kerja-kerja, toh dana proyek kereta-cepat terlambat juga. 
Proyek kereta pun mangkrak. 
Begitu dana (utang) cair, proyek kereta segera diperpanjang mangkraknya, 
eh ditunda kelanjutannya, dan tadaaa.... tol transjawa. 
Sekarang panik cari recehan buat bayar bunga utang kereta?

Rapopo. Cari terus mas. Lebaran biasanya tol panen.
Lumayan buat cicilan bunga.

-

Truk Tolak Masuk Tol Trans Jawa, Tarif Mahal, SopirMinta Kaji Ulang


Ignatius Ferdian - Sabtu, 26 Januari 2019 | 12:25 WIB




Otomotifnet.com -Dengan dibangunnya tol Trans Jawa memang bikin mobilitas antar 
kota di PulauJawa jadi makin cepat.




Namun beberapa pengendara kendaraanroda empat kini mulai beralih menggunakan 
Jalan pantai utara(Pantura) Jawa dikarenakan mahalnya tarif Ruas Tol Trans Jawa.




Seperti diketahui, tarif tol untukkendaraan Golongan I dari Jakarta menuju 
Semarang mencapai Rp 334 ribu, danuntuk kendaraan berat, 2 kali tarif Golongan 
I.




Dan bagi mereka, tarif tersebutterlalu membebani.





Terutama bagi sopir kendaraanangkutan barang seperti truk yang harus menanggung 
biaya perjalanan.





Hasanudin(43) contohnya, sopir truk asal Kabupaten Kendal lebih memilih 
menggunakanjalur reguler karena tidak kuat membayar tarif jika harus masuk tol..





“DariSemarang ke Jakarta berjarak tempuh 3 hari untuk pergi-pulang, paling uang 
sakuyang diberikan perusahaan tinggal Rp 400 ribu,” jelasnya di Jalan 
PanturaPekalongan-Batang (25/1/2019).




Diamenjelaskan, uang saku yang diberikan perusahaan mencapai Rp 3,6 juta 
untukjalur Semarang-Jakarta.





“Solar Rp1,6 juta, biaya bongkar Rp 300 ribu, dan membayar kernet Rp 600 ribu. 
Kalauditotal sudah Rp 2,5 juta, itu belum termasuk makan bersama kernet selama 
3hari,” jelasnya.





Hasanudinberucap, adanya Tol Trans Jawa sebenarnya memang mempercepat waktu, 
tetapitarifnya terlalu memberatkan bagi sopir.




“Kalautarifnya mahal nanti keluarga saya makan apa, karenanya saya lebih 
memilihlewat Pantura. Walaupun lebih lama,” ujarnya.




Sama halnyaHasanudin, Ugik Setiawan, sopir truk asal Cirebon Jawa Barat pun 
mengeluhkanmahalnya tarif tol yang diberlakukan mulai 21 Januari 2019 itu.




“Kalauterlalu mahal ya ditinggalkan, karena banyak yang beralih melewati 
Pantura.Kami berharap tarif dikaji ulang agar kebih murah,” tambahnya.




Editor: PanjiNugraha

Kirim email ke