https://www.eramuslim.com/berita/nasional/salah-urus-ekonomi-jokowi-bikin-apes-presiden-baru.htm#.XFvuylxKi00
*Salah Urus Ekonomi, Jokowi Bikin Apes Presiden Baru*

zahid – Rabu, 29 Jumadil Awwal 1440 H / 6 Februari 2019 18:00 WIB

Eramuslim – Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan tiga hal yang harus
dilakukan tim ekonomi Joko Widodo dalam mengatasi carut marut perekonomian
nasional.

*Pertama*, lakukan debt manage yang baik demi masa depan bangsa dan
mengurangi beban anggaran. *Kedua*, negara harus mengurangi pinjaman,
biarkan saja swasta. Jangan pula BUMN yang utang. *Ketiga*, kerja keras
guna menggenjot tax ratio bisa 16-18% dalam 5 tahun ke depan.

“Kalau saat kurang maksimal, targetnya 16% realisasinya hanya 11,5%.. Jauh
di bawah era Gus Dur yang 12,5%,” paparnya.

Yang dimaksud RR, sapaan akrab Rizal Ramli, debt manage bisa berupa
renegosiasi utang mahal dengan utang murah. Hal ini pernah dilakukan
Kuwait. Upaya lainnya adalah mencetak sawah jutaan hektar.


Dia menghitung, biaya untuk membayar cicilan pokok dan bunga mencapai
Rp1,24 triliun per hari. dana sebesar itu lebih bermanfaat apabila
digunakan untuk mencetak sawah baru.

“Upayakan pula transformasi pembiayaan dari utang luar menjadi pembiayaan
di dalam negeri. Jepang dan China bisa kenapa kita tidak,” tegas mantan
Menko Kemaritiman di era Jokowi ini,

Suka atau tidak suka, janji ekonomi Presiden Joko Widodo baik ketika masih
berkampanye ataupun sudah menjabat, banyak yang meleset. Lantaran kinerja
para menteri yang jeblok.

“Janji atau target pemerintahan Jokowi banyak yang tidak tercapai karna
ulah para menterinya. Yang diuber bukan sektor yang kakap, justru yang
ecek-ecek. Termasuk sektor mineral,” kata Rizal


Kata Rizal yang pernah menjabat Kabulog era Gus Dur ini, siapapun pemenang
pilpres 2019 bakal menghadapi beban masalah yang cukup serius yakni soal
utang. Di mana, utang di bayar dengan utang. Atau dengan menerbitkan surat
utang negara dengan imbal hasil yang serampangan. Atau 2% lebih tinggi
ketimbang surat utang negara yang ratingnya lebih rendah ketimbang
Indonesia, seperti Thailand, Filipina dan Vietnam.

“Menteri keuangan itu seharusnya seperti Singapura, Jepang dan China. Harus
berani tekan bunga pinjaman, bukan malah menjadi SPG IMF,” kata mantan
Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini. (IN
<https://ekonomi.inilah.com/read/detail/2507929/salah-urus-ekonomi-jokowi-bikin-apes-presiden-baru>
)

Kirim email ke