/
/
/http://mediaindonesia.com/read/detail/216250-gerindra-tuding-pks-tidak-punya-etika-politik
/
//
//
/*Gerindra Tuding PKS Tidak Punya Etika Politik*/
Penulis: *Putri Anisa Yuliani* Pada: Senin, 11 Feb 2019, 17:19 WIB
Megapolitan <http://mediaindonesia.com/megapolitan>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/216250-gerindra-tuding-pks-tidak-punya-etika-politik>
<http://twitter.com/home/?status=Gerindra Tuding PKS Tidak Punya Etika
Politik
http://mediaindonesia.com/read/detail/216250-gerindra-tuding-pks-tidak-punya-etika-politik
via @mediaindonesia>
Gerindra Tuding PKS Tidak Punya Etika Politik
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/02/97cdf87740add8f454ba3531a2bf78c1.jpg>
/Ist/
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengumumkan dua nama calon wakil
gubernur DKI Jakarta dan siap menyerahkan dua nama tersebut pada
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam waktu dekat.
Dua nama cawagub yang dipilih berdasarkan hasil tes kepatutan dan
kelayakan oleh tim panelis yakni Achmad Syaiku dan Agung Yulianto.
Namun, politikus Partai Gerindra yang juga anggota tim panelis, Syarif,
mengatakan langkah PKS mengumumkan cawagub itu tanpa berkomunikasi
dengan pihaknya disebut tidak etis. Syarif pun menyebut PKS tidak patuhi
fatsun atau sopan santun dalam berpolitik.
"Wah, itu namanya PKS tidak patuhi fatsun politik. Seharusnya kita duduk
bersama dulu membahas hasil-hasil tes sebelum menyepakati dua nama yang
akan diserahkan pada Gubernur Anies," kata Syarif saat dihubungi, Senin
(11/2).
*Baca juga: *Anies Tidak Keberatan Pemilihan Wagub Usai Pemilu
<http://mediaindonesia.com/read/detail/216241-anies-tidak-keberatan-pemilihan-wagub-usai-pemilu>
Menurut Syarif sesuai kesepakatan fatsun politik sebelumnya bahwa
setelah proses tes kepatutan dan kelayakan dilaksanakan, pemimpin
tingkat DKI kedua partai bertemu untuk berembug mengenai catatan-catatan
serta rekomendasi yang diberikan oleh tim panelis.
Syarif menyebut dirinya yang merupakan anggota tim panelis mampu menjaga
etika serta fatsun politik dengan menutup rapat hasil tes kepatutan dan
kelayakan cawagub. Dia lebih memilih untuk menunggu rembug keputusan
antar dua kubu pimpinan.
"Lihat saja saya. Saya kan anggota tim panelis. Saya tahu persis
jalannya tes seperti apa, hasil-hasil tes. Kalau saya tidak tegas bisa
saja saya lempar ke masyarakat. Tapi kan tidak demikian," terang anggota
DPRD DKI Jakarta ini.
Meskipun harus melalui pembahasan dengan pimpinan tingkat daerah, Syarif
menuturkan hasil tes kepatutan dan kelayakan belum tentu akan berubah.
Oleh karenanya, PKS juga diminta agar lebih bersabar dalam proses ini.
Terlebih lagi Ketua DPD DKI Partai Gerindra Mohamad Taufik memiliki
kesibukan lain. Ia tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo-Sandi. Banyaknya aktivitas Taufik dalam BPN turut memengaruhi
target penentuan cawagub.
"Ya seharusnya bisa lebih sabar karena Pak Taufik kan baru mendarat dari
Semarang jam 11.00 siang tadi. Dia kak memang ikut Pak Sandi kampanye,"
tukasnya.
Syarif mengatakan pihaknya akan melangsungkan pertemuan dengan PKS esok
hari guna membahas hasil tes kepatutan dan kelayakan cawagub. Ia pun
menargetkan pekan ini dua nama cawagub akan diserahkan pada Gubernur
Anies.(OL-4)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/216250-gerindra-tuding-pks-tidak-punya-etika-politik>
<http://twitter.com/home/?status=Gerindra Tuding PKS Tidak Punya Etika
Politik
http://mediaindonesia.com/read/detail/216250-gerindra-tuding-pks-tidak-punya-etika-politik
via @mediaindonesia>