Tomy Winata dukung Jokowi, pengamat nilai justru berpotensi turunkan
elektabilitas
* PILPRES <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 15 Februari 2019 00:18
Ketua KPU Kota Kupang mengundurkan diriTomy Winata. (ANTARA/Priyambodo RH)
Sebaiknya jadi tim bawah tanah saja, nggak perlu deklarasi
dukung-dukung Jokowi
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Sarwi Chaniago, menilai dukungan
pengusaha Tomy Winata kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf
Amin bisa berdampak negatif dan menurunkan elektabilitas pasangan nomor
urut 01 tersebut.
"Kalau (sentimennya) negatif maka bisa merusak citra Jokowi, mengganggu
elektabilitas Jokowi karena dianggap orang-orang di lingkaran Jokowi
nasionalismenya belum teruji, nggak terlalu menguntungkan bagi
kepentingan bangsa," kata Pangi Sarwi Chaniago, melalui siaran pers,
Kamis (14/2).
Direktur Voxpol Center Research itu menilai tidak menguntungkan bagi
elektabilitas Jokowi apabila orang-orang yang bergabung ke tim Jokowi
sentimennya di mata publik kurang bagus.
Tapi, kalau yang bergabung dikenal punya integritas, punya kapasitas dan
punya nama baik maka bisa menjadi pengepul suara bagi elektabilitas Jokowi.
"Jadi jangan sampai tim yang masuk ke lingkaran Jokowi justru menggerus
citra Jokowi. Ini tidak menguntungkan secara elektoral. Sebaiknya jadi
tim bawah tanah saja,/nggak/perlu deklarasi dukung-dukung Jokowi,” paparnya.
Sebelumnya, drummer band Superman Is Dead atau SID, I Gede Ari Astina
alias Jerinx SID, kembali melontarkan kritik kepada Jokowi di akun
Twitter pribadinya, @JRX_SID. Dalam akunnya, Jerinx memposting foto
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi -Ma’ruf, yaitu Erick Thohir
bersama pengusaha Tomy Winata.
Dalam foto yang dibagikan Jerinx di Twitter tersebut, tampak Erick
Thohir dan Tomy Winata serta beberapa orang lainnya dalam foto itu
berpose sambil mengacungkan satu jari yang identik dengan simbol
dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.
Pangi berpendapat pada umumnya pengusaha tidak masuk tim sukses dengan
mengumumkan secara terbuka bergabung ke tim sukses capres. Pernyataan
dukungan biasanya dilakukan secara diam-diam.
Menurut dia, pengusaha kelas kakap biasanya memberikan bantuan berupa
logistik pemenangan karena biaya Pilpres sangat besar.
"Ini kan/high cost./Jadi butuh logistik dan donatur dari pengusaha.
Kawin silang antara pengusaha dengan penguasa adalah sebuah
keniscayaan," katanya.
*Baca juga:Relawan: Muchdi PR pendukung Jokowi sejak 2014
<https://www.antaranews.com/berita/797886/relawan-muchdi-pr-pendukung-jokowi-sejak-2014>
Baca juga:Jokowi akan sajikan capaian kinerjanya di debat kedua
<https://www.antaranews.com/berita/797737/jokowi-akan-sajikan-capaian-kinerjanya-di-debat-kedua>*
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Junaydi Suswanto
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com