https://www.antaranews.com/berita/801277/program-kampung-perikanan-digital-selaras-dengan-industri-40
Program kampung perikanan
digital selaras dengan industri 4.0
Jumat, 22 Februari 2019 01:38 WIB
Kapal ikan asing yang ditangkap KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)
di wilayah pengelolaan perikanan RI, Rabu (13/2/2019) (Ditjen PSDKP KKP)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
mengapresiasi program kampung perikanan digital yang dibangun oleh
sejumlah perusahaan rintisan di Indramayu, Jawa Barat, yang dinilai
selaras dengan Revolusi Industri 4.0.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan
tertulis, Kamis, menyatakan, program kampung perikanan digital di Desa
Krimun dan Puntang Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, layak
diapresiasi karena merupakan sebuah lompatan transformasi praktek
budidaya ikan berbasis digital.
Slamet berharap kedepannya dapat terbentuk kampung-kampung digital baru
dengan berbasis pada berbagai komoditas andalan daerah masing-masing.
Dengan demikian, pembudidaya benar-benar siap menghadapi revolusi
industri 4.0 yang saat ini sedang hangat.
Melalui program itu masyarakat pembudidaya bisa memanfaatkan aplikasi
digital untuk meningkatkan efisiensi usahanya sehingga pendapatan mereka
meningkat.
Digitalisasi di perikanan budidaya akan membuat nilai jual yang lebih
tinggi, mendapatkan kepastian pasar, sarana dan prasarana usaha yang
lebih efisien, kemudahan akses teknologi produksi yang pada akhirnya
membuat usaha budidaya makin efisien sehingga pendapatannya pun bisa
meningkat.
"Investasi pun dapat dilakukan secara online, prosesnya makin efektif.
Ini merupakan bukti positif dampak industri 4.0," ujarnya.
Slamet mengingatkan bahwa pembudidaya tinggal mengunduh aplikasinya di
ponsel pintar miliknya, sehingga memudahkan mereka dalam mengatur waktu
dan jumlah pemberian pakan ikan.
Selain itu, penggunaan "automatic feeder" ini di sistem budidaya air
tawar tersebut juga dinilai akan membuat penggunaan pakan lebih efisien
sehingga nilai kematian ikan juga dapat ditekan.
Ia pun meyakinkan bahwa komoditas lele saat ini semakin menjadi
primadona, seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan di masyarakat.
selain itu, lele saat ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan.
Namun demikian, Slamet mengingatkan bahwa masifnya pengembangan usaha
budidaya ikan jangan sampai melupakan prinsip keberlanjutan, sehingga
semangat untuk budidaya ramah lingkungan harus terus untuk dikedepankan.
"Penataan kawasan budidaya seperti pengaturan IPAL (instalasi pengolahan
air limbah-red), sirkulasi keluar masuk air untuk budidaya berkelanjutan
harus benar-benar diimplementasikan," tegasnya.
*Baca juga: Pameran Aquatic Asia KKP persiapkan industri budidaya 4.0
<https://www.antaranews.com/berita/772620/pameran-aquatic-asia-kkp-persiapkan-industri-budidaya-40>
Baca juga: Isu pangan dan energi pada era industri 4.0
<https://www.antaranews.com/berita/801065/isu-pangan-dan-energi-pada-era-industri-40>*
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019