Ya, Huaxi selalu disebut-sebut sebagai desa terkaya di dunia yang sering 
dipertontonkan dengan siaran bergambar, foto maupun video (semoga ada juga yang 
berupa lukisan dan sketsa). Pertanyaannya tetap sama, seperti itukah 
"masyarakat sejahtera moderat" yang akan dicapai di seluruh daratan Cina pada 
tahun 2020 (tahun depan)? Kalau jawabannya "ya" maka kesimpulan saya tetap 
seperti 3-4 tahun lalu; itu masyarakat dengan kesejahteraan pura-pura, 
omongkosong. 

Kenapa begitu? Ya karena yang sejahtera hanya desanya. Kesejahteraan yang 
dimotori para juragan merangkap pengurus partai tingkat desa. Masyarakat 
tinggal menukar tenaga dan pikirannya dengan kenikmatan harta benda yang 
disediakan pihak desa. Tetapi jika si warga pindah dari desa maka seluruh 
kehidupan bak surgawi itu harus ditinggal. Dikembalikan ke juragan karena semua 
itu merupakan inventaris desa. Silakan si warga gulung tikar lalu gelundung 
plontos melintasi gerbang keluar desa (sambil menyandang tongkat kayu dengan 
buntelan baju di ujungnya, hehe) ... 

Itulah yang ditiru Jokowi waktu tergopoh-gopoh membangunkan para juragan di 
pedesaan untuk ikut memodali bank di desanya. Dengan iming-iming status 
juragannya bakal meningkat. 

Kenapa dia tak mampu membuka mata sedikit lebih lebar untuk melihat pola, adat, 
budaya, masyarakat di berbagai pulau pelosok tanahair yang berhasil memajukan 
desanya tanpa perhatian/sentuhan apalagi bantuan pemerintahǃ Betul-betul murni 
hasil swadaya masyarakatǃ Kenapa dia yang jago blusukan tidak mau mempelajari 
bagaimana masyarakat desa kembar Sidakaton-Sidapurna misalnya (yang masih di 
Pulau Jawa) dalam memajukan kehidupan mereka? Kenapa yang rajin mendatangi 
desa-desa makmur itu justru petugas pajak.

Kenapa slompret betul menjejalkan cara orang lain dengan merusak cara orang 
sendiri.

--- ilmesengero@... wrote:
Jokowi punya kabinet kerja, dan juga sering bilang kerja, kerja, tetapi rupanya 
kerjanya model Arab Sudia, tetapi sebaiknya juga mereka pergi ke Huaxi, supaya 
lihat  kerja-kerja
Pedesaan yang paling kaya adalah Huaxi, 
https://www.youtube.com/watch?v=yru1C-RE7lc ,
https://www.youtube.com/watch?v=eHI8KzdpR8Q

On Sun, Feb 24, 2019 at 7:53 PM ajeg wrote:
Karena ditanyakan ke saya sudah pasti jawabnya berdasar paparan yang sering 
muncul di sini yaitu, membangun pedesaan menjadi kaya. Dengan pengertian, dalam 
menjalankan 2 sistem "berciri Tiongkok" yang namanya 'masyarakat' rupanya hanya 
terdapat di pedesaan. Di sana kekayaan mereka sedang-sedang saja, moderat. 
Sementara, di perkotaan adanya cuma individu-individu (sebagai komponen dari 
alat-alat produksi) yang menyokong perputaran mesin-mesin industri milik para 
konglomerat yang merupakan kekuatan-kekuatan kapital. Kekuatan dengan tingkat 
kesejahteraan ekstrim, hehehh..... 
   --- lusi_d@... wrote:

Bung Ajeg, kira-kira yang dimaksud dng istilah "pembangunan masyarakat
sejahtera moderat" itu apa sih?
Am Sun, 24 Feb 2019 06:23:38 +0000 (UTC)
schrieb ajeg :

> Jadi, bagaimana melihat perbedaan antara reformasi Deng dan Gestok
> ketika keduanya merupakan kudeta merangkak imperialis dengan ciri
> masing-masing, heeheee....
> 
> --- jetaimemucho1@... wrote:
> He..he..he ya nggak aneh dong !! Wong komunisnya hanya merek dan
> kedok untuk menutupi sifat sosial imperialisnya!! On Saturday,
> February 23, 2019, 5:30:42 PM GMT+1, Lusi D. wrote:
> 
> Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
> Datum: Sat, 23 Feb 2019 11:19:39 +0100
> Von: Lusi D.
> An: ChanCT 
> 
> Ada yang aneh pada laporan ini. Semua orang mengenal arti huruf K pada
> singkatan kata PKT itu adalah Komunis. Tapi dalam penjelasan laporan
> kerja itu samasekali tidak satu katapun ada kata ataupun jargon yang
> mengandung jiwa dan makna kata komunis. Lalu yang dikatakan
> "masyarakat sejahtera moderat" itu apa? 
> Mungkin ada yang bilang ini kan ciri wanti jaman milenia. Hehehe.
> 
> Am Sat, 23 Feb 2019 16:13:02
> +0800 schrieb ChanCT :
> 
> > Politbiro Komite Sentral PKT Bahas Laporan Kerja Pemerintah
> > 
> > http://indonesian.cri.cn/20190223/eadcd296-9543-56ed-3134-f1c63bc8aded....html
> > 2019-02-23 14:39:29
> > 
> > Politbiro Komite Sentral PKT hari Jumat kemarin (22/2) mengadakan
> > sidang untuk membahas naskah Laporan Kerja Pemerintah yang
> > diserahkan Dewan Negara kepada sidang kedua dua KRN ke-13 untuk
> > diperiksa, memeriksa Laporan Keadaan Kerja Titik Berat Tim Pimpinan
> > Inspeksi Pusat Tahun 2018, Laporan Keadaan Inspeksi Khusus
> > Penangglangan Kemiskinan Pusat serta Peraturan Pekerjaan Penilaian
> > Pemimpin dan Kader Partai dan Pemerintah. Sidang dipimpin oleh
> > Sekretaris Jenderal Komite Sentral PKT Xi Jinping.
> > 
> >  Sidang berpendapat, selama satu tahun yang lalu, menghadapi
> > situasi internasioal yang rumit dan tugas reformasi, pembangunan dan
> > kestabilan yang amat berat, Komite Sentral PKT dengan Kawan Xi
> > Jinping sebagai intinya memimpin seluruh partai dan rakyat berbagai
> > etnis seluruh negeri berjuang terus dan mengatasi berbagai
> > kesulitan, berhasil merampungkan target dan tugas utama
> > perkembangan ekonomi dan sisial seluruh tahun dan mencapai kemajuan
> > besar dalam pembangunan masyarakat sejahtera moderat.
> > 
> >  Sidang menunjukkan, untuk merealiasi target dan tugas perkembangan 
> > ekonomi dan sosial tahun ini, harus dikoordinasi dan dilaksanakan
> > dengan baik kebijakan makro, kebijakan struktural dan kebijakan
> > sosial, dan dilaksanakan dengan baik kebijakan keuangan yang
> > proaktif, kebijakan moneter yang stabil dan kebijakan prioritas
> > lapangan kerja. Harus dengan sekuat tenaga dioptimalisasi iklim
> > bisnis, memupuk dan mengembangkan tenaga pendorongan yang baru,
> > mendorong pembentukan pasar domestik yang perkasa, memajukan
> > penanggulangan kemiskinan dan pembangunan pedesaan, mendorong
> > perkembangan koordinasif antar daerah, meningkatkan pencegahan
> > polusi dan pembangunan peradaban ekologi, memperdalam reformasi di
> > bidang titik berat, mendprong keterbukaan multi-arah, dengan lebih
> > baik menjamin dan memperbaiki kehidupan rakyat.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---
> > 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。

Kirim email ke