*Bagaimana dengan mereka yang menyembunyikan fulus halal bin haram di
Panama (Panama Papers)? Diberitakan bahwa ada 800 nama. Apakah mereka ini
telah diberikan amnesty oleh rezim neo-Mojopahit?*

https://kumparan.com/@kumparanbisnis/dear-jokowi-prabowo-dapat-data-rp-11-000-triliun-dari-pemerintah-1551415741455595134


1 Maret 2019 5:55 WIB

*Dear Jokowi, Prabowo Dapat Data Rp 11.000 Triliun dari Pemerintah*

Kedua Pasangan Capres menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019
putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA
FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY


Baru-baru ini pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo
<https://kumparan.com/topic/prabowo> Subianto, kembali memantik perdebatan.
Prabowo menyebutkan bahwa ada lebih dari Rp 11.000 triliun uang Warga
Negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri.

Hal ini disampaikan Prabowo saat pidato kebangsaan di acara 'Prabowo
Menyapa' di Grand Pacific Hall, Sleman, DIY, Rabu (27/2).

"Uang Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp
11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank, di seluruh bank di dalam negeri
jumlahnya Rp 5.400 triliun, berarti dua kali kekayaan Indonesia ada di luar
negeri," kata Prabowo.

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta
Prabowo <https://kumparan.com/topic/prabowo> menyampaikan data dan
bukti-bukti kepada pemerintah. Jika memang benar, Jokowi menyatakan akan
mengejar harta tersebut agar dibawa pulang ke Indonesia.

"Ya datanya di ini saja, kalau memang ada data dan ada bukti-bukti mengenai
itu, ya disampaikan saja ke pemerintah, akan kita kejar kalau memang ada
benar," ujar Jokowi saat kunjungan kerja ke Gorontalo, Jumat (1/3).



Berdasarkan penelusuran kumparan, angka Rp 11.000 triliun itu berasal dari
pemerintah sendiri. Pada 2016 saat mendorong *tax amnesty*, Bambang
Brodjonegoro yang saat itu masih menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja
menyatakan bahwa potensi aset WNI yang disimpan di luar negeri mencapai
lebih dari Rp 11.000 triliun.

"Saya bicara potensinya, melihat potensinya seperti itu. Tadi kan sempat
disebut bahwa GDP kita Rp 11.000 triliun, tepatnya Rp 11.400 triliun. Nah
dari perhitungan kasar kami, potensinya uang Indonesia di luar negeri, maka
saya sebut lebih besar dari GDP kita, jadi lebih dari Rp 11.400 triliun
(setara USD 876 miliar dengan kurs Rp 13.000 per dolar AS)," ungkap Bambang
pada 4 Mei 2016.

Jokowi pun pernah membenarkan data tersebut. Dikutip dari *setkab.go.id
<https://setkab.go.id/datanya-sudah-ada-presiden-jokowi-uang-kita-yang-disimpan-di-luar-negeri-rp-11-000-triliun/>*,
Jokowi menyatakan bahwa ternyata uang bangsa Indonesia yang berada di bawah
bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masih banyak
sekali. Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp 11.000 triliun.

“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hafal satu,
dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata
Jokowi saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau *tax
amnesty,* di Hotel Clarion, Makassar, 25 November 2016.

Kirim email ke