Infonya dari Jokowi sendiri: Datanyasudah ada di kantong saya
Kalau mau berpikir sedikit rinciannya kira-kira begini: 2015: Rp4.000 Triliun di Singapura 2018: Rp7.000 Triliun di Swiss Yang lain barangkali datanya masih di luar kantong --- ilmesengero@... wrote: Bagaimanadengan mereka yang menyembunyikan fulus halal bin haram di Panama(Panama Papers)? Diberitakan bahwa a...da 800 nama. Apakah mereka ini telah diberikan amnesty oleh rezim neo-Mojopahit? https://kumparan.com/@kumparanbisnis/dear-jokowi-prabowo-dapat-data-rp-11-000-triliun-dari-pemerintah-1551415741455595134 1Maret 2019 5:55 WIB DearJokowi, Prabowo Dapat Data Rp 11.000 Triliun dari Pemerintah KeduaPasangan Capres menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto:ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Baru-baruini pernyataan calon presiden nomor urut 02, PrabowoSubianto, kembali memantik perdebatan. Prabowo menyebutkan bahwa adalebih dari Rp 11.000 triliun uang Warga Negara Indonesia (WNI) beradadi luar negeri. Halini disampaikan Prabowo saat pidato kebangsaan di acara 'PrabowoMenyapa' di Grand Pacific Hall, Sleman, DIY, Rabu (27/2). "UangWarga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank, di seluruh bank di dalamnegeri jumlahnya Rp 5.400 triliun, berarti dua kali kekayaanIndonesia ada di luar negeri," kata Prabowo. Menanggapipernyataan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Prabowomenyampaikan data dan bukti-bukti kepada pemerintah. Jika memangbenar, Jokowi menyatakan akan mengejar harta tersebut agar dibawapulang ke Indonesia. "Yadatanya di ini saja, kalau memang ada data dan ada bukti-buktimengenai itu, ya disampaikan saja ke pemerintah, akan kita kejarkalau memang ada benar," ujar Jokowi saat kunjungan kerja keGorontalo, Jumat (1/3). Berdasarkanpenelusuran kumparan, angka Rp 11.000 triliun itu berasal daripemerintah sendiri. Pada 2016 saat mendorong taxamnesty,Bambang Brodjonegoro yang saat itu masih menjadi Menteri Keuangan diKabinet Kerja menyatakan bahwa potensi aset WNI yang disimpan di luarnegeri mencapai lebih dari Rp 11.000 triliun. "Sayabicara potensinya, melihat potensinya seperti itu. Tadi kan sempatdisebut bahwa GDP kita Rp 11.000 triliun, tepatnya Rp 11.400 triliun.Nah dari perhitungan kasar kami, potensinya uang Indonesia di luarnegeri, maka saya sebut lebih besar dari GDP kita, jadi lebih dari Rp11.400 triliun (setara USD 876 miliar dengan kurs Rp 13.000 per dolarAS)," ungkap Bambang pada 4 Mei 2016. Jokowipun pernah membenarkan data tersebut. Dikutip dari setkab.go.id,Jokowi menyatakan bahwa ternyata uang bangsa Indonesia yang berada dibawah bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masihbanyak sekali. Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp11.000 triliun. “Datanyasaya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hafal satu, duamasih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,”kata Jokowi saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunanpajak atau taxamnesty,di Hotel Clarion, Makassar, 25 November 2016.
