Prabowo Banggakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Selama Orde Baru
Reporter:
Antara
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Senin, 4 Maret 2019 07:12 WIB
*
*
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo>Subianto menyebutkan pada era Orde
Baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat memuaskan. Ekonomi saat itu
bisa tumbuh 6, 7, dan 8 persen per tahun selama 25 tahun.
*Baca:* Prabowo Ungkit Lagi Kebocoran Anggaran Rp 1.000 Triliun
<https://bisnis.tempo.co/read/1181386/prabowo-ungkit-lagi-kebocoran-anggaran-rp-1-000-triliun>
Saat itu, menurut Prabowo, Indonesia menjadi anak emas dari Barat dan
menjadi "The Darling of Wolrd Bank". "Dari 32 tahun Orde Baru bisa
dikatakan, 20 sampai 25 tahun pertama ada suatu keberhasilan untuk
rakyat dan negara," ujar Prabowo, Ahad, 3 Maret 2019.
Pada era Orde Baru itu pula, kata Prabowo, banyak anak muda muslim bisa
berkarya dan berbakti di lembaga institusi yang cukup berpengaruh. "Pada
era Orde Barulah yang memungkinkan banyak sekali peranan dari anak-anak
muda muslim untuk berkarya untuk berkhidmat dan berbakti di berbagai
lembaga institusi yang cukup berpengaruh," ucapnya.
Prabowo mencontohkan, di masa Orde Baru, Ikatan Cendekiawan Muslim
Indonesia (ICMI) dibentuk sebagai wadah bagi anak muda muslim untuk
berkarya bagi bangsa. Selain itu, dia menjelaskan bahwa pada era Orde
Baru tercapai produksi di segala bidang yang meningkat, bahkan terwujud
swasembada pangan, air dan energi.
"Pada era Orba, pesawat terbang buatan putra-putri Indonesia bisa
terwujud. Padahal, dahulu kita bangsa yang dihina, Belanda bilang
jangankan merdeka, membuat peniti saja kita tidak bisa," ujar Prabowo.
Pemerintah berhasil membalik arah perekonomian di pertengahan 2015.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan sebelumnya
menyebutkan perbaikan pertumbuhan bukan kebetulan tapi karena respons
kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan tepat waktu. Pemerintah
berhasil membalik arah perekonomian di pertengahan 2015.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan sebelumnya
menyebutkan perbaikan pertumbuhan bukan kebetulan tapi karena respons
kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan tepat waktu.
ADVERTISEMENT
Di awal pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, pada akhir 2014 pertumbuhan
ekonomi melambat melanjutkan tren penurunan sejak 2011. Per kuartal
keempat 2015, ekonomi mulai bangkit dengan tumbuh 4,74 persen dan sampai
kuartal ketiga 2018 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen.
*Baca:* Prabowo Sebut 25 Persen Anggaran Bocor, Ini Kata BPK
<https://bisnis.tempo.co/read/1173230/prabowo-sebut-25-persen-anggaran-bocor-ini-kata-bpk>
Dampak pertumbuhan ekonomi terlihat dari penurunan angka kemiskinan dan
rasio gini. Tingkat kemiskinan pada September 2014 sebesar 11 persen dan
turun menjadi 9,8 persen pada Maret 2018.
*ANTARA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com