Yang Rp 170 triliun sebagian besar justru dari tunggakan dalam negeri.
Sedangkan para perampok yang menyimpan Rp 4.000 triliun di Singapura tidak
ditangkap-tangkap juga. Tetap bebas menunggak pajak, bebas tidak mengembalikan
uang rampokan, dan insting bajingannya menyelamatkan mereka dari hukum pidana.
Bebas, bebas, bebas.
--- jonathangoeij@... wrote:
Satu hal lagi, menkeu lama yg konon punya data Rp 11000 triliiun itu pada saat
tax amnesti diberlakukan berganti dengan menkeu baru yang tidak punya
data.Alhasil menyusut tinggal Rp 170 trilliun.
--- lusi_d@... wrote :
Bung Ajeg betul. Yang semacam itu lahir dari sumber fikiran, tak
perduli kucing hitam atau kucing putih asal nangkap tikus.Hehehe
--- ajegilelu@... wrote :
Jaman dulu bu ketum bagi-bagi surat keterangan lunas buat para maling BLBI
(bayar ke siapa?). Jaman sekarang sang petugas memutihkan pajak hasil rampokan,
dan gagal.
Kayaknya cuma asal duit, nggak penting hitam atau putih...
--- jonathangoeij@... wrote:
tax amnesti pd dasarnya ya cuman pemutihan, para elite yg parkir duit itu akan
dgn entengnya bilang sdh bayar tax amnesti sdh putih bersih.
--- ajegilelu@... wrote :
Tax amnesty gagal. Cuma dapat Rp 170 triliun dari target Rp 4.000 triliun di
Singapura.
Itu sebabnya Jokowi kalap ngutang sana-sini lebih dari Rp 2.500 triliun (lebih
dari separuh total utang Indonesia).
Gagal menarik yang 4.000 triliun di Singapura, sekarang Jokowi mau menyita yang
7.000 triliun di Swiss, katanya.
Berhasilkah, atau omong pocong lagi?
--- jonathangoeij@... wrote:
so true....uang2 yg diluar negeri itu sudah diputihkan lewat tax amnesti.
--- bhjo@... wrote :
Wowo tahu dgn pasti sebab sebagian uangnya adalah miliknya, he, he, he....