https://www.antaranews.com/berita/808840/menkeu-sri-mulyani-ungkap-tiga-syarat-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi
Menkeu Sri Mulyani ungkap tiga
syarat jadi negara berpenghasilan
tinggi
Selasa, 12 Maret 2019 18:19 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai Rapat Kerja Nasional
Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (12/3/2019). (ANTARA/Indra
Arief Pribadi)
Negara yang memiliki infrastruktur baik itu punya kans untuk maju
menjadi negara dengan bepenghasilan tinggi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan
Indonesia masih harus bekerja keras untuk menjadi negara berpenghasilan
tinggi dengan memperbaiki tiga aspek penting yakni kualitas institusi,
sumber daya manusia, dan infrastruktur.
"Saya lama bekerja di Bank Dunia, saya perhatikan negara-negara yang
maju itu pasti memiliki tiga aspek ini yang paling penting, yakni
institusi, /human capital/ dan juga infrastruktur," kata Sri Mulyani
dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa.
Untuk mencapai negara berpenghasilan tinggi, lanjutnya, Indonesia tidak
akan bisa lepas dari upaya-upaya yang menunjang produktivitas.
Maka dari itu, tiga hal, yakni kualitas institusi, sumber daya manusia,
dan infrastruktur menjadi aspek pembangunan yang terpenting.
"Infrastruktur adalah salah satu persyaratan. Negara yang memiliki
infrastruktur baik itu punya kans untuk maju menjadi negara dengan
bepenghasilan tinggi," ujar dia.
Selain infrastruktur, Menkeu juga menyoroti mental dan kualitas
pelayanan birokrasi dari institusi pemerintahan dan swasta.
Hal ini juga termasuk sebagai faktor kunci untuk meningkatkan
kepercayaan pelaku ekonomi dunia terhadap Indonesia.
Untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, kata dia, institusi
pemerintahan harus menawarkan birokrasi yang efisien dan kompeten.
Sri Mulyani mengingatkan kepada jajaran pegawai Kementerian Perdagangan
untuk bisa membangun birokrasi yang sesuai dengan upaya untuk menuju
negara berpenghasilan tinggi.
"Negara yang masuk jebakan negara berpenghasilan menengah itu adalah
birokrasi yang menjadi penghalang bagi negaranya sendiri," kata dia.
Di aspek pengembangan ketiga adalah kualitas sumber daya manusia. Saat
ini, kata dia, pemerintah mengendapankan pendidikan dan pelatihan bagi
sumber daya manusia (SDM).
Pemerintah juga menawarkan insentif pajak bagi industri yang
memprioritaskan pengembangan SDM.
"Misalnya /super deduction tax/ dan /double deduction/ untuk perusahaan
yang melakukan pelatihan. Jadi, mereka berpartisipasi untuk ciptakan
tenaga kerja yang berkemampuan," ujar dia.
Merujuk data Badan Pusat Statistik, rata-rata pendapatan orang Indonesia
atau per kapita per tahun mencapai 3.972 dolar AS atau sekitar Rp56 juta
pada 2018.
Angka tersebut termasuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah ke
atas.
Untuk menjadi negara berpendapatan tinggi, pendapatan per kapita
Indonesia harus di atas 12.055 dolar AS per tahun.
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019