http://mediaindonesia.com/read/detail/222501-tanggapi-survei-internal-bpn-jk-kenapa-tidak-100-sekalian
/*Tanggapi Survei Internal BPN, JK: Kenapa tidak
*/
/*100% Sekalian?*/
Penulis: *Dero Iqbal Mahendra* Pada: Selasa, 12 Mar 2019, 20:32 WIB
Politik dan Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/222501-tanggapi-survei-internal-bpn-jk-kenapa-tidak-100-sekalian>
<http://twitter.com/home/?status=Tanggapi Survei Internal BPN, JK:
Kenapa tidak 100% Sekalian?
http://mediaindonesia.com/read/detail/222501-tanggapi-survei-internal-bpn-jk-kenapa-tidak-100-sekalian
via @mediaindonesia>
Tanggapi Survei Internal BPN, JK: Kenapa tidak 100% Sekalian?
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/03/7fc9bad276cde8122748f8bf40f82804.jpg>
/MI/Adam Dwi/
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengomentari survei internal yang dilakukan
oleh kubu capres 02 dimana pada survei tersebut Prabowo Subianto disebut
unggul jauh dari capres 01 dengan elektabilitas Prabowo mencapai 54%,
sedangkan Jokowi hanya 40%.
Menurutnya, hasil survei iternal merupakan konsumsi dari masing-masing
pihak saja. Kalla memandang hasil survei internal tidak dapat menjadi acuan.
"Namanya juga internal terserah lah, mau 100% kek atau berapa kenapa
tidak sekalian aja," tutur Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta,
Selasa (13/3).
*Baca juga: *Amien Rais Sebut Malaikat Ikut Doakan Prabowo-Sandiaga
<http://mediaindonesia.com/read/detail/222415-amien-rais-sebut-malaikat-ikut-doakan-prabowo-sandiaga>
Wapres sendiri mengaku dirinya memang jarang membaca hasil survei. Sebab
menurutnya mengetahui hasil survei tidak menjadi relevan, karena yang
terpenting adalah bekerja keras memenangkan pemilihan.
"Yang terpenting kerja keras, jangan karena survei baik berhenti bekerja
atau survei jelek menangis, jangan. Pokoknya anggap saja semuanya
fifty-fifty agar ada kerja keras," tutur Jusuf Kalla.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Koordinator Juru Bicara Badan
Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim berdasarkan
hasil survei internal, elektabilitas pasangan nomor urut 02 Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54%. Sedangkan, elektabilitas Joko
Widodo-Ma'ruf Amin diklaim hanya berada di sekitar angka 40%.
Hal tersebut merespon hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting
(SMRC) yang menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko
Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi ketimbang pasangan Prabowo-Sandiaga.
Pada survei SMRC tersebut Jokowi-Amin mendapatkan elektabilitas 54,9%.
Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi elektabilitasnya sebesar 32,1%. (OL-6)