Nyanyian Agum Gumelar Soal Penculikan 1998 dan Pemecatan Prabowo
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Juli Hantoro
Rabu, 13 Maret 2019 09:54 WIB
29-agum-gumelar29-agum-gumelar
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Jenderal TNI (purn)Agum
Gumelar<https://www.tempo.co/tag/agum-gumelar>menghebohkan media sosial
dengan ucapannya yang beredar lewat sebuah video baru-baru ini. Anggota
Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo ini membeberkan kesalahan calon
presiden Prabowo Subianto sebagai pelaku pelanggaran HAM berat.
Baca juga: 2 Purnawirawan Jenderal Merapat ke Istana, Jokowi: Bagus Kan?
<https://nasional.tempo.co/read/1051298/2-purnawirawan-jenderal-merapat-ke-istana-jokowi-bagus-kan>
Agum waktu itu menjadi salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira yang
ikut menyidangkan Prabowo Subianto. Mantan Komandan Jenderal Komando
Pasukan Khusus sebelum Prabowo ini mengaku bicara dari hati ke hati
dengan anggota Tim Mawar--tim yang diduga melakukan penculikan dan
penghilangan paksa aktivis 1997/1998, yang merupakan bekas anak buahnya.
"Ketika dari hati ke hati dengan mereka, di situlah saya tahu di mana
matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu detail," kata
Agum dalam sebuah video yang diunggah Ulin Niam Yusron di akun
Facebooknya, Ahad, 10 Maret 2019.
Saat dikonfirmasi, Ulin tak menjawab di mana dan dalam acara apa video
itu diambil. "Nah itu dia," kata Ulin melalui pesan singkat, diikuti
emoji tersenyum.
Berikut isi ucapanAgum Gumelar
<https://pilpres.tempo.co/read/1172608/kata-agum-gumelar-ada-2-tipe-komandan-di-kopassus>dalam
video tersebut.
Baca juga: Anggota Wantimpres Agum Gumelar, Kiprahnya di Militer dan
Sipil
<https://nasional.tempo.co/read/1051196/anggota-wantimpres-agum-gumelar-kiprahnya-di-militer-dan-sipil>
(Terpotong di bagian awal)/Subagyo HS waktu itu KSAD, anggotanya ada
tujuh orang, letjen-letjen bintang-bintang tiga, karena yang diperiksa
bintang tiga. Termasuk di dalamnya almarhum Letjen Arie J. Kumaat,
Letjen Yusuf Karta (Kartanegara), Letjen Djamari Chaniago, Letjen
Fachrul Razi, Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Agum Gumelar.
Itulah anggota DKP. Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, kasus
pelanggaran HAM berat./
/Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP sebulan lebih memeriksa yang namanya
prabowo subianto. periksa. Dari hasil pemeriksaan ternyata didapat fakta
bukti nyata bahwa dia telah melakukan pelanggaran HAM berat. Saya di
samping anggota DKP saya mantan Danjen Kopassus. Tim Mawar yang
melakukan penculikan itu bekas anak buah saya semua itu. Saya juga
pendekatan dari hati ke hati dengan mereka, di luar kerjaan DKP, karena
dia bekas anak buah saya toh./
/Ketika dari hati ke hati dengan mereka, di sinilah saya tau di mana
matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya saya tahu detail, gitu lho.
Jadi DKP dengan hasil temuan seperti ini merekomendasikan kepada
Panglima TNI, rekomendasinya apa? Dengan kesalahan terbukti,
direkomendasikan agar supaya yang bersangkutan diberhentikan dari dinas
militer. Tanda tangan semua. Subagyo HS tanda tangan, Agum Gumelar tanda
tangan, SBY tanda tangan, semua tanda tangan./
/Ya walaupun saya heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah
sekarang mendukung. Beda prinsip itu orang, benar itu. Itu fakta yang
tidak bisa dihapus, siapa bisa menghapus ini. Sampai sekarang Amerika,
Inggris, Australia, no sama Prabowo. Tidak bisa masuk ke Amerika, tidak
bisa masuk ke Inggris. Ini fakta, bukan black campaign, kalau black
campaign itu tanpa didukung data. Contohnya black campaign kalau ke Pak
Eko (salah satu hadirin) jadi cagub di Jabar, istrinya empat. Itu
namanya black campaign, padahal lima (hadirin tertawa). Ini fakta, bukan
black campaign./
/Jadi saya ingin..., ini kenapa jadi lupa semua? Bangsa yang besar
adalah bangsa yang mengenali sejarah bangsanya. Satu satuan yang besar,
Kopassus, satuan yang besar, adalah satuan yang anggotanya mengerti
sejarah Kopassus. Tapi lupa, karena udah lama. Bahwasannya sampai detik
ini Komandan Jenderal Kopassus sudah yang ke-31 sekarang. Mayjen Nyoman
(I Nyoman Cantiasa) ini yang ke-31. Dari 31 Komandan Jenderal Kopassus,
cuma satu yang diberhentikan dari dinas militer. Siapa dia? (hadirin
menjawab: Prabowo). Ini apa? Jadi kalau buat saya, aneh bin ajaib kalau
sampai dia jadi presiden. Buat saya ya, entah buat anda-anda./
/(Seorang hadirin bertanya kurang lebih bagaimana memberi tahu kepada
milenial) Ya memang gimana ya. Saya sendiri kan diviralkan ini, tapi mau
denger apa enggak apa yang saya sampaikan ini. jadi kalau.../
ADVERTISEMENT
/(Diviralkan lagi boleh enggak Pak?) Silakan aja. Gini waktu Indro
Warkop itu ketika datang ke rumah saya bawa 120 orang alumni Pancasila,
dalam sambutan dia, musuh kita sekarang ini cuma satu: ketidakwarasan.
Ini Indro Warkop ini, mau ketawa mau gimana ini. Gitu. Jadi saya yakin
di ruangan ini kita semua orang waras. Jadi kalau Pak Agum apa kabar? Oh
sehat, sehat dan waras. Oh iya pasti dong./
/Makanya seperti ibu-ibu di Garut itu, Jokowi, Pak Jokowi itu orangnya
baik, jujur, sederhana, enggak pernah nyulik orang. Apanya? (menanggapi
seseorang) Yang ngomong gitu? Oh bukan di Garut ya? Ya ya ya./
/Itu kira-kira ya selebihnya saya rasa kita harapkan seperti yang saya
utarakan tadi kita harus menjadi manusia yang berjiwa nasionalis,
kemudian juga harus mempersiapkan, kalau saya sudah begini, sudah tidak
mungkin lagi berkembang lebih. Anak saya cucu saya harus lebih dari
saya, SDM-nya harus lebih betul-betul dari saya. Kita harus disiplin.
kalau tidak disiplin ya.../
/Militer harus disiplin dan tegas. Disiplinnya sudah dieliminir,
tegasnya. Eh tegas itu bukan berarti main lempar asbak, main pukul, main
tembak, keluar dari mulut kebun binatang, bukan itu tegas. Main culik,
bukan itu tegas. Tegas itu dalam koridor hukum. Katakanlah kalau saya
jadi presiden, bingung ngomong bohongnya. Kemudian adik saya melakukan
pelanggaran hukum, dengan tegas saya katakan proses hukumnya. Itu
namanya tegas. Bukan main pukul, main tempeleng, ancam lempar HP. Bukan
itu tegas. Jadi cobalah dibuat mengerti deh rakyat kita. Pak dia itu
tegas, apanya yang tegas? Itu bukan tegas, ngawur namanya. Oke deh
mungkin sampai di sini./
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com