Peneliti Senior Siapkan Beberapa Strategi Turunkan Kepala LIPI
Reporter:
Irsyan Hasyim (Kontributor)
Editor:
Endri Kurniawati
Rabu, 20 Maret 2019 08:03 WIB
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin
Haris saat ditemui usai acara Perspektif Indonesia Smart FM di Jakarta
Pusat, Sabtu 24 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQPeneliti senior
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris saat ditemui
usai acara Perspektif Indonesia Smart FM di Jakarta Pusat, Sabtu 24
November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI), Syamsudin Haris membantah tudingan yang menyebut 65 peneliti
senior di LIPI ikut menggunakan aset lembaga itu secara berkepanjangan,
melampaui batas waktu yang ditetapkan. Ia meminta bukti dari pihak yang
menyebarkan tuduhan itu. "Nggak ada, masa percaya begitu saja dengan
orang panik, kalap," ujar Syamsudin saat dihubungi, Selasa, 19 Maret 2019.
Menurut dia, mosi tidak percaya dari 65 peneliti senior belum berubah,
tidak ingin Kepala LIPI Laksana Tri Handoko melanjutkan jabatan sebagai
Kepala LIPI. "Namanya mosi tidak percaya, masa mau dipertahankan?" kata
Syamsudin.
Baca:Kepala LIPI Disebut Musnahkan Ribuan Tesis dan Disertasi
<https://nasional.tempo.co/read/1184318/kepala-lipi-disebut-musnahkan-ribuan-tesis-dan-disertasi>
Ia menjelaskan pencopotan kepala LIPI adalah keputusan pemerintah. Jadi
yang berhak mengangkat dan memberhentikannya adalah Presiden Joko
Widodo. "Kami sudah berusaha (ketemu Jokowi) tapi belum direspons."
Banyak langkah yang akan dilakukan peneliti senior sampai Laksana turun
dari jabatannya. Namun, ia menolak menjelaskan strategi para peneliti.
"(Targetnya) dia mundur atau jatuh," ujar Syamsudin.
Sebelumnya, Pakar perkembangan politik Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI <https://www.tempo.co/tag/lipi>) Hermawan Sulistyo
menjelaskan bahwa ada dugaan pemanfaatan aset penelitian untuk bisnis
yang dilakukan oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko. Ini salah satu
alasan sejumlah peneliti minta Laksana mengundurkan diri.
Baca:Kisruh Internal, Reorganisasi LIPI Dihentikan Sementara
<https://nasional.tempo.co/read/1183190/kisruh-internal-reorganisasi-lipi-dihentikan-sementara>
Gedung auditorium sekarang namanya LIPI Grand Ballroom, dan yang awalnya
disewakan seharga Rp 7,5 juta sekarang sekitar Rp 200 juta," ujar
Hermawan, saat menyatakan mosi tidak percaya bersama 65 profesor riset
dan peneliti utama atas kepemimpinan Kepala LIPI, di Gedung Widya Graha
LIPI, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
Menurut Hermawan, ketika 65 peneliti riset berkumpul, artinya pasti
sedang terjadi masalah di LIPI. Kalau tidak bertindak, kata dia,
taruhannya adalah masa depan LIPI. LIPI merupakan payung akademik yang
diharapkan dan sudah memayungi otoritas akademik yang lainnya seperti
perguruan tinggi. "Kami sudah tidak percaya dengan kepemimpinan Laksana
Tri Handoko sebagai Kepala LIPI.” Guna mencegah dampak kerusakan lebih
lanjut, peneliti senior meminta Presiden Republik Indonesia
memberhentikan Laksana.
Ketika dimintai konfirmasi, Laksana menjelaskan bahwa Informasi mengenai
aset yang dibisniskan dan kebun raya Bogor bukan lagi lembaga
riset, tidak sepenuhnya benar. Dia mengakui bahwa LIPI melakukan kerja
sama pengelolaan dengan operator swasta berdasar regulasi. Menurut
Laksana, langkah ini upaya untuk mencari sumber pendanaan investasi
tanpa memakai APBN. “Serta mereduksi biaya pemeliharaan," kata Handoko,
melalui pesan singkat, Kamis malam pekan lalu, 14 Maret 2019.
ADVERTISEMENT
Simak:Menristekdikti Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Pegawai di LIPI
<https://nasional.tempo.co/read/1183166/menristekdikti-tegaskan-tak-ada-pemberhentian-pegawai-di-lipi>
Khusus untuk kebun raya Bogor, belum ada inisiatif kerjasama operator
baru selain yang selama ini sudah berjalan sejak lama. Menurut Laksana,
kebun raya adalah lokasi laboratorium dan penelitian, tapi tidak berarti
semua hal harus berada dalam satu satuan kerja.
Pascareorganisasi, kata Laksana, satuan kerja yang menaungi Kebun Raya
Bogor dibagi menjadi dua satuan kerja. Yang satu untuk penelitian di
seluruh kebun raya LIPI, yaitu Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan
Kebun Raya. "Satu lagi Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor yang
mengelola pemeliharaan Kebun Raya Bogor," tutur Kepala LIPI
<https://nasional.tempo.co/read/1184328/peneliti-desak-jokowi-pecat-kepala-lipi-laksana-tri-handoko><https://tekno.tempo.co/read/1177090/peneliti-lipi-bergejolak-menteri-panrb-bentuk-tim>Laksana
Tri Handoko. Yang dilakukan justru penguatan atas ekosistem Kebun Raya
Bogor.
/*CATATAN KOREKSI:*Bagian awal berita ini dikoreksi untuk memperbaiki
akurasi pada Rabu 20 Maret 2019, pukul 09.00 pagi. Redaksi mohon maaf
atas kekeliruan sebelumnya./
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com