*Saya kira bukan saja pertumbuhan ekonomi tetapi teristimewa kebutuhan
penduduk. Patut dipahami bahwa jumlah penduduk bertambah, tetapi persediaan
air konstant, jadi dibutuhkan bukan hanya water managent, tetapi
pertumbuhan penduduk dikontrol atau lazim disebut "birth control", apabila
kebutuhan hidup penduduk yang memada.*
https://sp.beritasatu.com/#
Kelangkaan Air Dapat Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Asia
ggul Wirawan / WIR Sabtu, 23 Maret 2019 | 20:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kelangkaan air dapat berdampak pada pertumbuhan
ekonomi Asia. Sebanyak 90% responden dari industri pangan dan pertanian di
Asia setuju dengan pernyataan laporan Economist Intelligence Unit (EIU),
disponsori oleh Cargill.

Laporan baru ini berfokus pada air dan bagaimana industri pertanian
berkorelasi dengan keadaan masa depan air di Asia.Riset EIU ini bersamaan
dengan peringatan Hari Air Sedunia tahun ini dengan tema *Leaving no one
behind.*

Laporan berjudul *Liquidity Premium* adalah bagian kedua dari penelitian
Fixing Asia’s Food Systems. Penelitian ini pertama kali dirilis pada
September 2018 dan meneliti berbagai isu seputar sistem pangan di Asia.
Program penelitian yang terdiri dari lima bagian ini dibuat berdasarkan
survei terhadap 820 pemimpin industri di wilayah Asia, termasuk desk
research dan wawancara dengan berbagai pakar.

Kekhawatiran tentang kelangkaan air paling akut terjadi di Indonesia dan
Filipina, sebanyak 67% responden di kedua negara tersebut sangat setuju
bahwa kelangkaan air dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dibandingkan
dengan 43% di Singapura, 44% di Thailand, dan 60% di India.

Berdasarkan laporan ini, Indonesia termasuk dalam sepuluh negara teratas
untuk populasi yang berisiko terhadap kerawanan air.  Indonesia berada di
peringkat empat dalam indeks air dan sanitasi (total populasi yang belum
memiliki sanitasi) serta peringkat enam dalam indeks banjir (potensi
populasi terkena banjir).

Indonesia juga disebut sebagai salah satu negara yang relatif kaya air yang
kini menghadapi kendala pasokan air karena manajemen pengelolaan air yang
kurang baik.

“Kelangkaan air menjadi tantangan besar di Indonesia. Seperti negara lain
di Asia, tantangannya adalah mengikuti permintaan akan pasokan air seiring
dengan pertumbuhan populasi dan gaya hidup dalam perubahan pola makan.
Belum lagi bencana terkait air yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu
dibutuhkan partisipasi penuh dari semua pihak, mulai dari pemerintah,
perusahaan, dan masyarakat dalam mengatasi hal ini,” kata Arief Susanto,
Direktur Corporate Affairs Cargill Indonesia.

Proyeksi menunjukkan bahwa 40% negara-negara berkembang di Asia akan
menghadapi masalah kekurangan air yang kritis pada tahun 2030, yang akan
mengarah kepada kesenjangan permintaan dan penawaran terhadap air.

Laporan tersebut mengutip beberapa masalah utama di balik hal ini:
pembangunan ekonomi mendorong permintaan akan air, meningkatnya persaingan
sektoral untuk kebutuhan akan air; pertanian yang menggunakan air yang
terkontaminasi menimbulkan risiko kesehatan bagi ternak dan tanaman;
eksploitasi berlebihan dan perubahan iklim, pengelolaan air yang kurang
baik - harga air tidak mencerminkan kualitasnya, dan tidak ada insentif
untuk mencapai efisiensi air; serta teknologi yang mahal.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa untuk mengatasi masalah kelangkaan
air, negara-negara di Asia harus merevisi sistem pengelolaan air serta
menyadari harga dan nilai air. Selain itu, transparansi dan kolaborasi
antar negara diperlukan untuk mengelola potensi ketegangan yang dapat
timbul dari kelangkaan air.

Kirim email ke