Sultan Jogya sudah mengingatkan kemungkinan banjir.
Tentunya sultan tahu dari bawahannya.
Jaman dulu, kalau raja mau bangun keraton, orang kepercayaannya sudah
tanya kepala2 dukuh daerah mana paling aman, paling baik, paling strategis.
Paling sedikit kan kalau mau bikin lapangan terbang, mestinya tanya2 keadaan
daerah itu pada kepala2 desa. Lalu ahli ukur tanah didatangkan, untuk ukur
perbedaan ketinggian. Sekarang ada alat yang dengan cepat dapat mengukur
ketinggian, tetapi katanya tidak seteliti alat lama dengan orang dan
theodoliet.
Lha, tidak tahu, salahnya di mana, apa dalam mengukur ketinggian, sehingga
tidak dilakukan tindakan mencegah genangan air .
Kesalahan semacam ini juga terjadi dalam pembuatan jalan tol. Sungainya
meluap
menggenangi jalan tol di Madiun.
Kalau di Belanda, di pinggir jalan, di beberapa tempat ada tempat di bawah
trotoir
untuk mengalirkan air tergenang KE DALAM RIOOL BAWAH TANAH..
Air tergenang di auto-bahn bisa menyebabkan mobil tergelincir. Kalau lagi
hujan di
auto-bahn saya stuur mobilnya di bahn kedua, yang biaSANYA BEBAS GENANGAN
AIR..



Pada tanggal Sen, 25 Mar 2019 pukul 13.20 Tatiana Lukman
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Ketika RAKYAT dibungkam, ALAM bicara.
>
> Nah lo, sudah nggusuri rumah rakyat, menghilangkan mata pencahariannya,
> ALAM yang "menghukum" para penggede keraton, lambang feodalisme....
>
> Proyek Bandara Baru Yogyakarta NYIA Terendam Banjir
> 18 March 2019 | 12:15
> <https://jogjainside.com/proyek-bandara-baru-yogyakarta-nyia-terendam-banjir/>
> in Ekonomi <https://jogjainside.com/ekonomi/>, Headline
> <https://jogjainside.com/headline/>, Khazanah
> <https://jogjainside.com/khazanah/>, News <https://jogjainside.com/news/>
>  0
> <https://jogjainside.com/proyek-bandara-baru-yogyakarta-nyia-terendam-banjir/#respond>
> [image: Sisi Selatan Kabupaten Kulonprogo Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter]
>
> foto: istimewa
>
> Oleh : Suyono Sugondo
>
> Proyek mercusuar NYIA terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara
> satu hingga dua meter, akibat guyuran hujan dua hari kemarin. Gubernur DIY
> Sri Sultan HB X pernah mengingatkan akan terjadinya banjir seperti ini,
> sehingga diminta landasan pacu harus aman dari banjir.
> Jogjainside.com, Kulonprogo – Hujan lebat mengakibatkan Proyek New
> Yogyakarta International Airport (NYIA) di Pantai Glagah, Temon, Kabupaten
> Kulonprogo, Yogyakarta, terendam banjir.
> Lokasi proyek, seperti landasan pacu dan areal sekitarnya terendam banjir
> antara setengah hingga satu meter.
>
> Seementara di luar areal landasan pacu seperti underpass serta kawasan
> lain di luar areal kompleks gedung, terendam banjir hingga dua meter.
>
> Dari beberapa foto yang ada banyak alat berat terendam banjir, dan banyak
> pekerja yang harus menyeberangi banjir hingga setinggi dada orang dewasa
> untuk keluar dari areal proyek.
>
> Sejak semalam jogjainside.com, berusaha mengkonfirmasi keadaan ini kepada
> GM. PT. Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, namun hingga saat ini belum ada
> penjelasan apapaun terkait banjir yang menggenangi proyek mercusuar
> tersebut.
>
> Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, telah memperingatkan bahwa
> pembangunan NYIA diminta untuk tetap memperhatikan kualita, dan berharap
> tidak terjadi genangan air saat hujan.
>
> Peringatan Sri Sultan disampaikan awal bulan februari 2019 lalu saat
> meninjau Proyek NYIA, ini. Namun sekarang terbukti, bahwa proyek NYIAS
>
> Kepada peres saat itu Sultan mengingatkan kepada PT Angkasa Pura (AP) 1
> dan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksana proyek untuk tetap
> mengedepankan profesionalitas kerja. Ini penting, agar kualitas
> infrastruktur NYIA yang dikebut pembangunannya untuk membuka penerbangan
> internasional pada jadwal yang ditentukan tetap terjaga.
>
> Sultan tidak ingin, demi megejar target, AP 1 dan PP mengesampingkan
> kualitas infrastruktur bandara.
>
> “Harapan saya pada Bulan April yang jelas siap untuk pengoperasian
> penerbangan internasional, berarti sudah ada ruang yang bisa diselesaikan,
> karena harapan saya tempat transitnya bapak presiden [telah siap untuk
> meresmikan], sehingga mohon dalam pembangunan ini tidak ada alasan karena
> tergesa-gesa. Kita profesional saja, dan dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.
> Beberapa hal yang menjadi sorotan Sultan terhadap kesiapan NYIA di
> antaranya adalah ketinggian landasan pacu pesawat yang harus benar-benar
> seimbang agar ketika memasuki musim hujan landasan tersebut tidak tergenang
> air.
>
> “Biarpun mungkin waktunya pendek, jangan sampai nanti ketinggian
> landasannya tidak seimbang, ada air menggenang tidak ada alasan karena
> tergesa-gesa. Sehingga bangunan ini secara profesional harus kita
> selesaikan dengan baik,” ucapnya.
>
> Pembangunan drainase di NYIA sebagai antisipasi saat musim hujan juga
> perlu menjadi perhatian. Dengan luas lahan bandara yang mencapai lebih dari
> 600 hektare, Gubernur melihat tidak seluruhnya memiki ketinggian tujuh
> meter.
>
> “Yang ditinggikan kan runway, terminal dan fasilitas penunjang, sementara
> yang lain tidak. Saya khawatir pada saat musim hujan, yang tidak
> ditinggikan tujuh meter itu bisa jadi danau, karena di kawasan ini
> wilayahnya cekungan. Sehingga saya khawatir air hujan itu tidak bisa keluar
> dari tanah yang tidak ditinggikan tersebut,” ucapnya.
>
> Belum lagi dioperasikan, kini terbukti peringatan Sri Sultan menjadi
> kenyataan, hampir seluruh lokasi proyek NYIA terendam air cukup tinggi,
> setelah diguyur hujan dua hari. (SUG)
>
>
> 
>

Kirim email ke