Adik Prabowo Tak Puas dengan Cara KPU Mengecek DPT Bermasalah
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Rina Widiastuti
Selasa, 2 April 2019 07:54 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo (tengah
berbaju putih) memimpin rombongan Badan Pemenangan Nasional Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno mengadukan temuan 17,5 juta DPT ganda ke kantor
Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. TEMPO/Budiarti
Utami Putri.Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim
Djojohadikusumo (tengah berbaju putih) memimpin rombongan Badan
Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengadukan temuan 17,5
juta DPT ganda ke kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Senin, 11 Maret
2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan
NasionalPrabowo <https://www.tempo.co/tag/prabowo>Subianto-Sandiaga Uno,
Hashim Djojohadikusumo mengaku belum puas dengan cara Komisi Pemilihan
Umum (KPU) melakukan pengecekan terhadap data daftar pemilih tetap (DPT)
bermasalah yang menjadi temuan timnya. Kata dia, hingga Jumat pekan
lalu, KPU masih melakukan pengecekan berdasarkan sampling yang mereka
tentukan sendiri.
*Baca:Kubu Prabowo Permasalahkan 17,5 Juta DPT, KPU: Minggu Ini Rampung
<https://pemilu.tempo.co/read/1191468/kubu-prabowo-permasalahkan-175-juta-dpt-kpu-minggu-ini-rampung>*
"Kami tidak puas dengan cara mereka. Karena kami ada data pemilih
siluman dan sampaikan tapi mereka pilih cara lain. Loh kan sudah ada
bukti dan mohon diverifikasi," kata Hashim di Hotel Ayana Midplaza,
Jakarta, Senin, 1 April 2019.
Hashim pun menyebut cara tersebut konyol. Padahal, kata dia, tim BPN
telah menyerahkan temuan DPT bermasalah itu kepada KPU. "Ini menurut
kami konyol," ucapnya.
Hashim dan tim BPN tengah mempersoalkan daftar pemilih tetap (DPT)
Pemilu 2019. BPN mengklaim menemukan 17,5 juta DPT bertanggal lahir sama
di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.
BPN juga menyatakan menemukan ada sekitar 304.782 DPT berusia di atas 90
tahun, 20.475 DPT berusia di bawah 17 tahun, Kartu Keluarga manipulatif
sebanyak 41.555 KK, data invalid sebanyak 18.832.149, dan data ganda
sebanyak 6.169.895.
Data ini telah beberapa kali dilaporkan ke KPU, terakhir pada Jumat
pekan lalu, 29 Maret 2019. Hashim bahkan memimpin sendiri pelaporan ke
KPU saat itu. Selesai pertemuan itu, Hashim mengatakan bahwa KPU kini
bergerak sesuai data yang mereka serahkan. Dia pun berharap persoalan
DPT ini segera rampung sebab Pemilihan Umum 2019 tinggal hitungan hari.
Urusan DPT ini, menurut Hashim, harusnya menjadi persoalan bersama kedua
pasangan calon presiden-wakil presiden, partai politik, dan calon
legislator di semua tingkatan. Dia berujar urusan ini perlu dibereskan
agar pemilu tak dipersoalkan keabsahan dan legitimasinya.
ADVERTISEMENT
"Ini adalah kepentingan bersama. Jangan kalau Prabowo Sandi menang nanti
dipersoalkan pihak lawan," kata adik Prabowo ini.
*Baca:Langkah KPU Merespon Laporan Dugaan Data Ganda di DPT
<https://pemilu.tempo.co/read/1190668/langkah-kpu-merespon-laporan-dugaan-data-ganda-di-dpt>*
Juru debat BPN Prabowo - Sandiaga, Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya
bergerak lantaran yakin menang di pemilihan presiden 2019. Wakil Ketua
Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat ini juga menampik jika
dianggap ingin mendelegitimasi KPU. "Kami bergerak karena yakin menang,
bukan karena takut kalah," kata dia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com