Kalau begitu tinggal tunggu bantahan Luhut, biasanya dia sigap membantah. Yang pasti sejauh ini TKN Jokowi mengakui itu acara pribadi Luhut. Berdoa saja di acara pribadi hari Sabtu 30 Maret itu si Luhut tidak minta pak kiai agar para santrinya "memutihkan TPS", alias bebaju putih saat pilpres sesuai perintah Jokowi.
--- djiekh@... wrote: Dari :Amplop Luhut tidak dapat diketahui :1.Kapan kejadiannya, baru saja, atau sudah beberapa tahun yang lalu.2.Kalau terjadinya tahun ini, ya pasti patut dicurigai, kalau ada hubungannya untuk nyoblos nomor tertentu.3. kalau ini video dari beberapa tahun yang lalu, lain lagi : Dalam rangka apa Luhut ke situ dan nyumbang untuk apa.Kan banyak tokoh politik yang datangi pesantren, dan bangga ada foto/videonya beri sumbangan. Pada tanggal Kam, 4 Apr 2019 pukul 10.17 ajeg menulis: Biasanya Anda sigap cari sendiri. Amplop Luhut --- djiekh@... wrote: Kapan kejadian Luhut ke pesantren itu, dan dalam rangka apa ? Sudah lama atau baru terjadi?Video lengkapnya kok tidak disertakan ? Pada tanggal Kam, 4 Apr 2019 pukul 09.24 ajeg menulis: Syukurlah, semoga usaha penjahitannya juga maju makanya dia menyarankan pak kiai agar para santrinya berbaju putih tanggal 17 April nanti. --- ilmesengero@... wrote: Kalau jendral Luhut bagi envelop itu rejekinya yang disumbangkan. Sesuai berita media beberapa waktu silam dikatakan bahwa beliau memiliki banyak perusahaan, jadi tentunya dapat berkat labanya banyak maka oleh karena itu dibagi-bagikan sedikit kesana kemarin. Bukankah kalau berjiwa dermawan Allah mencatat dan dengan demikian berkat kepada beliau tetap bisa mengalir ke pundi-pundinya. Allah selalu memberkati para dermawan. hehehehehehehehe On Thu, Apr 4, 2019 at 6:47 AM ajeg wrote: Kecurangan semakin nyata, Bawaslu tak punya nyali menghadapi penguasa yang merangkap petahana. Paling norak waktu Bawaslu membebaskan Menko Maritim dan Menkeu berkampanye dalam acara WB-IMF di Bali, Oktober 2018. - Kredibilitas Bawaslu Dipertaruhkan Terkait AmplopLuhut Rabu, 03 April 2019, 13:16 WIB| Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra RMOL.Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus menunjukkan kapabilitas dan kredibilitasdalam mengawasi jalannya Pemilu serentak 2019, khususnya musim kampanye saatini. Bawaslu dalam hal ini Sentra Penegakan Hukum Terpadu(Sentra Gakkumdu) dituntut untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran yangdilakukan oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Pasalnya, Luhutdiduga kuat telah melakukan pelanggaran Pemilu berupa politik uang. "Ini ujian kesekian kalinya untuk Bawaslu, mempertontonkan kapabilitas dankredibilitas mereka. Sudah begini harusnya Bawaslu bersuara," ujarpengamat politik, Hendri Satrio kepada redaksi, Rabu (3/4). Bawaslu sebaiknya dengan cepat menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.Masyarakat pasti ingin mengetahui secara benar kejadiannya. Terlebih pemilu sebentar lagi akan dilaksanakan, guna mempertahankankredibilitas, Bawaslu harus menyikapi ini segera dan sungguh-sungguh. "Kita tunggu apakah menurut Bawaslu ini pelanggaran atau tidak? Makanyaini saya sebut ujian kesekian kalinya lah untuk Bawaslu. Bisa tidak dia tampilmempertahankan kapabilitas dan kredibilitas dia sebagai pengawas pemilu,"tutur Hendri Satrio. "Nah,makanya kita tunggu Bawaslu, sekalian nguji nyali Bawaslu," tutupnyamenambahkan. Dalam video viral berdurasi 1 menit 23 detik, Luhut meminta pengasuh PondokPesantren Nurul Cholil, Bangkalan, KH Zubair Muntashor mengajak umat dansantrinya untuk berbondong-bondong ke TPS pada 17 April nanti dengan mencoblos"yang baju putih" Jokowi-Maruf. Lalu, Luhut memberikan sang kiaiselembar amplop. Editor:Ruslan Tambak
