Kecurangan semakin nyata, Bawaslu tak punya nyali menghadapi penguasa yang 
merangkap petahana. 

Paling norak waktu Bawaslu membebaskan Menko Maritim dan Menkeu berkampanye 
dalam acara WB-IMF di Bali, Oktober 2018. 

-



Kredibilitas Bawaslu Dipertaruhkan Terkait AmplopLuhut

Rabu, 03 April 2019, 13:16 WIB| Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

RMOL.Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus menunjukkan kapabilitas dan 
kredibilitasdalam mengawasi jalannya Pemilu serentak 2019, khususnya musim 
kampanye saatini.
Bawaslu dalam hal ini Sentra Penegakan Hukum Terpadu(Sentra Gakkumdu) dituntut 
untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran yangdilakukan oleh Menko 
Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Pasalnya, Luhutdiduga kuat telah 
melakukan pelanggaran Pemilu berupa politik uang.
"Ini ujian kesekian kalinya untuk Bawaslu, mempertontonkan kapabilitas 
dankredibilitas mereka. Sudah begini harusnya Bawaslu bersuara," ujarpengamat 
politik, Hendri Satrio kepada redaksi, Rabu (3/4).
Bawaslu sebaiknya dengan cepat menelusuri dugaan pelanggaran 
tersebut.Masyarakat pasti ingin mengetahui secara benar kejadiannya.
Terlebih pemilu sebentar lagi akan dilaksanakan, guna 
mempertahankankredibilitas, Bawaslu harus menyikapi ini segera dan 
sungguh-sungguh.
"Kita tunggu apakah menurut Bawaslu ini pelanggaran atau tidak? Makanyaini saya 
sebut ujian kesekian kalinya lah untuk Bawaslu. Bisa tidak dia 
tampilmempertahankan kapabilitas dan kredibilitas dia sebagai pengawas 
pemilu,"tutur Hendri Satrio.
"Nah,makanya kita tunggu Bawaslu, sekalian nguji nyali Bawaslu," 
tutupnyamenambahkan.
Dalam video viral berdurasi 1 menit 23 detik, Luhut meminta pengasuh 
PondokPesantren Nurul Cholil, Bangkalan, KH Zubair Muntashor mengajak umat 
dansantrinya untuk berbondong-bondong ke TPS pada 17 April nanti dengan 
mencoblos"yang baju putih" Jokowi-Maruf. Lalu, Luhut memberikan sang 
kiaiselembar amplop.
Editor:Ruslan Tambak

Kirim email ke