https://www.antaranews.com/berita/820987/jadikan-hari-nelayan-2019-
momentum-kebangkitan-nelayan-indonesia
Jadikan Hari Nelayan 2019
momentum kebangkitan nelayan
Indonesia
Sabtu, 6 April 2019 11:55 WIB
Sejumlah kapal kecil bersandar tidak melaut di Tempat Pelelangan Ikan
(TPI) Muarareja, Tegal, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Tidak perlu (kartu baru), karena sudah terwakili di dalam kartu nelayan
Jakarta (ANTARA) - Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap tanggal
6 April perlu menjadi momentum kebangkitan nelayan di Nusantara,
terutama setelah didukung dengan berbagai kebijakan pemerintah yang
terkait kesejahteraan nelayan dan anggota keluarganya.
"Hari Nelayan 2019 mesti menjadi momemtum kebangkitan nelayan Indonesia
untuk berdaulat di negeri sendiri, terutama dengan terusirnya kapal
asing," kata Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo)
Moh Abdi Suhufan, di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, kehadiran negara dinilai semakin nyata dengan adanya
Undang-undang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan yang telah disahkan
pada tahun 2016 lalu, terutama dengan adanya asuransi nelayan dan kredit
murah melalui Bank Mikro Nelayan.
Untuk itu, ia juga mengutarakan harapannya agar nelayan Indonesia dapat
meningkatkan kapasitas usaha penangkapan ikan dengan bantuan teknologi
informasi.
Pemerintah, juga perlu meningkatkan peran pelayanan melalui penyediaan
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan sarana pendukungnya di sentra-sentra
nelayan seperti BBM, air bersih, es batu, dan /cold storage/.
Kalangan nelayan, lanjutnya, mesti semakin solid dan bersatu
mengorganisasi diri dalam koperasi perikanan.
Sementara itu, pengamat sektor kelautan dan perikanan Abdul Halim
menginginkan pemerintah dapat mengoptimalkan program kartu nelayan
dibandingkan dengan menggelontorkan wacana kartu baru seperti Kartu
Sembako Murah.
"Tidak perlu (kartu baru), karena sudah terwakili di dalam kartu
nelayan," kata Abdul Halim.
Saat ini, nelayan dapat dikatakan tidak kartu lainnya tetapi yang lebih
penting membenahi kekurangan yang ada di dalam pelaksanaan program kartu
nelayan.
Abdul Halim yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian
Maritim untuk Kemanusiaan itu mengemukakan, sebenarnya distribusi
program kartu nelayan sudah mencapai 85 persen.
"Kendalanya adalah bagaimana memaksimalkan kartu identitas tersebut
sebagai sarana pelayanan hak-hak dasar nelayan sebagai warga negara dan
penghormatan atas profesi mereka sebagai pahlawan protein," paparnya.
*Baca juga: Presiden minta nelayan manfaatkan program Bank Mikro Nelayan
<https://www.antaranews.com/berita/790257/presiden-minta-nelayan-manfaatkan-program-bank-mikro-nelayan>*
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019