*Siapapun yang menang pemilihan umum bisa saja menghapuskan Pancasila,
tanpa perlu berteriak hapus pancasila atau membuat undang-undang
pengahapusan Pancasila.Tetapi dalam praktek pelaksanaan politik
pemerintahan diabaikan Pancasila tanpa pernyataan apapun tentang
penghapusan Pancasila.Apakah selama ini diterapkan Pancasila?*


https://www.jawapos.com/nasional/politik/07/04/2019/curhat-kepada-pendukungnya-prabowo-geram-dituding-ingin-hapus-pancasila/



*Curhat kepada Pendukungnya, Prabowo Geram Dituding Ingin Hapus Pancasila*

POLITIK <https://www.jawapos.com/nasional/politik/>

7 April 2019, 10:59:38 WIB

*Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat menggelar kampanye terbuka di
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (7/4). (Issak Ramadan)*

   -


*JawaPos.com –* Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan
jika dirinya menang dalam Pilpres 2019 bersama Sandiaga Uno tidak akan
mengganti ideologi Pancasila dengan sistem khilafah. Menurutnya, tudingan
yang kerap dilontarkan ke kubu 02 tersebut merupakan fitnah.

“Ada yang bilang Prabowo-Sandi koalisi adil makmur ingin
membubarkan Pancasila, kita akan mendirikan negara khilafah, ini adalah
fitnah, fitnah yang kejam. Ini tidak laku,” kata Prabowo di Stadion Utama
Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (7/4).

Mantan Danjen Kopassus ini pun menegaskan, para pendukungnya tidak akan
terpengaruh soal tudingan tersebut. Pasalnya dia mengkalim banyak tokoh
agama yang mendukung Prabowo-Sandi.

“Saudara-saudara lihat tokoh-tokoh agama ada di sini, tidak mungkin saudara
Natalius Pigai akan mendukung saya, tidak mungikn orang-orang Papua akan
mendukung saya, mendukung kami,” tegas Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo berharap masyarakat Indonesia dapat memilihnya
dalam Pilpres 2019 yang akan dihelat pada 17 April mendatang. “Masalah
bangsa, rakyat kita sudah tidak sabar lagi, rakyat Indonesia ingin
perubahan. Ingin kekayaan kembali ke tangan rakyat Indonesia,” tukas dia.

Kampanye akbar paslon 02 ini dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan rangkaian
salat tahajud dan salah subuh berjamaah. Hadir pula sejumlah tokoh
nasional, seperti Habib Salim Segaf Al Jufri, Rhoma Irama, Sohibul Iman,
Zulkifli Hasan, Neno Warisman, Siti Hediyati Haryadi, Anies Baswesdan dan
sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kirim email ke